Assamualaikum. Wr. wb guys..
pernah dengar cepen
kontemporer? mungkin ada yang udah dan ada yang masih asing ya, hehehe..
Babak awal cerpen kontemporer dimulai dari munculnya
cerpen-cerpen yang ‘nyeleneh’ atau cerpen yang tidak mengikuti pola-pola atau
kaidah-kaidah penulisan cerpen pada umumnya, seperti harus memiliki tokoh, plot
atau setting,
dan tema. Jadi cerpen kontemporer muncul sebagai cerpen yang anti tokoh, anti
plot atau setting,
dan anti tema. Pada intinya, polanya sangat berbeda dari cerpen konvensional.
Cerpen kontemporer juga berusaha menemukan pengucapan diri yang matang,
terlepas dari kaidah-kaidah penulisan cerpen pada umumnya
Ciri-ciri cerpen kontemporer dapat diperikan sebagai
berikut.
1. Anti tokoh
Identitas
tokoh dalam cerpen kontemporer menjadi tidak penting. Hal ini dibuktikan dengan
penggunaan nama Tokoh Kita, Lelaki Setengah Baya, Penjaga Kuburan, dan
lain-ain.
2. Anti plot atau setting
Latar
tempat dan lata waktu dalam cerpen kontemporer juga tidak mengacu pada waktu
tertentu, sehingga dapat berlaku di mana saja dan kapan saja.
3. Anti alur
Dalam
cerpen konvensional, alur selalu didasari pada rangkaian peristiwa yang
mempunyai pertalian hubungan sebab-akibat (kausalitas). Akan tetapi, dalam
cerpen kontemporer, segala peristiwa yang terjadi bisa tumpang-tindih dan tidak
menunjukkan adanya hubungan kausalitas (sebab-akibat). Peristiwa yang
dihasilkan lakuan danpikiran disajikan seketika secara serempak, seolah-olah
peristiwa itu datang saling menyergap. Akibatnya, peristiwa itu seperti tidak
jelas lagi juntrungannya.
4. Anti tema
Tema
dalam cerpen kontemporer juga memiliki absurditas yang tinggi. Susah dipahami.
Namun, amanatnya dapat dipetik.
Nah itu dia... jadi sekarang saya akan memberikan sebuah
cerpen kontemporer karya saya, sebagai pemula masih banyak kekurangan yang
terdapat dalam cerpen saya ini. Namun saya harap bisa bermanfaat untuk pembaca.
Lingkaran dibalik Segitiga Kenangan
Malam ini begitu cerah secerah cuaca
hati, dan kulihat bintang yang ramai berkedip menggodaku. Terlintas dibenakku
betepa indahnya Scandinavia, ombak
menghantam pelan seolah memeluk erat tubuh ini, dan jalanan panjang menuntun
naluriku bertemu dengan mu.
Scandinavia adalah si tempat impian
nan indah, jembatan pertemuan antara diriku dan si teman baru, teman yang kini
melebihi sahabat yang sudah seperti kakak, adik, dan keluarga baru bagiku.
“Hello, how are you?” sapanya ramah.
“I’m fine, how about you?” jawabku
santai.
“I’m good, thank you”
“What
is your name?”
“My name is Selena Nugroho, and I
come from Indonesia.”
“Really?, oh my name is Neira
Tomlinson”
(percakapan
kami pun semakin seru)
“Yeah, Indonesia is my country, do
you know where is Indonesia?”
“Ya, tentu saja saya tahu. Nenekku
juga berasal dari Indonesia, tepatnya di Tangerang”
“oh, itu kedengarannya sangat bagus,
aku tinggil di daerah Bandung”
(percakapan
terus berlanjut, sehingga maembuat aku dan Neira semakin akrab)
Hari pertamaku menjadi salah satu
siswa di Harvard University. Ku rasa seperti sedang menikmati shopping di
kayangan dengan beberapa bidadari menjadi dayangku.
Suprise.... terhentaknya diriku dari
hayalan semu. Ternyata ada seorang yang menepuk manja pundak ku, dan Neira lah
itu.
Aaaaaaa.... Thanks God. Nei, you’re
my best, eh btw kamu kuliah disini juga?
Iya, kan ini juga kampus impianku.
Otakku terhenti sejenak, angin
mengiringi ku mengenang si lingkaran lalu, yang kini tlah menjadi sabit
kusahku.
Malam temaram hanya ditemani
rembulan. Kusaksikan dengan mata kepala ku sendiri, tawa mereka begitu renyah,
canda itu begitu hangat. Kupastikan mata ku tak salah melihat, itu karib dan
orang yang ku cintai. Pengkhiantan kah itu? Mengapa ia lakukan itu pada ku?
Lihatlah restoran itu, meski tak
seluas lapangan bola tetapi betapa berbedanya restoran ini. Oh Belgia dan
Belanda, dua negara indah yang menjadi saksi bisu betapa rapuhnya hati ini. My
prince charming yang kini kau ganti menjadi Yor prince.
Denting jemari beralun ritme pilu
menumpahkan ribuan rasa yang ternodai pengkhianatan yang merobohkan tembok asa
menjadi butiran runtuhan pecahan pasir yang terseret bringasnya hebusan topan,
ku abadikan dalam bait puisi.
Namun Neira datang bak dewi
kebahgian era millenial yang hadir menemani dalam memburu warna baru dalam
hidup ini, ibu dan sosok itu mengajarkan arti melepaskan dan mengihklaskan
apapun yang hadir dan pergi dalam hidup.
Selena, apa kau tahu yang terjadi di
taman tadi, kau tahu yang mereka katakan tadi?
Memangnya apa yang terjadi ? jawabku.
“Hei lihatlah, ada manusia bodoh
disana !!” ceplos Mawar.
“Hei apa yang kau katakan untuk ku
dan sahabatku?” Jawabku
“Kalian itu tidak bersyukur dan
tidak menerima apapun yang ada dalam hidup kalian, apalagi untuk merelakan pasti akan lebih
sulit lagi.”
“Maksud mu?” Ujarku
“Lihatlah kami, kami hidup untuk
dimnafaatkan oleh makhluk lain. Dan apakah kami menyesalinya? Apakah kami
bersedih” tambah Mangga.
“Namun mengapa kalian berfikir bahwa
hidup kalianlah yang sangat menderita” ujar Jati kesal.
“Aku selalu diinjak oleh setiap
makhluk yang lewat, aku selalu berada di bawah da diremehkan, dan saat aku
sudah mulai tumbuh memanjang, maka dengan segera aku akan dipotong. Dan itulah
yang selalu menjadi siklus hidupku” curhat Rumput.
“Tapi kami selalu bersyukur dan
menikmati hidup kami, kamu juga rela karena kami bisa bermanfaat ” tambah
Rumput lagi.
Jeda
sejenak...........
Ya Nei, aku juga mendengarnya tadi,
tapi aku tidak begitu menghiraukannya.
Aku mulai sadar kalau aku harus bisa
menerima semua ini, dan segala hal yang terjadi dalam hidupku tanpa harus banyak
mengeluh dan bersedih lagi, agar aku juga mudah menjalani kehidupan ini.
Senja mulai meninggalkan atap rumah
yang mulai tersenyum padaku, ia bahagia karena aku mulai menegerti hal baru
yang kini kujadikan falsafah hidup.
Neira adalah teman yang selalu ada
dalam dalam suka duka ku. Aku tahu bahwa jika kehilangan sesuatu, maka Tuhan
akan menggantikannya dengan yang lebih baik, dan kini secercah asa lingkaran mulai
hidup kembali.
Sel.......
Mengapa kamu melamun?...
“I
Love You Nei “ ucapku dengan mata berbinar...
“I Love You Too my Selena” sahut
Neira sambil tersenyum.
Terima kasih Tuhan kau tlah hadirkan
dia dalam hidupku yang menjadikan si lingkaran ku sempurna....