Rabu, 18 Januari 2017

Final Bahasa Indonesia Dasar

Final Bahasa Indonesia Dasar
Nurul Iman
160209046
PGMI

1.Jelaskan faktor yang menyebabkan bahasa melayu diangkat menjadi bahasa indonesia !
Jawab:
            Bahasa indonesia yang kini dipakai sebagai bahasa resmi di Indonsia berasal dari bahasa Melayu. Hal ini di putuskan dalam Kongres Bahasa Indonesia di Medan pada tahun 1954.
            Pada hari sumpah pemuda 28 Oktober 1928, diresmika suatu bahasa nasional, yaitu bahasa Indonesia. Nama ini baru bersifat politis, sejalan dengan nama negara yang di idam-idamkan.
            Perkembangan bahasa Melayu menjadi bahasa indonesia tidak terjadi dalam waktu singkat, tetapi mengalami proses pertumbuhan secara perlahan dengan perjuangan yang sangat keras. Ada beberapa faktor yang memungkinkan diangkatnya bahasa melayu menjadi bahasa persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebagai berikut:
1)            Sejarah telah membantu penyebarkan bahasa melayu. Bahasa melayu merupakan lingua franca (bahasa perhubunan atau bahasa perdagangan) di indonesia. Malaka pada masa kejayaannya  menjadi pusat perdagangan danpengembangan agama Islam. Dengan bantuan para pedagang, bahasa melayu disebarkan ke seuruh pantai nusantara terutama di kota-kota pelabuhan. Bahasa melayu menjadi bahasa antar individu, karena bahasa melayu itu sudah tersebar dan boleh dikatakan sudah menjadi bahasa sebagian penduduk. Kemudian Gebernur Jendral Rochusen menetapkan bahwa bahasa melayu dijadikan bahasa pengantar di sekolah ntuk mendidik calon pegawai negeri bangsa bumi putera.
2)            Bahasa melayu mempunyai sistem yang sangat sederhana hal ini ditinjau dari segi fonologi, morfoogi, dan sintaksis. Karena sistemnya yang sederhana, bahasa melayu mudah untuk di pelajari. Dalam bahasa ini tidak di kenal gradasi (tingkatan) bahasa seperti dalam bahasa Jawa atau Sunda dan Bali, atau pemakaian bahasa kasar dan bahasa halus.
3)            Faktor psikologi, yaitu bahwa suku jawa dan sunda telah dengan sukarela  menerima bahasa Melayu menjadi bahasa nasional, semata-mata karena didasarkan pada keinfasan dan manfaatnya segera ditetapkan bahasa nasional untuk seluruh kepulauan Indonesia.
4)            Bahasa melayu mempunyai kesanggupan untuk dipakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti luas.
Untuk mengikuti pertumbuhan bahasa indonesia dari awal, terdapat fakta-fakta  historis hingga sekarang, yaitu sebagai berikut:
a.       Sebelum masa kolonial
Bahasa melayu dipakai oleh kerajaan Sriwijaya sekitar abad VII. Hal ini terbukti dengan adanya empat buah prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya. Keempat prasasti itu ditrmukan di Kedukan Bukit (680 M), di Talang Tuwo (dekat Palembang paa 684 M), di Kota Kapur ( Bangka Barat pada 686 M),  di Karang Berahi ( Jambi pada 688 M). Buti lain di temukan di ulau Jawa yaitu di Kedu. Di situ ditemukan sebuah prasasti yang terkenal bernama inskripsi Gandasulu pada tahun 832 M. Berdasarkan penyelidikan Dr. J.G. De Casparis menyatakan bahwa prasasti tersebt berbahasa melayu kuno dengan adanya dialek Melayu Ambon, Timor, Manado, dsb.
b.      Masa kolonial
Ketika orang-orang barat sampai di Indonesia pada abad XVII, mereka menghadapi suatu kenyataan bahwa bahasa melayu digunakan sebagai bahasa resmi dalam pergaulan dan bahasa perantara dalam perdagangan.
Ketika bangsa Portugis maupun bangsa Belanda mendirikan sekolah-sekolah, mereka terkendala mengenai bahasa pengantar. Usaha menerapkan bahasa Portugis dan Belanda sebagai bahasa pengantar mengalami kegagalan. Demikian pengakuan Belanda Dancerta tahun 1631 M. Ia mengatakan bahwa kebanyakan sekolah di Maluku menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantarnya.
c.       Masa pergerakan kebangsaan
Pada saat timbulnya pergerakan kebangsaan terasa perlu adanya suatu bahasa nasional, untuk mengikat bermacam-macam suku bangsa yang ada di Indonesia. Suatu pergerakan yang besar dan hebat hanya bisa berhasil apabila senua rakyat di ikutsertakan. Untuk itu, mereka mencari bahasa yang dapat dipahami dan dipakai oleh semua orang, pada mulanya agak sulit menentukan bahasa mana yang akan menjadi bahasa persatuan. Namun mengingat kesulitan tersebut untuk mempersatukan berbagai suku bangsa, akhirnya Jong Java memutuskan untuk mengakui dan memilih bahasa melayu sebagai bahasa pengantar.
Dengan adanya bermacam-macam faktor tersebut, akhirnya pada tanggal 28 Oktober 1928, yaitu saat berlansungnya Kongres Pemuda Indonesia di Jakarta dihasilkan ikrar bersama yang bernama “ Sumpah Pemuda”, yang berbunyi:
1)      Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
2)      Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
3)      Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
d.      Masa Jepang dan Zaman Kemerdekaan
Setelah Perang Dunia II, ketika tentara Jepang memasuki Indonesia bahasa Indonesia telah menduduki tempat yang penting dalam perkembangan bahasa indonesia. Usaha jepang untuk menggunakan bahasa Jepang sebagai pengganti bahasa Belanda tidak terlaksana. Bahasa Indonesia juga dipakai sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan.
2. Jelaskan fungsi bahasa indonesia sebagai lambang kebangsaan !
Jawab:
Bahasa Indonesia sebagai lambang kebangsaan adalah bahasa Indonesia yang mempunyai nilai-nilai sosial, nilai budaya luhur bangsa. Dengan nilai yang dimiliki tersebut merupakan cerminan bangsa Indonesia, untuk itu kita sebagai warga negara Indonesia harus bangga, menjunjung tinggi dan mempertahankan nilai-nilai yang terkadung di dalamnya serta mengamalkan sesuai dengan isi nilai sosial dan budaya luhur bangsa kita.
3. Didalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa indonesia berfungsi sebagai bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan. Jelaskan maksud dari pernyataan tersebut !
Jawab:
Maksudnya sebagai bahasa negara, bahasa indonesia juga di pakai sebagai bahasa pengantar pendidikan di lembaga-lembaga pendidikan baik di lembaga pendidikan  formal maupun informal, mulai dari pendidikan anak usia dini,  pendidikan taman kanak-kanak sampai pada perguruan tinggi yang ada di seluruh indonesia.
Materi pelajaran sekolah yang berbentuk media cetak juga harus menggunakan bahasa Indonesia, Hal itu juga dilakukan dengan menerjemahkan (mengartikan) buku-buku yang berbahasa asing menjadi bahasa Indonesia. Cara seperti itu akan sangat membantu dalam meningkatkan laju perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar ilmu pendidikan, pengetahuan dan teknolologi (iptek).

4. Ketika seorang mahasiswa sedang berbincang-bincang dengan dosennya mengenai sebuah tayangan di televisi yang sedang menjadi tayangan favorit saat ini, maka bagaimanakah ragam bahasa yang sebaiknya digunakan oleh mahasiswa tersebut? Jelaskan berdasarkan argumentasimu !
Jawab:
            Sebelumnya ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Variasi tersebut bisa berbentuk dialek, aksen, laras, gaya, atau berbagai variasi sosiolinguistik lain, termasuk variasi bahasa baku itu sendiri. Jadi menurut saya saat kita sedang berbincang-bincang dengan dosen mengenai sebuah tayangan di televisi yang sedang menjadi tayangan favorit saat ini, maka ragam yang seharusnya di gunakan adalah bahasa yang baik dan benar, yang sesuai dengan sasaran dan konteks pembicaraan dan lawan bicara serta kondisi dan situasi terjadinya percakapan tersebut, karena bahasa yang baik itu adalah bahasa yang sopan dan santun serta bahasa yang benar itu merujuk pada penggunaan aspek kaidah penggunaan tata bahasa yang sesuai dengan EYD dan terdapat pada Kamus Besar Bahasa Indonesia.

5. Tuliskan sebuah dialog dengan menggunakan ragam baku lisan ! 
Jawab:
Nuri: Ka, catatan bahasa indonesia kapan terakhir kumpul?
Rizka: sepertinya besok.
Nuri: baiklah saya akan baca dulu sekarang, setelah itu baru saya tulis. terimakasi atas informasinya.
Rizka: sama-sama Nuri.

6. Bagaimanakah ragam bahasa yang sebaiknya dilakukan seorang dosen dalam proses pembelajaran dalam kelas. Jelaskan berdasarkan tanggapan anda !
Jawab:
Menurut saya menggunakan ragam bahasa fungsional. Karena ragam bahasa fungsional adalah ragam bahasa yang dikaitkan dengan profesi, lembaga, lingkungan kerja, atau pada kegiatan tertentu. Serta ragam fungsional ini juga dikaitkan dengan keadaan keresmian penggunanya. Maka seorang dosen akan menggunakan bahasa yang baku atau mungkin semi baku yang disesuaikan dengan kondisi mahasiswa atau audiens yang ada saat proses pembelajaran berlansung.
7. Buatlah sebuah paragraf deduktif yang bertemakan pendidikan !
Jawab:
Berpikir ilmah dapat ditanamkan kepada siswa sejak sekolah dasar. Bagaimana caranya? Misalnya, ajaklah siwa mengamati dan mencatat jenis dan jumlah tanaman toga yang ada di lingkungan sekolah. Pada saat siswa belajar di SMP. disini siswa diajak untukbereksperimen kecil dengan membuat percobaan sederhana. Ketika siswa belajar di SMA, berpikir ilmiah lebih ditekankan pada pengerjaan pelatihan  yang lebih bervariasi atau juga dapat mengembangkannya. Artinya, untukbelajar berpikir ilmiah, siswa tidak perlu menunggu menjadi mahasiswa yang belajar di universitas.

8. Apakah yang dimaksud dengan paragraf induktif? Berikan satu contoh paragraf induktif yang bertemakan kesehatan !
Jawab:
Paragraf induktif adalah paragraf yang menempatkan ide atau gagasan utamanya terdapat pada akhir paragraf. Di awal paragraf induktif diawali oleh penjelasan, keterangan atau data. Kadang-kadang gagasan dalam paragraf induktif berupa kesimpulan dari pernyataan-pernyataan yang telas di sebutkan terlebih dahulu.
Contoh paragraf induktif:
Vitamin merupakan salah satu substansi dalam makanan yang berperan aktif memperlancar proses metabolisme dan dapat diperoleh melalui proses alamiah dalam tubuh ataupun tambahan dari luar. Secara alamiah, tubuh memproduksi beberapa jenis vitamin seperti vitamin D. Tubuh memproduksi vitamin ini dengan bantuan matahari. Cukup dengan berjemur sekitar 05 sampai 15 menit, maka provitamin D di dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin D. Sementara itu cara berbeda perlu dilakukan untuk mencukupi kebutuhan vitamin yang tidak secara alamiah dihasilkan oleh tubuh seperti vitamin C. Untuk jenis vitamin ini kita membutuhkan asupan dari luar tubuh dengan cara mengonsumsi sayur-sayuran ataupun buah-buahan sesuai dengan porsi yang dibutuhkan. Kekurangan nutrisi vitamin dapat berpotensi menimbulkan berbagai gangguan dalam tubuh seperti sariawan, tubuh mudah letih, dan rentan terhadap serangan virus. Gangguan yang timbul tentunya dapat menghambat aktivitas keseharian penderitanya. Oleh karena itu, memperhatikan kecukupan vitamin adalah hal yang penting bagi kesehatan tubuh kita.

9. Perhatikan penggalan kalimat berikut !
Afik dan Ana keluar kamar dan membentak kedua orangtuanya karena sudah mengganggu tidur mereka kemudian kembali ke kamarnya. Di sisi lain Robby dan Nina juga keluar untuk memisahkan orang tua mereka. Tanpa pikir panjang, Pak Ikhsan lansung menyerobot masuk tanpa memperdulikan bu Nila serta Robby dan Nina yang berada di hadapannya. Bu Nila hanya bisa pasrah atas kelakuan suaminya itu, ia pun pergi ke kamar untuk tidur, Robby dan Nina juga pergi ke kamar.
Penggalan kalimat di atas termasuk ke dalam jenis narasi sugestif atau ekspositoris ? Berikan penjelasanmu !
Jawab:
            Menurut saya kalimat di atas adalah jenis paragraf narasi sugestif karena mengisahkan suatu hasil rekaan, khayalan, atau imajinasi pengarang teks tersebut juga bersifat fiktif. Narasi sugestif selalu melibatkan daya khayal atau imajinasi karena sasaran yang ingin dicapai adalah kesan terhadap peristiwa  itu. Disebut juga narasi fiksi. Contoh narasi sugestif adalah cerpen, novel dongeng, dsb.

10. Langkah-langkah menulis sebagai berikut. Pertama, tentukan topik. Kedua, mengumpulkan data. Ketiga, membuat kerangka karangan. Keempat, kembangkan kerangka menjadi tulisan. Kelima, tentukan judul karangan. Jenis teks eksposisi tersebut adalah ? Sertakan dengan penjelasan Anda !
Jawab:
Jenis teks eksposisi tersebut adalah eksposisi proses, karena terdapat proses atau langkah-langkah untuk menyusunnya menjadi sebuah teks.
11. Cermatilah paragraf acak berikut!
Tata cara makan di restoran:
1)      Makan dengan santai
2)      Meminta struk pembayaran kepada pelayan
3)      Duduk pada tempat yang diinginkan
4)      Pesan menu favorit
5)      Menuju meja kasir untuk melakukan pembayaran
6)      Membayar makanan
7)      Keluar restoran
Urutan yang tepat sehingga menjadi paragraf yang padu adalah?
Jawab:
1)      Duduk pada tempat yang diinginkan
2)      Pesan menu favorit
3)      Makan dengan santai
4)      Meminta struk pembayaran kepada pelayan
5)      Menuju meja kasir untuk melakukan pembayaran
6)      Membayar makanan
7)      Keluar restoran

12. Ternyata badai ekonomi membuat beberapa wilayah negeri ini bergolak. Efek domino lepasnya Timor Timur tampak semakin menggejala. Disana-sini muncul wacana tentang kemerdekaan wilayah. Dengan demikian, negeri ini menghadapi bahaya maha hebat, yakni disintegrasi. Apakah benar karangan di atas termasuk karangan argumentasi? Jelaskan berdasarkan argumentasimu dengan menyertakan fakta dan opini yang terdapat dalam karangan tersebut !
Jawab:
            Kutipan paragraf diatas adalah paragraf argumentasi karena terdapat opini dengan alasan berupa fakta.
·         Faktanya adalah:
1)      Efek domino lepasnya Timor Timur tampak semakin menggejala.

·         Opini:
1)      Ternyata badai ekonomi membuat beberapa wilayah negeri ini bergolak.
2)      Disana-sini muncul wacana tentang kemerdekaan wilayah.

13. Tuliskan 5 contoh kalimat persuasif yang bertemakan “HUT PGMI KE-8 UIN Ar- Raniry Banda Aceh” !
Jawab: 
1)      Mari rayakan HUT PGMI UIN Ar-Raniry yang ke-8, saksikan dan buktikan kemeriahannya.
2)      PGMI  berjaya UIN berbangga.
3)      Ayo sukseskan HUT PGMI UIN Ar-Raniry  ke-8, jadikan motivasi agar terus maju.
4)      HUT PGMI UIN Ar-Raniry ke-8, tingkatkan kualitas dan kuantitas !!
5)      Semangat HUT PGMI ke-8 UIN Ar-Raniry semangat lanjutkan perjuangan.

14. Perhatikan bagian deskripsi dari teks deskripsi Tari Kecak yang acak berikut!
 1) Ritual ini kemudian diadopsi oleh I Wayan Limbak dan Walter Spies menjadi sebuah seni pertunjukan oleh umum dan ditampilkan di berbagai negara di Eropa dengan nama Tari Kecak.
2) Ketika itu, para penari Sanghyang menari dalam kondisi kemasukan ruh atau kerasukan.
3) Pada awalnya, dua seniman itu terpesona oleh tari-tarian dalam ritual Sanghyang.
4) Tari Kecak diciptakan pada tahun 1930-an oleh I Wayan Limbak yang bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies.
5) Ritual Sanghyang sendiri merupakan ritual masyarakat Bali yang bersumber dari tradisi pra-Hindu dengan tujuan menolak bala.
Kalimat-kalimat tersebut akan menjadi teks deskripsi yang sistematik jika disusun dengan urutan ? Jelaskan menurut pendapat Anda !
Jawab: 

4) Tari Kecak diciptakan pada tahun 1930-an oleh I Wayan Limbak yang bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies.
2) Ketika itu, para penari Sanghyang menari dalam kondisi kemasukan ruh atau kerasukan.
1) Ritual ini kemudian diadopsi oleh I Wayan Limbak dan Walter Spies menjadi sebuah seni pertunjukan oleh umum dan ditampilkan di berbagai negara di Eropa dengan nama Tari Kecak.
3) Pada awalnya, dua seniman itu terpesona oleh tari-tarian dalam ritual Sanghyang.
5) Ritual Sanghyang sendiri merupakan ritual masyarakat Bali yang bersumber dari tradisi.

kumpulan soal dan jawaban IPA serta dilengkapi sumber


1. Jelaskan hakikat  Sains !
Jawaban :
1). Sumber:  “Pembelajaran IPA di SEKOLAH DASAR”  penulis Drs. H. Usman Samatowa, penerbit PT. Indeks
Secara singkat IPA atau sains adalah ilmu pengetahuan yang rasional dan objektif tentang alam semestadengan segala isinya (Hendro Darmojo,1992:3) selain itu, Nash 1993 dalam bukunya The Nature Of Science menyatakan bahwa IPA adalah suatu cara atau metode untuk mengamati alam. Nash juga menjelaskan bahwa vara IPA mengamati dunia ini bersifat analis, lengkap, cermat serta menghubungkan antara suatu fenomena dengan fenomena lain, sehingga keseluhannya membentuk suatu perspektif yang baru tentang objek yang diamatinya.
IPA membahas tentang gejala-gejala alam yang disusun secara sistematis yang di dasarkan pada hasil percobaan dan pengamatan yang dilakukan oleh manusia. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Fawler (dalam Winaputra 1992:122) bahwa IPA merupakan ilmu yang berhubungan dengan gejala alam dan kebendaan yang sistematis yang tersusun secara teratur, berlaku umum yang merupakan kumpulan dari hasil observasi dan eksperimen (teratur) artinya pengetahuan itu tersusun dalam suatu sistem, tidak berdiri sendiri, satu dengan lainya saling berkaitan, saling menjelaskan sehingga seluruhnya merupakan satu kesatuan yang utuh, sedangkan berlaku umum artinya pengetahuan itu tidak hanya berlaku oleh seorang atau beberapa orang dengan cara eksperimentasi yang sama akan memperoleh hasil yang sama atau konsisten. Selanjutnya ( Winaputra 1992 : 123 ) mengemukakan bahwa tidak hanya merupakan kumpulan pengetahuan tentang benda atau makhluk hidup tetapi memerlukan kerja, cara berfikir, dan cara memecahkan masalah. Kesimpulan:
Bahwa Sains adalah ilmu pengetahuan yang: mempunyai objek dan menggunakan metode ilmiah.
2) Sumber buku: “ Ilmu Alamiah Dasar” oleh Drs. Abdullah Aly dan Ir. Eni Rahma, penerbit  PT. Bumi Aksara
“ IPA merupakan ilmu yang sistematis dan dirumuskan, yang dirumuskan dengan gejala-gejala kebendaan dan didasarkan atas pengamatan dan induksi”: ( Fowler et-al, 1952 ). Sedangkan Nokes dalam bukunya “Science In Education” menyatakan IPA adalah pengetahuaan teoritis yang diperoleh dengan metode khusus.
Kedua pendapat diatas sebenarnya tidak berbeda. Memang benar bahwa IPA merupakan suatu ilmu teoritis, tetapi teori tersebut didasarkana atas pengamatan, percobaan terhadap gejala alam. Betapapun indahnya teori dirumuskan tidaklah dapat dipertahankan bila tidak sesuai dengan hasil pengamatan. Teori tidak dapat berdiri sendiri karena harus didasari hasil pengamatan. Contonya: Maxwell tidak akan sampai menyusun teori gelombang elektromagnetik bila seandainya Faraday tidak berhasil dalam percobaanya mengenai induksi elektromagnetik.
Jadi dapat disetujui bahwa Ilmu Pengetahuan Alam atau Sains adalah suatu pengetahuan teoritis yang diperoleh atau disusun dengan cara khas/khusus, yaitu merupakan observasi , eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan, observasi dan demikian seterusnya saling kait-mengait antara cara satu dengan cara yang lainnya.
3). Sumber buku: BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas X, Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam, Kurikulum 2013, disusun oleh Dra. Irnaningtyas. M.Pd., dicetak oleh PT Gelora Aksara Pratama, Penerbit Erlangga, halaman 6.
Sains (science) berasal dari kata latin scientia yang artinya pengetahuan. Sains merujuk pada sistem untuk mendapatkan pengetahuan melalui pengamatan dan eksperimen serta berbagai bidang ilmu yang bersifat ilmiah. Bidang ilmu sains biasanya dibedakan menjadi 2, yaitu ilmu alam dan ilmu sains sosial. Sains memiliki beberapa karakteristik, yaitu:
a.       Rasional, atrinya sains merupakan hasil kegiatan berpikir secara logis dengan menggunakan nalar (rasio) yang hasilnya dapat diterima nalar manusia. Sains bukan takhayul.
b.      Objektif, sains merupakan kebenaran apa adanya karena didasarkan atas data-data dan tanpa pengaruh pendapat atau pandangan pribadi.
c.       Empiris, sains dapat dibuktikan dengan pengamatan, penelitian atau eksperimen.
d.      Akumulatif, sains dapat dibentuk berdasarkan teori lama yang disempurnakan, ditambah, atau diperbaiki sehingga makin sempurna.
2. Berikan contoh produk ilmiah, proses ilmiah, keterampilan kerja ilmiah, dan sikap pada permasalahan IPA !
Jawaban :
- Produk ilmiah
1)Sumber: 1). Sumber buku: BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas X, Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam, Kurikulum 2013, disusun oleh Dra. Irnaningtyas. M.Pd., dicetak oleh PT Gelora Aksara Pratama, Penerbit Erlangga, halaman 9.
Hakikat IPA sebagai produk adalah hasil yang diperoleh setelah melakukan pengamatan atau observasi yang tersusun secara sistematis dan lebih sederhana sesuai dengan pemahaman dan kemampuan anak. Produk IPA meliputi:
a.       Fakta
Fakta adalah pernyataan tentang benda yang benar-benar ada atau terjadi. Contoh: Kupang adalah ibu kota provinsi NTT.
b.      Konsep
Konsep adalah kumpulan dari beberapa fakta yang saling berhubungan. Contoh: manusia.
c.       Prinsip
Prinsip adalah kumpulan beberapa konsep. Contoh: tumbuhan akan tumbuh keatas.
d.      Teori dan hukum
Teori dan hukum adalah prinsip-prinsip yang sudah diterima. Contoh: teori Jean Peaget.

- Proses ilmiah dan keterampilan kerja ilmiah
1). Sumber buku: BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas X, Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam, Kurikulum 2013, disusun oleh Dra. Irnaningtyas. M.Pd., dicetak oleh PT Gelora Aksara Pratama, Penerbit Erlangga, halaman 10-15.
Pendekatan keterampilan proses (Inquiry approach) adalah suatu cara yang diterapkan agar dapat  menemukan sendiri fakta dan konsep ilmiah dengan melibatkan secara maksimal seluuk menembuhkan ruh kemampuannya. Pendekatan keterampilan proses saling tepat digunakan untuk  menumbuhkan dan mengembangkan jiwa ilmiah seseorang. Dengan keterampilan kerja ilmiah ini, seseorang menjadi lebih aktif, kreatif, inovatif dalam memecahkan madalah dan menghasilkan suatu produk sains. Ketermpilan proses kerja ilmiah antara lain mencakup:
a.       Klasifikasi objek
Klasifikasi adalah kegiatan mengelompokkan objek berdasarkan kriteria tertentu yang ditetapakn. Klasifikasi bertujuan untuk menyederhanakan objek sehingga akan memudahkan dalam melakukan penelitian. Sebasgai contoh, bila kita akan mengadakan penelitian tentang pengaruh tentang penggunaan formalin terhadap mamalia, maka kita tidak perlu melakukan uji coba pada semua jenis mamalia, tetapi cukup menggunakan salah satu jenis mamalia yang mewakilinya, misalnya tikus putih.
b.      Mengajukan pertanyaan
Ide penelitian bisa muncul dari rasa ingin tahu yang tinggi. Pertanyaan yang muncul ketika anda melihat suatu kejadian yang aneh dapat diangkat sebagai suatu masalah yang diselesaikan melalui serangkaian penelitiaan. Sejumlah pertanyaan dengan menggunakan 5W+1H dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan merumuskan masalah yang merupakan langkah awal dalam penelitian ilmiah. Masalah-masalah yang menarik untuk diteliti dapat ditemukan secara sengaja maupun tidak. Contohnya:
Setiap hari Minggu, Amir pergi memancing ikan ke danau Telaga Warna. Amir mengamati adanya keanehan pada danau tersebut, yaitu warna air danau yang berubah-ubah. Kemudian timbul beberapa pertanyaan dalam dirinya:
·         Mengapa warna air danau berubah-ubah?
·         Warna apa saja yang terlihat di danau itu?
·         Apa yang menyebabkan timbulnya perubahan warna pada air danau tersebut?
Untuk dapat menemukan jawaban dari sejumlah pertanyaan yang muncul, maka diperlukan pengkajian teori dan pengumpulan informasi dari berbagai sumber. Bila informasiyang diperoleh belum memuaskan, maka perlu dilanjutkan ke tahap penelitian selanjutnya.
Selain untuk merumuskan masalah dalam penelitian, pertanyaan-pertanyaan juga diperlukan dalam rangka merancang percobaan. Beberapa pertanyaan yang akan timbul, antara lain sebagai berikut:
·         Dimana percobaan akan dilakukan?
·         Berapa lama percobaan akan dilakukan?
·         Bahan dan alat apa saja yang diperlukan?
·         Bagaimana cara kerjanya?
·         Variabel-variabel apa saja yang harus ada dalam eksperimen tersebut?
c.       Melakukan pengamatan (observasi)
Pengamatan (observasi) adalah kegiatan untuk memperoleh data atau informasi yang berhungan dengan objek penelitian dengan menggunakan pancaindra maupun dengan bantuan alat. Pengamatan dengan pancaindra bisa dilakukan dengan cara melihat, mendengar, meraba, membaui, mengecap sesuai dengan jenis data yang diambil. Pengamatan dengan alat, misalnya dengan menggunakan penggaris atau meteran untuk mengukur panjang objek, termometer untuk mengatur suhu, lup atau mikroskop untuk melihat benda mikro, dll. Data yang diperoleh dari kegiatan pengamatan dapat berupa data kualitatif dan data kuantitatif.
a)       Data kualitatif
Data kualitatif adalah data yang tidak dapat dinyatakan dengan angka. Data kualitatif biasanya diperoleh dari pengamatan dengan menggunakan pancaindra. Contoh data kualitatif:
·         Warna air danau ke abu-abuan.
·         Bunga mawar merah lebih harum dari bunga mawar putih.

b)      Data kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang dapat dinyatakan dengan angka. Data kuantitatif biasanya diperoleh dari pengamatan yang menggunakan alat bantu, misalnya penggaris, timbangan, termometer atau alat lain. Namun, ada pula data kuantitatif yang di peroleh tanpa memerlukan bantuan alat, misalnya umur seseorang yang dapat dihitung berdasarkan tahun kelahiran. Berikut data kuantitatif:
·         Sampel air dari sebuah sungai memiliki pH 4,0.
·         Suhu udara dilokasi percobaan 25o C.
Data kualitatif kurang tepat dan cenderung subjektif (tergantung pengamat) dibandingkan dengan fata kuantitatif
d.      Menyajikan data
Agar lebih mudah dimengerti orang lain, data hasil pengamatan (observasi) sebaliknya disajikan secara ringkas dan sistematis. Data dapat disajikan dalam bentuk tabel, grafik, skema, atau gambar.
e.       Menafsirkan data
Menafsirkan data adalah memberikan arti atau makna pada data hasil pengamatan. Dalam menafsirkan data diperlukan suatu acuan, misalnya teori yang sudah ada atau kejadian lainnya.
f.       Memprediksi dan memprakirakan data
a)      Memprediksi
Memprediksi adalah membuat dugaan berdasarkan logika. Contohnya: ada seorang anak yang sudah berusia 18 tahun, tetapi badannya pendek seperti anak berusia 8 tahun. Kedua orang tua anak tersebut terlihat normal. Prediksi yang dapat dibuat misalnya saat masih kecil, anak tersebut mungkin kekurangan gizi dan sering menderita sakit.
b)      Memprakirakan
Memprakirakan adalah membuat dugaan mengenai suatu kejadian yang tidak diketahui berdasarkan data yang ada. Contohnya prakiraan cuaca. Prakiraan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu prakiraan intrapolasi dan prakiraan ekstrapolasi. Prakiraan intrapolasi adalah membuat dugaan terhadap kejadian yang sudah pernah terhadi, tetapi tidak diketahui. Sementara prakiraan ekstrapolasi adalah membuat dugaan terhadap kejadian yang belum terjadi dan kemungkinan akan terjadi.
g.      Identifikasi variabel dalam percobaan
Dalam percobaan, terdapat dua kelompok perangkat percobaan, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol merupakan perangkat percobaan yang tidak diberi perlakuan, gunanya adalah sebagai pembanding. Sementara kelompok eksperimen merupakan perangkat percobaan yang diberi perlakuan tertentu. Perlakuan tersebut dapat bervariasi sehingga disebut variabel. Variabel merupakan faktor penentu atau faktor yang berpengaruh; dapat berubah maupun diubah. Dalam merancang suatu percobaan, anda perlu memilih variabel yang sesuai dengan tujuan percobaan dan alat atau bahanyang tersedia. Selanjutnya, variabel yang terpilih dikaji dan diteliti pengaruhnya.
Berikut ini contoh identifikasi variabel pada percobaan tentang pengaruh limbah kimiawi rumah tangga (detergen) terhadap pertumbuhan tumbuhan air Hydrilla sp.
Variabel pada percobaan tersebut, yaitu sebagai berikut:
·         Variabel kontrol: tumbuha air, air, cahaya matahari, udara, wadah.
·         Variabel bebas: penambahan detergen yang berbeda-beda pada masing-masing kelompok eksperimen (1 g, 2 g, 3 g).
·         Variabel terikat: pertumbuhan tumbuhan air (berat dan panjang tumbuhan setelah 2 minggu)
·         Variabel pengganggu yang mungkin terjadi: kesegaran tumbuhan air yang digunakan kemungkinan tidak sama.
- Sikap ilmiah
1). Sumber buku: BIOLOGI SMP / MTs VII karya Agung Wijaya, penerbit  Grasindo,
Sikap ilmiahmerupakan sikap-sikap yang harus dimiliki seorang pada saat melakukan keterampilan proses ilmiah untuk menghasilkan produk ilmu, baik konsep, prinsip, teori atau hukum. Jika sikap ilmiah seorang ilmuan rendah atau tidak baik, maka ilmunya tidak akan berkembang karena ia enggan untuk terus berkarya. Dan sebaliknya, jika sikap ilmiah seorang ilmuan tinggi, maka ilmunya dapat berkembang pesat dan maju.
Adapun sikap ilmiah yang penting dan harus dimiliki dan dikembangkan , yaitu :
a.       Peka dan kritis terhadap keadaan dan lingkungan sekitar.
b.      Objektif:  bersikap apaadanya, sesuai dengan gejala yang ditemukan dan tidak memihak kepada siapapun.
c.       Cermat: teliti, tidak menganggap sepele sesuatu yang diamati atau dikemukakan.
d.      Terbuka: berkenan untuk menerima kritik, saran atau pendapat, serta segala perubahan atau keadaan yang mungkin terjadi.
e.       Jujur: menyampaikan apaadanya, tidak memanipulasi data.
f.       Tidak skeptis: tidak mudah puas atas apa yang sudah diperolehnya.
2). Sumber buku: BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas X, Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam, Kurikulum 2013, disusun oleh Dra. Irnaningtyas. M.Pd., dicetak oleh PT Gelora Aksara Pratama, Penerbit Erlangga, halaman 9-10.
Bagaimana cara ilmuawan menghasilkan produk sains? Mungkinkah kita dapat mengikuti cara mereka?. Agar dapat menghasilkan produk sains baru, para ilmuwan harus peka dan berpikir kritis terhadap gejala yang ada di alam. Mereka juga harus bekerja dengan tekun dan teliti ( didalam maupun diluar laboratorium ) dan melakukan diskusi untuk bertukar pendapat dengan ilmuwan lainnya tentang penemuan-penemuannya.
Kita pun dapat menjadi seperti mereka, asalkan kita memiliki sikap ilmiah seperti yang dimiliki ilmuwan, antara lain sebagai berikut:
a.       Peka dan kritis terhadap fenomena atau kejadian di alam.
b.      Tidak percaya pada takhayul, yang kebenarannya tidak dapat dibuktikan.
c.       Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
d.      Memiliki minat yang besar untuk dapat menghasilkan suatu produk sains.
e.       Berpikir logis, terbuka, serta mau menerima kritik dan pendapat orang lain.
f.       Jujur dan objektif terhadap hasil penelitian yang dilakukan.
g.      Teliti, tekun, dan tidak mudah putus asa ketika melakukan penelitian.
h.      Optimis terhadap keberhasilan penelitian.
i.        Bersikap hormat terhadap peneliti lain atau pun orang lain.
j.        Menghargai hasil penelitian dan penemuan orang lain.
3. Sebutkan urutan logis prosedur ilmiah/metode ilmiah!
Jawaban :
1). Sumber: buku BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas X, Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam, Kurikulum 2013, disusun oleh Dra. Irnaningtyas. M.Pd., dicetak oleh PT Gelora Aksara Pratama, Penerbit Erlangga, halaman 15.
Langkah-langkah dalam metode ilmiah adalah sebagai berikut:
a.       Menemukan dan merumuskan masalah.
b.      Mengumpulkan informasi (data-data).
c.       Menyusun hipotesis atau dugaan sementara.
d.      Melakukan percobaan untuk menguji kebenaran hipotesis.
e.       Mengolah hasil percobaan (analisis data)
f.       Membuat kesimpulan.
g.      Mengomunikasikan hasil penelitian kepada khalayak.
2). Sumber: buku ILMU ALAMIAH DASAR karya Drs. Abdullah Aly dan Ir. Eny Rahma, penerbit PT Bumi Aksara.
Berikut langkah-langkah dalam metode ilmiah, yaitu:
a.       Penemuan masalah.
b.      Perumusan kerangka masalah.
c.       Pengajuan hipotesis.
d.      Deduksi hipotesis.
e.       Pengujian hipotesis.
3). sumber: buku Pitoyo, A. Biologi untuk SMA/MA kelas X. Sidoarjo: Masmedia, 2013,  halaman 13.

Urutan logis prosedur ilmiah/metode ilmiah adalah sebagai berikut:
a.       Merumuskan masalah.
b.      Pengumpulan data.
c.       Penyusunan hipotesis.
d.      Eksperimen.
e.       Kesimpulan.
f.       Uji kesimpulan.

4. Identifikasi  ciri-ciri makhluk hidup (bedakan ciri-ciri hewan dan tumbuhan) !
Jawaban :
1). Sumber : buku IPA BIOLOGI untuk SMP/MTs kelas VII, Tim Abdi Guru, Penerbit Erlangga, tahun 2014, halaman 3-13.
Ciri-ciri makhluk hidup serta perbedaan  antara hewan dan tumbuhan pada setiap ciri tersebut, yaitu:
a.       Bergerak
Semua makhluk hidup dapat bergerak. Manusia dan hewan dapat bergerak dengan bebas atau berpindah tempat. Untuk bergerak, manusia dan hewan memerlukan sarana untuk bergerak yang disebut alat gerak. Alat gerak dapat berupa kaki untuk berlari, sirip untuk berenang, dan sayap untuk berenang.
Sebaliknya pada tumbuhan, pergerakan pada tumbuhan dilakukan oleh sebagian tubuhnya sehingga tidak terlihat adanya perpindahan tempat. Contoh gerak pada tumbuhan adalah ujung batang bergerak ke arah datangnya cahaya, akar bergerak ke bawah menembus tanah, dan daun putri malu akan menguncup ketika disentuh.
b.      Memerlukan makanan
Makanan dan air merupakan kebutuhan bagi semua makhluk hidup. Makanan berfungsi untuk menghasilkan energi, pertumbuhan, dan mengganti sel tubuh yang rusak. Air berfungsi sebagai zat pelarut di dalam tubuh.Setiap makhluk hidupmempunyai cara yang berbeda–beda untuk mendapatkan makanan.
Tumbuhan hijau dapat menyusun makanannya sediri dari air (H2O) dan juga dari karbon dioksida (CO2) dengan bantuan sinar matahari melalui proses yang disebut fotosintesis. Hasil fotosintesis berupa zat tepung. Fotosintesis juga menghasilkan oksigen. Karena kemampuannya membuat makanannya sendiri berupa bahan organik, tumbuhan disebut sebagai makhluk hidup autotrof.
Sedangkan hewan dan manusia disebut sebagai makhluk hidup heterotrof, yaitu makhlukhidup yang menggunakan bahan organik sebagai sumber makanannya. Hewan ada yang memakan tumbuhan, memakan hewan, dan memakan tumbuhan dan hewan.
c.   Peka terhadap ransangan
Semua makhluk hidup dapat bereaksi terhadap perubahan yang terjadi disekitarnya. Reaksi ini timbul jika ada ransangan dari lingkungan. Ransangan dapat berupa cahaya, panas, dingin, bau, sentuhan, gravitasi, rasa, dan lain-lain.
Manusia dan hewan menggunakan indra untuk mengenali adanya ransangan tersebut. Misalnya, mata peka terhadap ransangan cahaya, telinga peka terhadap adaya getaran suara, hidung peka terhadap bau, kulit peka terhap sentuhan, dan lidah peka terhadap rasa zat.
Tumbuhan tidak memiliki indra seperti manusia dan hewan, tetapi tumbuhan juga peka terhadap ransangan. Misalnya, ujung batang selalu mengarah ke arah datangnya cahaya, ujung akar tumbuh ke bawah karena gaya gravitasi, dan putri malu akan mengatupkan daunnya jika disentuh. Sifat mampu menggapi ransangan yang datang dari lingkungan disebut iritabilita.
d.   Bernapas
      bernapas (respirasi) merupakan proses mengambil oksigen (O2) lingkungan dan mengeluarkan gas karbon dioksida (CO2) dari tubuh. Oksigen digunakan untuk mengubah zat makanan menjadi energi secara kimiawi. Energi yang dihasilkan digunakan untuk berbagai aktivitas tubuh.
      Hewan yang hidup di darat juga bernapas dengan paru-paru, misalnya kucing, kelinci, ayam,dan sapi. Hewan air umumnya bernapas dengan insang, misalnya ikan gurami, ikan tuna, dan ikan hiu. Ada pula hewan air yang bernafas dengan paru-paru namun dapat bertahan lama di dalam air, misalnya penyu, paus, lumba-lumba, yang merupakan kelompok hewan mamalia air. Beberapa kelompok hewan memiliki alat pernapasan yang sederhana, misalnya cacing tanah bernapas dengan kulit, dan serangga bernapas dengan trakea.
      Bagaimana pernapasan pada tumbuhan? Tumbuhan bernafas dengan mengambil oksigen melalui lubang-lubang kecil pada daun yang di sebut stomata. Selain itu, udara pernapasan juga keluar masuk melalui lubang-lubang kecil pada batang yang disebut lentisel.
e.   Tumbuh
Semua makhluk hidup mengalami pertumbuhan, mulai dari kecil hingga menjadi besar. Bayi yang kecil waktu lahir, akan tumbuh menjadi remaja, kemudian dewasa dan tua. Pada hewan, anak hewan yang semula kecil lambat laun mejadi besar seperti induknya.
Bagi tumbuhan, biji yang ditanam akan tumbuh menjadi kecambah dan kemudian menjadi tanaman yang lebih besar.  Dengan kata lain, tumbuh merupakan pertambahan ukuran tubuh yang tidak dapat kembali lagi ke ukuran semula. Pertambahan ukuran tersebut terjadi karena adanya penambahan jumlah dan pembesaran sel-sel penyusun tubuh.
f.    Mengeluarkan zat sisa (Eksresi)
Pengeluaran zat sisa oleh makhluk hidup disebut ekskresi. Ekskresi sangat diperlukan karena zat sisa bersifat racun sehingga jika tidak dikeluarkan akan mengganggu kinerja tubuh. Makhluk hidup memiliki alat ekskresi yang berbeda-beda. Tumbuhan mengeluarkan karbon dioksida dan uap air melalui stomata dan lentisel. Hewan mengeluarkan urine melalui ginjal.
g.   Berkembang biak
Induk kucing melahirkan anak kucing. Induk kuda melahirkan anak kuda. Dari individu berkembang menjadi banyak individu, itulah yang disebut berkembang biak (reproduksi). Semua makhluk hidup berkembang biak , tujuannya adalah melestarikan jenisnya.
Cara berkembang biak berbeda-beda ada yang  terjadi secara kawain ( seksual, generatif) dan tak kawin (aseksual, vegetatif). Reproduksi genetatif merupakan reprodukdi dengan cara meleburkan sel telur dangan sel sperma. Reproduksi  vegetatif merupakan reproduksi tanpa adanya peleburan sel telur dangan sel  sperma.
Manusia berkembang biak secara genetatif, hewan dan tumbuhan ada yang berkembang biak secara genetatif dan vegetatif. Reproduksi vegetatif dapat terjadi melalui, antara lain pertunasan, contohnya pohon pisang; setek, contohnya pohon mangga; dan umbi.
h.   Beradaptasi
Pernahkah kamu memerhatikan bagaimana kucing tidur? Mereka menggulungkan badannya, bukan? Apakah hewan itu menggulungkan badannya pada hari panas? Perhatikan bahwa unta menyimpan lemak sebagai cadangan makanan di punuknya. Kaktus memiliki daun berbentuk duri untuk mengurangi penguapan air di lingkungannya yang panas. Teratai memiliki daun yang lebar untuk mempercepat penguapan air di lingkungannya yang berair. Semua cotoh tersebut adalah bukti bahwa makhluk hidup dapat menyesuaikan diri atau dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Kemampuan beradaptasi membuat makhluk hidup dapat bertahan hidup di lingkungannya.
5. Jelaskan proses respirasi yang terjadi pada sel !
Jawaban:
1).  Sumber : buku Panduan Latihan UN Biologi untuk SMA, penyunting Anisyah Fitriana, S.Si,dkk, penerbit dan penyunting CV. HaKa MJ, halaman 72.
Respirasi yaitu reaksi oksidasi senyawa organik untuk menghasilkan energi dalam bentuk ATP atau senyawa berenergi tinggi lainnya, yang digunakan untuk aktivitas sel dan kehidupan makhluk hidup. Berdasarkan kebutuhannya akan oksigen, respirasi dibagi menjadi dua yaitu respirasi aerob dan respirasi anaerob (fermentasi).  Respirasi aerob merupakan respirasi yang memerlukan oksigen secara sederhana, reaksi respirasinya adalah:

                                    C6H12O6  +  6 O2               6 CO2 + 6 H2O + 36 ATP


Proses respirasi aerob terjadi melalui empat tahapan, yaitu sebagai berikut:
a.       Glikolisis
Glikolisis, yaitu tahapan pengubahan glukosa menjadi dua molekul asam piruvat (beratom C3), peristiwa ini berlangsung di sintosol. Asam piruvat yang dihasilkan selanjutnya akan diproses dalam tahap dekarboksilasi oksidatif. Selain itu glikolisis juga menghasilkan 2 molekul ATP sebagai energi, dan 2 molekul NADH yang akan digunakan dalam tahap transpor elektron.
b.      Reaksi Antara ( Dekarboksilasi Oksidatif )
Setelah glikolisis, terjadilah reaksi antara (dekarboksilasi oksidatif), yaitu pengubahan asam piruvat (beratom C3) menjadi Asetil KoA (beratom C2) dengan melepaskan CO2, peristiwa ini berlangsung di sitosol. Asetil KoA yang dihasilkan akan diproses dalam siklus asam sitrat. Hasil lainnya yaitu NADH yang akan digunakan dalam transpor elektron.
c.       Siklus Krebs
Siklus krebs disebut juga daur asam sitrat karena asam sitrat merupakan senyawa antara yang penting, disebut juga daur trikarboksilat (TCA). Siklus krebs terjadi di dalam matriks dan membran dalam mitokondria, yaitutahapan pengolahan asetil KoA dengan senyawa asam sitrat sebagai senyawa yang pertama kali terbentuk. Beberapa senyawa dihasilkan dalam tahapan ini, diantaranya adalah 2 ATP sebagai energi, 2 FADH2,  dan 6 NADH yang akan digunakan dalam transfer elektron, serta 4 CO2.
d.      Sistem Transpor  Elektron
Sitem transpor elektron, yaitu serangkaian reaksi yang melibatkan sistem karier elektron (pembawa elektron). Proses ini terjadi di dalam membran dalam mitokondria. Dalam reaksi ini elektron ditransfer dalam serangkaian reaksi redoks dan dibantu oleh enzim sitokrom,quinon, piridoksin, dan plavoprotein. Reaksi transfer elektron ini nantinya akan menghasilkan H2O. Setiap NADH akan menghasilkan 3 ATP, sedangkan FADH 2  menghasilkan 2 ATP. NADH yang  masuk ke sistem transpor elektron sebanyak 10 molekul dan FADH2 sebanyak 2 molekul sehingga seharusnya dihasilkan 34 ATP. Namun, pada kenyataannya NADH berasal dari glikolisis hanya dapat menghasilkan 2 ATP karena berada di sitosol sehingga total ATP yang dihasilkan pada sistem transpor elektron hanya 32ATP.
Hasil ATP bersih pada respirasi aerob jika 1 molekul glukosa yang memasuki siklus adalah 36 ATP (2 dari gliklisis, 2 dari siklus krebs, dan 32 dari sistem transpor elektron).
6. identifikasi berbagai kelainan dan penyakit pada sistem pernafasan!
Jawaban :
1).  Sumber : buku Panduan Latihan UN Biologi untuk SMA, penyunting Anisyah Fitriana, S.Si,dkk, penerbit dan penyunting CV. HaKa MJ, halaman 54.
            Gangguan kelainan dan penyakit yang terjadi pada sistem pernafasan antara lain sebagai berikut:
a.       Faringhitis
faringhitis adalah terjadinya peradangan pada faring yang di sebabkan oleh bakteri atau pun virus.
b.      Rhinitis
Rhinitis adalah terjadinya peradangan pada membran mukosa rongga hidung, hingga menyebabkan bengkak dan banyak mengeluarkan lendir yang disebabkan oleh alergi.
c.       Bronkitis
Bronkitis adalah peradangan yang terjadi pada trakea dan bronkus hingga dapat menyebabkan demam dan batuk-batuk.
d.      Pneumonia
Pneumonia adalah terjadinya radang pada dinding alveolus akibat infeksi dari bakteri Diplococcus Pneumonia.
e.       Asfiksi
Asfiksi adalah gangguan pengangkutan oksigen ke jaringan maupun gangguan penggunaan oksigen oleh jaringan. Asfiksi pada keracunan gas karbon manoksida (CO) dan asam sianida disebabkan kedua zat tersebut memiliki daya afinitas  yang lebih tinggi terhadap Hb (hemoglobin) dibandingkan dengan oksigen.
f.       Asma
Asma adalah gangguan  pernapasan dengan gejala sukar bernafas, bunyi mendesah, dan batuk-batuk yang disebabkan oleh alergi, psikis ataupun karena penyakit menurun.
g.      SARS ( Severe Acute Respiratory Syndrome)
SARS adalah penyakit saluran  respirasi akut yang disebabkan oleh virus. Yaitu virus SARS associated coronavirus (SARS-CoV). Gejala penyakit ini adalah sakit kepala, demam tinggi, batuk, sesak napas, tenggorokan gatal, lesu dan nyeri tubuh.
h.      Difteri
Difteri adalah penyakit yang diakibatkan oleh bakteri Corynobacterium diphtheriae yang mempengaruhi pernapasan bagian atas.
i.        Tuberkulosis (TBC)
Penyakit ini memiliki gejala seperti timbulnya bintik-bintik pada alveolus akibat infeksi bakteri  Mycobacterium tuberkulosis.keadaan ini dapat menyebabkan proses difusi oksigen terganggu karena adanya bintik-bintik kecil pada dinding alveolus.
2). Sumber buku : Ensiklopedia Tubuh Manusia,terjemahan dengan izin dari Dorling Kindersley, Penerbit Erlangga, tahun 2008, halaman 138-140.
j.        Tonsilitis
Tonsilitis terjadi didalam tenggorokan atas, dengan terlihat tonsil di kedua sisi membesar, menjadi kemerahan, dan meradang. Selaput putih biasanya menyertai infeksi ini.
k.      Penyakit Legionnaires
Penyakit Legionnaires adalah bentuk infeksi paru-paru yang mirip Pneumonia ini disebabkan oleh  bakteri Legionella pneumophilia.
l.        Efusi pleura
Efusi pleura adalah terdapatnya cairan berlebih di dalam mambran berlapis ganda yang mengelilingi paru-paru.
n.   Flu ( common cold)
      Flu adalah salah satu penyakit yang paling sering diderita tapi juga salah satu penyakit yang tidak berbahaya. Ditemukan sekitar 200 jenis  virus penyebab flu yang berbeda dan sangat menular. Virus-viris ini menyebar melalui cairan yang berterbangan di udara, dalam buti-butir kecil lendir yang keluar dari batuk atau bersin si penderita. Gejala flu antara lain bersin-bersin, hidung tersumbat, pertama-tama berupa cairan bening dan encer, lalu berubah menjadi lebih kental dan berwarna kuning kehijauan, sakit kepala,sedikit demam, dan kadang disertai nyeri dan memerah.
3). Sumber: Maryati, S, dkk. Biologi SMA Jilid 2 kelas XI. Jakarta:Erlangga, 2004. Halaman 132-133.

o.   Keracunan gas CN (Sianida) dan CO (karbon dioksida)
      Keracunan gas-gas ini menganggu proses pengikatan O2 oleh darah karena gas CO memiliki daya ikat jauh lebih tinggi terhadap hemoglobin daripada daya ikat hemoglobin terhadap O2. Bila 70%-80% hemoglobin dalam darah mengikat CO dan membentuk HbCO maka dapat menyebabkan kematian. Gangguan pengangkutan oksigen ke sel-sel tubuh atau jaringan tubuh disebut asfiksi.
p.   Emfisema
      Penyakit paru-paru degeneratif ini terjadi karena jaringan paru kehilangan elastisitasnya sebagai akibat gangguan jaringan elastik dan kerusakan dinding antara alveoli. Pada stadium lanjut penyakit ini, inspirasi dan ekspirasi terganggu dan beban pernapasan meningkat, timbul komplikasi seperti hipertensi pulmonal, atau pembesaran jantung yang diikuti gagal jantung. Emfisema paling sering disebabkan merokok sigaret berat, polusi asap rokok dan dapat disebabkan karena polusi udara.
q.   Polip dan amandel
      Pembengkakan kelenjar limfa di daerah hidung (polip) dan di daerah tekak (amandel) akan menyebabkan penyempitan saluran pernapasan yang dapat menimbulkan kesan wajah bodoh yang disebut wajah adenoid. Untuk mengatasi polip dan amandel dilakukan operasi.
7. Mengkaji proses pencernaan secara mekanik dan kimiawi !
Jawaban :
1). Sumber : buku ENSIKLOPEDIA Ilmu Pengetahuan Alam BIOLOGI, penyusun Tim Redixta,  Penerbit Aneka Ilmu, halaman 98.
       Pencernaan makanan terjadi secara mekanik dan dan kimiawi. Pada pencernaan mekanik terjadinya perubahan bentuk makanan dari yang kasar menjadi halus. Proses ini terjadi di dalam mulut. Pada proses pencernaan secara kimiawi terjadinya perubahan dari bahan makananyang telah halus akan menjadi zat-zat makanan yang dapat diserap oleh darah. Pencernaan kimiawi membutuhkan bantuan zat kimiawi yang disebut enzim pencernaan.
2). Sumber: buku “ Yuk Kebut Semalam Kuasai BIOLOGI SMA kelas 10,11,12., penulis Husnul Hayati dan Rissa Marissa, penerbit e-prim, halaman 108-109.
       Secara kimiawi selain dengan gerakan peristaltik, makananan dicerna dengan getah lambung yang terdiri atas:  pepsin; enzim yang memecah protein menjadi asam amino. Renin; enzim yang mengubah kaseinogen menjadi kasein. Lipase; enzim yang menghidrolisa lemak menjadi asam lemak dan gliserol, HCL (asam lambung) mempunyai fungsi mengaktifkan pepsin, mengubah pepsinogen menjadi pepsin, dan bakteri yang masuk lambung bersama makanan.
       Di dalam usus halus makanan mengalami proses pencernaan dan absorpsi. Usus halus terdiri atas 3 bagian: usus duabelas jari (duodenum), usus kosong (jejenum), dan usus penyerapan (ileum). Pankreas menghasilkan enzim yang membantu percernaan , yaitu lipase dan enterokinase yang berperan dalam menghidrolisis protein, lemak, dan karbohidrat. Di dalam jejenum makananan  mengalami proses pencernaan secara kimiawi yang dibantu oleh enzim-enzim pencernaan. Laktase, enzim yang mengubah laktosa menjadi glukosa. Dipeptidase, mengubah pepton menjadi asam amino. Enterokinase: mengaktifkan tripsinogen, maltase mengubah maltosa menjadi glukosa disanakase, mengubah sakarida menjadi monosakarida, sukrase mencerna sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Lipase mengubah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak, peptidase mengubah polipeptida menjadi asam amino.
       Di dalam illeum terjadi proses penyerapan (absorpsi) zat-zat makanan. Permukaan dinding dalam  illeum terdapat vili sehingga proses penyerapan zat makanan lebih luas dan sempurna. Setelah usus halus dilanjutkan oleh usus besar atau kolon. Kolon terdiri atas sekum yaitu suatu bentukan seperti kantong lebar batas antara kolon dan usus halus. Pada bagian bawah sekum terdapat bentukan tambahan usus yang disebut dengan umbai cacing atau apendiks. Didalam kolon hanya terjadi penyerapan air dan elektrolit dan terjadi pembusukan sisa makanan yang dibantu oleh bakteri E­-coli. Apabila fases terkumpul  cukup banyak, maka akan terjadi gerakan mendorong fases ke arah rektum sehingga timbul keinginan defakasi.
8. Identifikasi berbagai macam penyakit pada pencernaan!
Jawaban :
1). Sumber buku : Ensiklopedia Tubuh Manusia,terjemahan dengan izin dari Dorling Kindersley, Penerbit Erlangga, tahun 2008, halaman 187.
a.       Gastritis
Peradangan pada lapisan lambung, yang disebut gastritis, menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri, mual dan muntah. Gastritis yang timbul tiba-tiba (akut) bisa disebabkan oleh masukan berlebihan, khususnya alkohol, atau obat yang diketahui memiliki efek pada lapisan lambung, seperti aspirin. Gastritis kronis berkembang dalam jangka waktu yang lebih lama dan dapat disebabkan oleh gangguan berulang pada lapisan lambung akibat alkohol, tembakau, atau obat. Gasrtitis biasanya akan membaik dengan obat dan menghilangkan penyebab dasarnya.
b.      Ulkus peptik
      Ulkus peptik adalah daerah yang mengalami erosi dan peradangan baik dilapisan lambung atau bagian pertama usus halus (duodenum) yang menimbulkan rasa nyeri. Sebagian besar Ulkus peptik dihubungkan dengan bakteri Helicobacter pylory, bakteri ini merusak selaput lendir yang melindungi lambung dan bagian pertaman duodenum terhadap getah asam kuat. Penyebab lainnya meliputi alkohol, rokok,obat tertentu, riwayat keluarga dan pola makan. Nyeri perut atas adalah gejala yang sering ditemukan, pada ulkus duodenum nyeri lebih berat terasa sebelum makan dan hilang setelah makan; pada ulkus lambung, makan menimbulkan rasa nyeri.
c.       Hernia hiatus
      Hernia hiatus adalah lemahnya celah diafragma pada tempat lewatnya esophagus menimbulkan sebagian lambung menonjol ke dalam rongga dada. Diafragma adalah lapisan otot yang memisahkan perut dengan rongga dada. Umumnya seluruh bagian lambung terletak dibawah diafragma, tetapi pada penderita hernia hiatus lambung bagian atas menonjol ke atas memalui lubang atau celah ( hiatus) tempat lewatnya esophagus (cincin otot di ujung bawah esophagus) mencegah isi lambung yang asam keluar menuju bagian bawah esophagus sehingga setiap gejala hernia serupa dengan gejala refluks gastrik. Ada dua jenis hernia hiatus yaitu, bergeser dan para- esophagus. Hernia bergeser biasanya tidak bergejala dan diperkirakan hernia ini temukan pada sepertiga dari seluruh orang berusia 50 tahun. Pada kasus yang jarang, hernia para- esophagus menimbulkan nyeri berat dan membutuhkan tindakan bedah.
2).  Sumber : buku Panduan Latihan UN Biologi untuk SMA, penyunting Anisyah Fitriana, S.Si,dkk, penerbit dan penyunting CV. HaKa MJ, halaman 51.
d.      Stomatitis
Stomatitis adalah radang jaringan-jaringan halus dalam rongga mulut.

e.       Aspendistis
      Aspendistis atau radang usus buntu, yaitu usus buntu mengalami peradangan dan pembengkakan yang disebabkan oleh infeksi.
f.       Sembelit
      Sembelit atau konstipasi adalah defakasi terlalu lambat karena usus besar mengabsorpsi air secara berlebihan sehingga fases menjadi kering dan keras.
3). Sumber: buku “ Yuk Kebut Semalam Kuasai BIOLOGI SMA kelas 10,11,12., penulis Husnul Hayati dan Rissa Marissa, penerbit e-prim, halaman 110.
g.      Diare
      Diare adalah suatu kondisi sering buang air besar dan fases terlalu lunak. Makanan terlalu cepat melalui usus halus dan kolon sehingga air tidak banyak diabsorpsi. Diare dapat merupakan gejala tipus, kanker, kolera, atau infeksi.
h.      Disentri
      Disentri disebabkan karena infeksi bakteri atau amuba. Gejala penyakit ini adalah buang air besar bercampur darah.
i.        Kanker usus besar
      Kanker usus besar terjadi karena pola makan yang tidak sehat. Gejala yang timbul adalah adanya darah pada fases.
4). Sumber: buku  Maryati, S, dkk. Biologi SMA Jilid 2 kelas XI. Jakarta:Erlangga, 2004. Hal 110-111.

j.    Kolik
      Kolik adalah rasa nyeri pada perut karena makan makanan yang mengandung zat merangsang, misalnya cabe, lada, jahe dan lain-lain.
k.   Malabsorpsi
      Malabsorpsi adalah kelainan kemampuan lambung dan usus untuk menyerap sari makanan (tidak sebaik yang seharusnya).
l.    Malnutrisi
      Malnutrisi yang ekstrim (misal kwashiorkor) dapat menyebabkan sel-sel pankreas atropi dan kehilangan banyak retikulum endoplasma, akibatnya pembentukan enzim pencernaan terganggu.
m.  Keracunan makanan
      Keracunan makanan dapat terjadi karena alergi terhadap makanan tertentu atau zat laditif yang terkandung di dalamnya; atau karena makanan mengandung virus, jamur, dan mikroorganisme parasit lainnya. Keracunan makanan dapat berakibat gatal-gatal, kelumpuhan, mual-mual, sakit kepala, bahkan kematian mendadak.
n. Karies gigi
      Yaitu penyakit infeksi yang merusak sruktur gigi, atau gigi menjadi berlubang. Disebabkan oleh bakteri penghasil asam.
o.   Xerostomis
      Yaitu gejala mulut kering akibat berkurangnya produksi ludah. Berkurangnya produksi ludah terjadi akibat adanya gangguan saraf pusat, saraf kelenjar ludah, dan perubahan elektrolit ludah. Disebabkan oleh tumor otak, radang selaput otak, obat-obatan tertentu, penyakit ginjal dan kencing manis, rasa takut/cemas, serta depresi.
p.   Muntah (emesis/vomitus)
            muntah adalah yaitu pengeluaran paksa isi lambung dan keluar dari mulut.

q.   Muntah psikogenik
      Muntah psikogenik yaitu muntah akibat faktor emosi, termasuk yang menyertai pemandangan atau bau yang memualkan atau pada situasi stress lainnya.
r.    Flatus
      Flatus yaitu  keluarnya gas dalam saluran pencernaan melalui anus. Gas berasal dari udara yang tertelan, atau hasil produksi dari bakteri di saluran pencernaan/kolon berupa gas hydrogen dan metana akibat banyak mengkonsumsi gula dan polisakarida.

5). Haryanto. SAINS UNTUK SD KELAS V. Jakarta; Erlangga, 2004. Hal 18-19.

s.    Maag
      Maag adalah penyakit yang mengganggu lambung dan usus 12 jari. Gejala yang timbul antara lain sebagai berikut:
·         Perut terasa perih dan mulas bila terlambat makan.
·         Saat makan pun terasa sakit, kadang terasa mual bahkan muntah.
   Penyakit ini timbul karena adanya produksi asam klorida yang berlebihan di lambung. Sakit maag sering disebabkan oleh rasa lelah akibat kerja dan rasa tegang yang berlebihan.
t.    Tifus
      Tifus adalah suatu penyakit peradangan pada usus. Penyakit ini dapat menular dengan cepat. Tifus juga dapat timbul akibat kebersihan makanan dan minuman tidak terjaga dengan benar. Gejala yang dialami penderita tifus antara lain sebagai berikut:
·         Tubuh menggigil, lemah, dan disertai mual.
·         Akibat demam tinggi, penderita dapat mengigau.
·         Punggung terasa sakit, kadang disertai mencret atau sembelit (sulit buang air besar).

9. Analisis sitem pencernaan pada hewan!
Jawaban:
1). Sumber: Abdulullah, M. IPA TERPADU SMP. Jakarta:Erlangga, 2007. Hal 93-96 dan  Herlina, R. Imtisari IPA (Biologi) SMP. Jakarta selatan:Erlangga, 2008. Halaman 82-83.

            Sistem makanan yang akan di bahas meliputi: sistem pencernaan ikan, amfibi, reptil, burung, dan mamalia.
a.       Sistem pencernaan ikan
      Salah satu contoh ikan adalah ikan mas (Cyprinus carpio). Saluran pencernaan ikan mas terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan anus. Kelenjar pencernaan terdiri dari hati dan pankreas.
      Di dalam rongga mulut ikan ikan terdapat gigi-gigi dan lidah. Ikan mas tidak memiliki kelenjar ludah, tetapi memiliki kelenjar lendir yang berguna untuk membantu menelan makanan.
      Pada proses pencernaan, makanan dari rongga mulut masuk ke kerongkongan dan selanjutnya ke lambung. Dari lambung makanan masuk ke usus. Di usus bermuara cairan empedu yang membantu proses pencernaan. Di usus halus, sari-sari makanan diserap dan selanjutnya diedarkan oleh darah ke seluruh bagian tubuh. Sisa-sisa makanan yang tidak diserap dikeluarkan kembali melalui anus.
b.      Sistem pencernaan pada Amfibi
      Salah satu contoh amfibi yaitu katak. Saluran pencernaan katak terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan kloaka. Kelenjar pencernaan terdiri dari hati dan pankreas. Hati menghasilkan empedu.
      Di dalam rongga mulut katak terdapat gigi dan lidah. Katak memiliki lidah yang ujungnya bercabang dua dan berpangkal di rahang bawah. Lidah katak dapat dijulurkan keluar untuk menangkap mangsa, yaitu serangga. Di dalam rongga mulut juga terdapat kelenjar ludah  yang menhasilkan ludah. Ludah berfungsi untuk memepermudah menelan makanan.
      Pada proses pencernaan, makanan dari rongga mulut masuk ke kerongkongan kemudian ke lambung. Di dalam lambung makanan dicerna Selanjutnya, makanan menuju ke usus halus dan mengalami pencernaan kimiawi dengan bantuan enzim pencernaan yang bersal dari hati dan pankreas. Di usus halus, sari-sari makanan di serap. Sisa-sisa makanan yang tidak diserap akan dikeluarkan melalui kloaka.
c.       Sistem pencernaan Reptil
      Salah satu contoh reptil adalah buaya. Saluran pencernaan terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan kloaka. Kelenjar pencernaan terdiri dari hati dan pankreas. Hati menghasilkan empedu.
       Di dalam mulut buaya terdapat lidah, gigi, dan kelenjar ludah. Kelenjar ludah mennghasilkan lendir yang berfungsi untuk mempermudah menelan makanan.
      Pada proses pencernaan, makanan  dari mulut menuju kerongkongan dan selanjutnya ke lambung. Dari lambung makanan menuju usus. Di usus, bermuara dua saluran kelenjar pencernaan, yaitu hati dan pankreas. Di usus terjadi pencernaan kimiawi oleh enzim-enzim pencernaan dan terjadi proses penyerapan sari-sari makanan. Sisa-sisa makanan yang tidak diserap akan dikeluakan melaui kloaka.
d.      Sistem pencernaan pada burung
      Salah satu contoh burung adalah burung merpati (Columba livia). Saluran pencernaan terdiri dari paruh, rongga mulut, kerongkongan, tembolok, lambung kelenjar, lambung pengunyah, usus halus, dan kloaka.
      Di dalam rongga mulut burung tidak terdapat gigi sehingga makanan tidak dikunyah dan lansung masuk menujun kerongkongan. Tembolok merupakan pelebaran ujung bawah kerongkongan. Tembolok berbentuk kantung. Tembolok berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan sementara. Lambung kelenjar memiliki dinding otot  yang tipis dan mengandung banyak kelenjar pencernaan. Kelenjar pencernaan ini menghasilkan enzim-enzim pencernaan untuk mencerna makanan secara kimiawi. Lambung pengunyah (lambung otot tau empeda) seing pula disebut ampela. Kontraksi otot lambung pengunyah ini mencerna makanan secara mekanik. Di dalam lambung penguyah burung pemakan biji-bijian, sering terdapat batu-batu kecil atau pasir. Batu-batu kecil atau pasir. Batu-batu kecil atau pasir  ini sengaja di telan untuk membantu proses pencernaan.
      Dari lambung, makanan hasil pencernaan menuju usus halus. Di dalam usus halus terjadi pencernaan secara kimiawi oleh enzim-enzim pencernaan yang dihasilkan oleh pankreas, dan empedu yang dihasilkan oleh hati. Sari-sari makanan hasil pencernaan diserap oleh pembuluh-pembuluh darah si usus halus. Selanjutnya, sari-sari makanan diedarkan ke seluruh tubuh oleh darah. Sisa-sisa makanan yang tidak diserap akan masuk ke usus besar menjadi feses (kotoran). Feses akan menuju rectum dan dikelurakan melalui kloaka. Kloaka merupakan muara tiga  saluran, yaitu saluran pencernaan, saluran urin, dan saluran kelamin (saluran perkembangbiakan).
e.       Sistem pencernaan mamalia
      Salah satu contoh mamalia adalah hewan memabah biak, misalnya kambing. Saluran pencernaan mamalia terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. Perbedaan antara sistem pencernaan hewan memamah biak dengan manusia terutama pada susunan dan fungsi gigi serta lambung.
      Hewan memamah biak memiliki gigi seri dan  dan gigi geraham. Gigi seri berfungsi untuk menjepit makanan. Hewan memamah biak memiliki lambung besar yang berfungsi untuk menyimpan makanan sementara. Lambung tersebut terbagi menjadi empat, yaitu perut besar (rumen), peut jala (retikulum), perut kitab (omasum), dan perut masam (abomasum).
      Pada proses pencernaan, makanan dari mulut akan masuk ke kerongkongan. Dari kerongkongan, makanan masuk ke perut besardan perut jala. Di dalam perut besar dan perut jala, makanan dicampur sehingga terjadi proses fermentasi selulosa oleh adanya enzim selulosa. Enzim selulosa dihasilkan oleh bakteri dan jenis protozoa tertentu yang terdapat di dalam lambung hewan tersebut. Makanan yang belum dikunyah dengan sempurna tau masih kasar akan di muntahkan kembali ke dalam mulut untuk di kunyah kedua kalinya. Selanjutnya makanan masuk melalui perut besar, perut jala, dan seterusnya masuk ke perut kitab. Di dalam perut kitab makanan dicerna secara mekanik. Selanjutnya, makanan masuk ke perut masam. Di dalam perut masam dihasilkan asam dan enzim pencernaan. Pencernaan di perut masam menghasilkan bentuk makanan seperti bubur yang disebut kim. Kim selanjutnya masuk ke usus halus. Di usus halus terjadi penyerapan zat-zat makanan. Sisa-sisa makanan menuju usus besar untuk dikeluarkan melalui anus sebagai feses.
10. Identifikasi alat gerak aktif dan alat gerak pasif pada manusia!
Jawaban :
1).  Sumber : buku Panduan Latihan UN Biologi untuk SMA, penyunting Anisyah Fitriana, S.Si,dkk, penerbit dan penyunting CV. HaKa MJ, halaman 44-45.
            Gerakan yang terjadi disebabkan oleh adanya kerja sama antara tulang dab otot. Tulang tidak dapat bergerak jika tidak digerakkan oleh otot. Adapun otot dapat menggerakkan tulang karena mempunyai daya kontraksi.
a.       Tulang sebagai alat gerak pasif
      Dalam tubuh, tulang-tulang tersususun sedemikian rupa dengan sistem tertentu membentuk rangka. Rangka manusia dikatakan sebagai rangka dalam (endoskeleton). Tulang rawan (kartilago) dan tulang sejati (osteon) berperan sebagai alat gerak pasif.
Tulang rawan dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
1.      Rawan hialin: terdapat pada rangka janin, trakea, dan bronkus.
2.      Rawan serabut: terdapat diantara tulang pubis.
3.      Rawan elastis: terdapat pada serabut telinga.
       Berdasarkan bentuknya tulang sejati dibedakan menjadi :
1.      Tulang pipa, misalnya tulang paha.
2.      Tulang pipih, misalnya tulang belikat.
3.      Tulang pendek, misalnya ruas-ruas tulang belakang.
       Hubungan antara tulang dengan tulang disebut persendian. Mekanisme gerak antar tulang :
a.       Sinartrosis ( sendi mati)
            Hubungan antar tulang yang direkatkan oleh jaringan ikat, kemudian mengalami penulangan sehingga tidak dapat digerakan. Sinkondrosis: antara tulang dihubungkan melalui tulang rawan sehingga memungkinkan sedikit gerak akibat elastisitas tulang rawan. Contoh: hubungan tulang rusuk dengan tulang dada, hubungan ruas-ruas tulang belakang.
            Sinfribrosis adalah kedua ujung tulang  dihubungkan dengan jaringan ikat fribrosis yang pada akhirnya mengalami penulangan dan tidak memungkinkan adanya gerak. Contohnya: hubungan antara tulang-tulang tengkorak.
b.      Amfiartrosis (sendi kaku)
            Hubungan antara dua ujung tulang yang direkatkan oleh tulang rawan, sehingga memungkinkan terjadinya sedikit gerakan. Jaringan berupa diskus fibrocartilage yang lebar dan pipih menghubungkan antara dua tulang. Umumnya bagian tulang berada pada sisi persendian dilapisi oleh tulang rawan hialin dan struktur keseluruhan berada dalam kapsul. Bra, dan simfisis pubis.
c.       Diartrosis (sendi gerak)
      Hubungan antara kedua ujung tulang yang memungkinkan tulang bebas bergerak. Meliputi:
a)      Sendi engsel
      Pada sendi ini kedua ujung tulang berbentuk engsel dan berporos satu. Gerakannya hanya satu arah seperti gerak engsel pintu. Terdapat pada hubungan antara: ruas-ruas jari, siku, lutut.
b)      Sendi putar
      Pada sendi ini, ujung tulang yang satu dapat mengitar ujung tulang yang lain. Bentuk seperti ini memungkinkan gerakan rotasi dengan satu poros. Terdapat pada hubungan antara; tulang hasta dengan pengumpil tulang kepala dengan tulang atlas hubungan antara tulang betis dengan tulang kering.
c)      Sendi pelana
      Kedua ujung tulang membentuk sendi seperti pelana dan berporos dua, yang memungkinkan gerakan kedua arah. Terdapat pada hubungana antara pergelanagan kaki dengan telapak kaki, pergelanagn tangan dengan telapak tangan, serta persendian pada ibu jari, metakarpal dan karpal.
d)     Sendi peluru
      Pada sendi ini, kedua ujung berbentuk lekuk dan bongkol. Bentuk ini memungkinkan gerakan bebas ke segala arah dan berporos tiga. Terdapat pada hubungan antara: tulang lengan dengan gelang bahu, tulang paha dengan gelang panggul.
e)      Sendi luncur/geser
      Pada sendi ini kedua ujung tulang aga rata sehingga menimbulkan gerakan menggeser dan tidak berporos. Terdapat pada hubungan antara tulang-tulang pergelangan kaki, antar tulang-tulang pergelangan tangan, dan antar tulang selakang tulang belakang.
f)       Sendi kondiloid/ellipsoid
Sendi ini memungkinkan gerakan berporos dua dengan gerakan ke kiri dan ke kanan, ke depan ke belakang. Ujung tulang yang satu berbentuk oval dan masuk ke dalam suatu lekuk berbentuk elips. Terdapat pada hubungan antara tulang pengumpil dan tulang pergelangan tangan.
b.      Otot sebagai alat gerak aktif
Berdasarkan jenisnya, otot dibedakan menjadi 3, yaitu:


Otot lurik
Otot polos
Otot jantung
Struktur
Serabut banyak, inti banyak pada lapisan sarkoplasma
Sel tunggal, inti banyak di tengah, serabut tidak bercabang
Sel bercabang, inti tunggal di tengah
Fisiologi
Kontraksi cepat namun cepat letih
Kontraksi lambat dan terus menerus
Kontraksi lebih cepat dari pada otot polos, ritmis dan otomatis
Saraf
Kontraksi dikendalikan saraf motoris
Saraf otonom
Saraf otonom
Lokasi
Menempel pada tulang dan bawah kulit, diafragma
Otot pencernaan, respirasi, pembuluh darah
Hanya pada jantung
    
     Sifat kerja otot ada dua yaitu sinergis dan antagonis. Sinergis terjadi apabila otot-otot bekerja sama untuk menghasilkan suatu gerakan, contoh gerak rotasi. Sedangkan antagonis, jika tujuan kerjanya berlawanan, contoh:  abduktor dan adduktor, supinator dan pronator.
2). Sumber : buku ENSIKLOPEDIA Ilmu Pengetahuan Alam BIOLOGI, penyusun Tim Redixta,  Penerbit Aneka Ilmu,halaman 119.
       Otot-otot adalah penggerak tubuh. Tiap gerakan darikedipan mata sampaiberlarikencang, dilakukan oleh sistem otot tubuh. Otot disebut alat gerak aktif. Sedangkan tulang disebut alat gerak pasif. Otot bekerja sama dengan tulang sehingga kita dapat bergerak. Otot-otot terikat pada tulang oleh tali-tali yang disebut tendon. Ada tiga tipe otot, sebagai berikut:
a.       Otot kerangka atau otot lurik atau otot serat lintang
      Otot kerangka yaitu otot yang bereaksi terhadap kemauan otak. Otak ini untuk melakukan gerakan-gerakan yang kita sadari. Otot ini terdapat pada anggota gerak tubuh.
b.      Otot polos
      Otot polos yaitu otot-otot yang tidak memiliki garis-garis dan bekerja tanpa kita sadari. Otot ini terdapat pada alat-alat dalam tubuh.
c.       Otot jantung
      Otot jantung yaitu otot yang memiliki bentuk seperti otot lurik tetapi cara kerjanya seperti otot polos. Otot ini hanya terdaoat di jantung sehingga disebut juga otot miokardium.
11. Jelaskan fisiologi dan kimiawi kontraksi otot!
Jawaban:
1). Sumber: Faal Sel, Biofisika, Cair tubuh, Saraf Tepid an Otot, Laboratorium Ilmu Faal Universitas Airlangga, effendi C,ed.2, 2005, halaman 34-58
2). Sumber: Anatomi dan Fisiologi Untuk Pemula, Sloane E, penerbit buku kesokteran ECG, halaman 119-131
       Myofibril adalah unit penting dalam otot rangka sebab mengandung elemen protein kontrakif yang menyebabkan otot berkontraksi. Terdapat ratusan sampai ribuan myofibril pada setiap serabut otot, sementara setiap myofibrilterdiri atas 1500 myosin dan 3000 aktin. Dibawah mikroskop myofibril merupakan filament tebal akan nampak gelap (A-band), sementara aktin yang merupakan filament tipis terlihat terang (I-band). Aktin selalu terhubung dengan protein lainnya membentuk kompleks aktrin-triponin-tropomyosin yang saat kontraksi terjadi akan berkaitsn dengan protein myosin. Bagian akhir aktin melekat pada suatu proteinlain yang disebut Z disk, dan daerah antar kedua Z disk disebut sarkomer yang merupakan suatu unit kontraksi otot, bila otot berkontraksi ukuran sarkomer sekitar 2 mikrometer. Agar terjadi kontraksi diperlukan ion Ca2+
2).  Sumber : buku Panduan Latihan UN Biologi untuk SMA, penyunting Anisyah Fitriana, S.Si,dkk, penerbit dan penyunting CV. HaKa MJ, halaman 45.
Kontraksi fisiologi pada otot:
Otot lurik
Otot polos
Otot jantung
Kontraksi cepat namun mudah merasa cepat letih
Kontraksi lambat namun terus-menerus
Kontraksi lebih cepat dari pada otot polos, ritmis dan otomatis

12. Jelaskan proses perkembangan tulang!
Jawaban:
1). Sumber buku : Ensiklopedia Tubuh Manusia,terjemahan dengan izin dari Dorling Kindersley, Penerbit Erlangga, tahun 2008, halaman  216.
       Pertumbuhan tubuh tergantung pada pertambahan ukuran kerangka didalamnya, yaitu tulang rangka. Tulang panjang pada kaki berperan besar dalam pertambahan tinggi dan mengubah proposisi tubuh selama masa kanak-kanak. Sebagian besar tulang panjang terbentuk dari perintis tulang rawan, dengan melalui serangkaian perubahan ( osofikasi). Proses ini dimulai sebelum bayi lahir, pusat osifikasi sekunder berkembang di dekat ujung tulang. Pertumbuhan berhenti jika  osifikasi telah sempurna, di usia 18-20 tahun. Berikut penjelasnnya:
a.       Tulang panjang bayi baru lahir
      Batang atau diafisis  berubah menjadi tulang tulang keras dari pusat osifikasi primer dan memiliki rongga sumsum. Seluruh ujung bulat atau kepala disebut epifisis. Efisis adalah ujung tulang terbuat dari tulang rawan dan relatif lunak.
b.      Tulang panjang anak
      Pusat osifikasi skunder dalam ujung tulang mulai mengubah tulang rawan di sekitarnya menjadi keras, membentuk jaringan tulang bermineral. Daerah pertumbuhan memanjang (cakram pertumbuhan epifisis) terbentuk diantara batang dan ujung tulang.
c.       Tulang panjang dewasa
      Di usia sekitar 18-20 tahun, seluruh daerah telah mengeras menjadi tulang sejati, dengan cakram pertumbuhan epifisis tampak sebagai garis jaringan tulang padat. Tulang raawan yang tersisa hanya tulang persendian yang lembut dan licin, yang menyelubungi ujung tulang dalam sendiri.
2). Sumber: buku Maryati, S, dkk. Biologi SMA Jilid 2untuk Kelas XI, Jakarta:Elangga, 2004. Halaman 41-42

            Osifikasi adalah sebuah proses pembentukan tulang. Pembentukan tulang dimulai dari perkembangan jaringan penyambung seperti tulang rawan (kartilago) yang berkembang menjadi tulang keras. Pertumbuhan tulang bermula sejak umur embrio 6-7 minggu dan berlangsung sampai dewasa. Pertumbuhan tulang ini akan lengkap pada bulan ketiga kehamilan. Pertumbuhan tulang pada bayi di dalam rahim di pengaruhi oleh hormon plasenta dan kalsium. Setelah anak lahir, proses pertumbuhan tulangnya di atur oleh hormon pertumbuhan, kalsium, dan aktivitas sehari-hari. Osteoblas dan osteoklas berperan dalam proses pembentukan tulang, dimana keduanya bekerja secara bertolak belakang (osteoblas memicu pertumbuhan tulang, osteoklas menghambat pertumbuhan tulang) agar mencapai proses pembentukan tulang yang seimbang.
            Osifikasi di mulai dari sel-sel masenkim memasuki daerah osifikasi, bila daerah tersebut banyak mengandung pembuluh darah akan membentuk osteoblast, bila tidak mengandung pembuluh darah akan membentuk kondroblas.
            Pada awalnya pembuluh darah menembus perichondrium di bagian tengah batang tulang rawan, meransang sel-sel perichondrium berubah menjadi osteoblast. Osteoblas ini akan membentuk suatu lapisan tulang kompakta, perichondrium berubah menjadi periosteum. Bersamaan dengan proses ini pada bagian dalam tulang rawan di daerah diafisis yang di sebut juga pusat osifikasi primer, sel-sel tulang rawan membesar kemudian pecah sehingga terjadi kenaikan pH (menjadi basa) akibatnya zat kapur di depositkan, dengan demikian terganggulah nutrisi semua sel-sel tulang rawan dan menyebabkan kematian pada sel-sel tulang rawan ini. Kemudian akan terjadi degenerasi (kemunduran bentuk dan fungsi) dan peralutan dari zat-zat interseluler (termasuk zat kapur) bersamaan dengan masuknya pembuluh darah ke daerah ini, sehingga terbentuklah rongga untuk sumsum tulang.
            Pada tahap selanjutnya pembuluh darah akan memasuki daerah epifise sehingga terjadi pusat osifikasi sekunder, terbentuklah tulang spongiosa. Dengan demikian masih tersisa tulang rawan di kedua ujung epifise yang berperan penting dalam pergerakan sendi dan sati tulang rawan di antara epifise dan diafise yang disebut dengan cakram epifise.
            Selama pertumbuhan, sel-sel tulang rawan pada cakram epifise terus-menerus membelah kemudian hancur dan tulang rawan diganti dengan tulang di daerah diafise, dengan demikian tebal cakram epifise tetap sedangkan tulang akan tumbuh memanjang. Pada pertumbuhan diameter (lebar) tulang, tulang di daerah rongga sumsum membesar, dan pada saat yang bersamaan osteoblast di periosteum membentuk lapisan-lapisan tulang baru di daerah permukaan.
            Jadi pembentukan tulang keras berasal dari tulang rawan (kartilago). Kartilago memiliki rongga yang akan terisi osteoblas (sel-sel pemebntuk tulang). Osteoblas membentuk osteosit (sel-sel tulang). Setiap satuan sel-sel tulang akan melingkari pembuluh darah dan serabut saraf membentuk sistem havers. Matriks akan mengeluarkan kapur dan fosfor yang menyebabkan tulang menjadi keras.
13. Jelaskan kelainan pada otot dan tulang!
Jawaban:
1).  Sumber : buku Panduan Latihan UN Biologi untuk SMA, penyunting Anisyah Fitriana, S.Si,dkk, penerbit dan penyunting CV. HaKa MJ, halaman 46.
Berikut dalah beberapa kelainan yang terjadi pada sisrem gerak, yaitu:
a.       Fraktura
      Fraktura atau patah tulang, umumnya terjadi pada tulang pipa. Apabila tulang yang patah sampai keluar kulit disebut patah tulang terbuka, sedangkan jika tidak sampai keluar kulit disebut patah tulang tertutup.
b.      Artritis eksudatif
      Artritis eksudatif adalah terjadinya peradangan pada sendi dan terisi cairan nanah.
c.       Artritis sika
      Artritis sika adalah terjadinya peradangan pada sendi sehingga rongga sendi menjadi kering (kekurangan minyak sinoval).
d.      Nekrosis
      Nekrosis adalah kerusakan pada cakra epifisis tulang hingga sebagian tulang mati dan mengering.
e.       Kifosis
      Kiposis adalah kondisi dimana bagian leher dan panggul terlalu membengkok ke depan.
f.       Skoliosis
      Skoliosis adalah keadaan dimana bagian punggung membengkok ke kanan atau ke kiri.
g.      Ankilosis
      Ankilosis adalah keadaan dimana persendian tidak dapat digerakkan karena seolah-olah kedua tangan menyatu.
h.      Rakhitis
      Rakhitis adalah gangguan tulang karena kekurangan vitamin D, biasanya terjadi pada anak-anak dalam masa pertumbuhan. Akibatnya pertumbuhan tulang terganggu sehingga bentuk kaki membengkok keluar (berbentuk huruf X) atau membentuk kedalam (berbentuk huruf O).
2). Sumber buku : Ensiklopedia Tubuh Manusia,terjemahan dengan izin dari Dorling Kindersley, Penerbit Erlangga, tahun 2008, halaman  46-49.
i.        Osteomielitis
Osteomielitis adalah infeksi tulang, biasanya disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini dapat menimbulkan tulang yang nyeri, lemah, dan jaringan yang rusak. Osteomielitis umumnya menyerang usia remaja dan tua.
j.        Osteoporosis
Osteoporosis adalah hilangnya atau menipisnya jaringan tulang yang menyebabkan tulang melemah, rapuh dan mudah patah. Penyakit ini sering ditemukakan pada usia tua.
k.      Skiata
Skiata adalah tekanan yang terjadi pada akar saraf skiatikum yang menyebabkan rasa nyeri di daerah pantat dan belakang paha.
l.        Kanker tulang
Kanker tulang dapat berupa kanker primer dan kanker skunder. Kanker primer terjadi di tulang itu sendiri, sedangkan kanker tulang skunder adalah yang disebarkan oleh anggota tubuh yang lain.
m.    Penyakit paget
Penyakit paget atau osteitis deformans yaitu terjadinya keseimbangan yang tidak normal diantara pembentukan dan perusakan tulang dapat menyebabkan perubahan pada bentuk tulang. Penyakit ini ditemukan pada orang yang muda , kelainan meningkat pada usia lebih dari 50 tahun.
3). Sumber buku : Ensiklopedia Tubuh Manusia,terjemahan dengan izin dari Dorling Kindersley, Penerbit Erlangga, tahun 2008, halaman  64-65.
Kelainan otot dan tendon antara lain:
a.       Kram dan robekan otot
      Cedera ringan akibat otot yang terlalu tertarik, disebut kram. Jika kerusakan lebih parah maka disebut robekan.
b.      Tennis elbow
      Tennis dan golfer’s elbow adalah nama lazim untuk kerusakan tenton yang terjadi di daerah perlekatan otot lengan ke tulang dekat sendi siku.
c.       Distrofi muskuler
      Distrofi muskuler adalah kelompok kelainan bawaan yang menyebabkan degenerasi otot, menimbulkan gerakan yang lemah dan terganggu. Gejala umumnya yaitu kerusakan otot  progresif dan kehilangan gerakan.
d.      Sindrom terowongan kapral
      Sindrom terowongan kapral adalah takanan pada saraf di pergelangan tangan menimbulkan gejala kesemutan dan nyeri ditangan, pergelangan tangan, dan lengan bawah serta genggaman yang melemah.
e.       Miastenia gravis
      Miastenia gravis adalah kelainan autoimun ini menyebabkan kelemahan otot kronik, otot mata dan wajah paling sering terkena. Gejala awalnya berupa turunnya kelopak mata (atas) karena melemahnya otot wajah.
14. Jelaskan proses peredaran darah yang terjadi pada manusia!
Jawaban:
1).  Sumber : buku Panduan Latihan UN Biologi untuk SMA, penyunting Anisyah Fitriana, S.Si,dkk, penerbit dan penyunting CV. HaKa MJ, halaman 47-48.
            Darah berfungsi untuk mengedarkan oksigen dari sari-sari makanan ke seluruh tubuh. Darah manusia tersusun atas 45% sel darah dan 55% plasma darah. Sel-sel darah terdiri atas eritrosit (bentuk bikinkaf, tidak berinti, 4-5 juta/mm3), leukosit ( bentuk bervariasi, inti bulat dan cekung, 4,5-10 ribu/mm3), dan trombosit ( bentuknya oval, tidak berinti, 150-300 ribu/ mm3).
            Alat-alat peredaran darah pada manusia terdiri atas jantung dan pembuluh darah. Jantung berfungsi untuk memompa darah. Jantung mempunyai empat ruang  yaitu: serabi kiri, serabi kanan, bilik kiri dan bilik kanan. Perdaran darah pada manusia dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
a.       Peredaran darah kecil:


b.      Peredaran darah besar:

Jantungn  bekerja dengan cara berkontraksi dan berelaksasi,. Proses pengedaran darah pada manusia sebagai berikut:
a.       Saat serambi berelaksasi, darah kaya O2 dari paru-paru masuk ke serambi kiri melalui vena pulmonalis, adapun darah yang kaya CO2 dari seluruh tubuh ke serambi kanan.
b.      Serambi berkontraksi sehingga bilik berelaksasidan darah dari serambi masuk ke bilik.
c.       Bilik berkontraksi, darah dari bilik kiri di pompa ke seluruh tubuh dan darah dari bilik kanan dipompa ke paru-paru.
15. Identifikasi berbagai kelainan dan penyakit pada sistem peredaran darah!
Jawaban:
1).Sumber: buku Maryati, S, dkk. Biologi SMA Jilid 2untuk Kelas XI. Jakarta:Elangga, 2004. Halaman 82-83
            Kelainan dan penyakit pada system peredaran darah dapat terjadi karena pewarisan (keturunan), rusak nya peralatan akibat kecelakaan maupun akibat dari makanan yang dikonsumsi banyak mengandung zat kapur dan bahan-bahan lemak. Zat tersebut dapat menyebabkan pembuluh darah tersumbat atau elastisitas otot jantung berkurang untuk memompa darah.
            Berbagai kelainan dan penyakit pada sistem peredaran darah adalah sebagai berikut:
          a.         Anemia (kurang darah)
      Anemia dikarenakan kurangnya kdar Hb dalam darah atau kurangnya jumlah eritrosit dalam darah.

         b.         Varises
      Varises yaitu pelebaran pembuluh darah di betis.
          c.         Hemeroid (ambeien)
      Hemeroid yaitu pelebaran pembuluh darah di sekitar dubur(anus).
         d.         Arteriosclerosis
      Arteriosklerosis yaitu pengerasan pembuluh nadi karena timbunan/endapan kapur.
          e.         Artherosklerosis
Yaitu pengerasan pembuluh nadi karena endapan lemak.
          f.          Embolus
Embolus yaitu tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang bergerak.

         g.         Trombus
      Trombus yaitu tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang tidak bergerak.
         h.         Hemofili
Hemofili yaitu kelainan darah sukar membeku karena faktor hereditas/menurun.

          i.          Leukemia (kanker darah)
Leukemia (kanker darah) yaitu bertambahnya jumlah leukosit secara tak terkendali.

          j.          Penyakit kuning pada bayi (erythroblastosis faetalis)
      Yaitu rusaknya eritrosit bayi akibat aglutinasi dari antibody ibu, bila ibu bergolongan darah Rh- dan embrio Rh+, terjadi pada kandungan kedua, kandungan pertama embrio Rh+.
         k.         Thalassemia
      Thalassemia yaitu merupakan anemia akibat rusaknya gen pembentuk Hemoglobin yang bersifat menurun.
2).Sumber: buku Haryanto. SAINS UNTUK SD KELAS V. Jakarta; Erlangga, 2004. Halaman 32-34
          l.          Hipertensi (tekanan darah tinggi)
      Penyakit ini ditunjukkan dengan tingginya tekanan darah bila diukur dengan alat pengukur tekanan darah (tensimeter). Penyakit ini dapat mengakibatkan timbulnya penyakit lain seperti penyakit jantung, pembuluh darah otak, dan ginjal.
      Gejala yang timbul antara lain sebagai berikut:
a)      Terasa nyeri di kepala.
b)      Jantung berdebar-debar.
c)      Sesak napas saat melakukan pekerjaan berat.
d)     Badan lemah dan kepala pusing.
      Orang yang terkena penyakit ini tidak boleh mengkonsumsi garam. Selain itu, penderita perlu pergi ke dokter untuk mendapat pengobatan.
        m.        Penyakit jantung bawaan
      Penyakit ini sudah diderita sejak bayi masih dalam kandungan. Penyakit ini biasanya berupa kelainan pada katup jantung. Akibatnya, darah dari serambi kiri mengalir ke serambi kanan.
      Gejalanya antara lain penderita sering menderita infeksi pasa saluran pernapasan. Selain itu, perumbuhan fisiknya terganggu, yaitu tubuhnya lebih kecil dari orang sehat. Penyakit ini biasanya diatasi dengan melakukan operasi.
3).Sumber: buku Karmana, O. Cerdas Belajar Biologi. Jakarta:Grafindo, 2004.
         n.         Sickle Cell Anemia (SCA)
      Sickle Cell Anemia merupakan suatu penyakit keturunan berupa kelainan pada bentuk sel darah merah. Sel darah merahnya berbentuk bulan sabit. Akibatnya, kemampuan sel darah merah untuk mengikat oksigen dan karbon dioksida menjadi berkurang.
         o.         Jantung koroner
      Jantung koroner merupakan gangguan pada jantung yang disebabkan oleh timbunan lemak darah (kolesterol) pada arteri koroner.
         p.         Elefantiasis
      Elefantiasis adalah penyumbatan aliran pembuluh limfa akibat infeksi cacing Filaria.
16. Sebutkan dan jelaskan gangguan yang mungkin dan terjadi pada alat indra!
Jawaban:
1). Sumber: Ensiklopedia Tubuh Manusia,terjemahan dengan izin dari Dorling Kindersley, Penerbit Erlangga, tahun 2008, halaman 100-153 .
a.       Kanker kulit
beberapa penyakit ganas,dengan berbagai tingkat keparahan ,menyerang kulit. Sebagian besar berkaitan dengan paparan radiasi sinar matahari yang berlebihan .
b.      Ruam
Ruam adalah daerah kulit yang merandang sebagian merupakan kelainan kulit sendiri,  sedang yang lain adalah bagian dari kelinan umum yang menyerang organ internal .
c.       Noda pada kulit
Noda, bengkak, dari ruam pada kulit termasuk di dalamnya bintik-bintik kecil berisi nanah yang disebut pustul, yang lebih besar yaitu bisul, dan jerawat ,yang sering terjadi di usia remaj jenis noda kulit lain atau pembesaran pada kulit bisa disebabkan oleh pertambahan jumlah sel setempat, contohnya kutil dan tahi lalat. Bengkak juga dapat disebabkan oleh kista noda pada kulit dapat disebabkan oleh berbagai faktor eksternal seperti paparan sinar matahari atau akibat infeksi virus.

d.      Jerawat
kumpulan bintik yang biasanya terdapat di wajah , akibat sumbatan dan radang kelenjar dalam kulit .
e.       tahi lalat
tahi lalat adalah noda yang sama rata atau lebih tinggi di permukaan kulit ,dalam berbagai bentuk , warna, dan tekstur , berjumlah satu atau banyak.
f.       Kista
Kista adalah pembengkakan tak berbahaya menyerupai kantong di bawah kulit yang berisi cairan atau zat agak padat.
g.      Bisul
Bisul adalah daerah kulit yang berwarna merah, merandang, berisi nanah, dan nyeri akibat infeksi bakteri.
h.      Kutil
Kutil adalah pertumbuhan kulit setempat akibat infeksi virus; kulit bisa rata atau meninggi dan bisa halus atau kasar .
i.        Luka
      Jika permukaan kulit dirusak oleh luka, penyembuhan dapat dilakukan oleh kulit sendiri atau dengan bantuan medis .
j.        luka bakar , memar , lepuh ,dan terbakar matahari
Berbagai jenis cedera dan dapat membahayakan kulit dan menyembabkan kelainan , seperti lepuh akibat gesekan atau tekanan berlebihan, dan luka bakar .
k.      ketombe dan alopesia
Ketombe adalah lepasnya sisik kulit kepala secara berlebihan.
l.        Alopesia
Alopesia  adalah kehilangan rambut, kadang permanen.
m.    kuku tubuh ke dala
 Kuku melengkung ke dalam di sepanjang satu isi atau keduanya, merondong daging jari tangan atau kaki .
n.      Tuli
Tuli adalah gangguan pendegaran dapat disebabkan oleh penyakit atau cedera atau sudah ada sejak lahir ; sebagian besar orang mengalami penurunan pendegaran dengan penuaan.
o.      Vertigo
Vertigo adalah sensasi gerakan palsu dan rasa berputar sering disertai mual dan kadang muntah berat .
p.      mabuk berjalan
mual dan gejala lain yang  terjadi saat berpergian jika informasi visual berlawanan dengan informasi keseimbangan yang diterima otak.
q.      Tintus
Tintus adalah sensasi bunyi yang berasal dalam telinga sendiri meliputi deringan , dengung, siulan, auman, atau bisikan .
r.        penyakit meniere
Rasa pusing berat mendadak, disertai hilang pendegaran, tintus, dan rasa tekanan di telinga dapat berlangsung selama beberapa menit atau beberapa menit atau beberapa hari .
s.       Gangguan focus
Gangguan focus disebut juga kesalahan refraksi, kelainan penglihatan yang paling sering ditemukan adalah gangguan focus. Berbagai penyebab kebutaan: hilang penglihatan berat sampai menyeluruh yang tidak dapat dikoreksi oleh lensa dapat disebabkan oleh berbagai factor.
17. Jelaskan fungsi ciri khusus hewan sebagai bentuk penyesuaian terhadap lingkungannya! Jawaban:
1).Sumber: SAINS UNTUK SD KELAS V, Haryanto, Jakarta; Erlangga, 2004. Halaman 57-63.

a.       Kupu-kupu
      Ciri khusus yang dimiliki oleh kupu-kupu yaitu mempunyai alat pengisap yang bentuknya panjang. Alat pengisap ini disebut probosis. Fungsinya yaitu untuk memudahkan kupu-kupu dalam mencari makanan. Makanan kupu-kupu adalah nektar. Nektar merupakan cairan manis sebagai bahan untuk membuat madu. Nektar terletak di bagian dasar bunga. Karena letak nektar di dasar bunga dan berbentuk cair, maka untuk memperolehnya, kupu-kupu mempunyai alat pengisap yang bentuknya panjang. Alat pengisap yang panjang memudahkan kupu-kupu untuk mengisap nektar.
b.   Lebah
      Bentuk penyesuaian diri pada lebah hampir sama dengan kupu-kupu. Lebah mempunyai ciri khusus yaitu bentuk mulut penjilat. Mulut ini mempunyai lidah yang panjang dan berguna umtuk menjilat makanan yang berupa nektar pada bunga.
c.   Nyamuk
      Nyamuk mempunyai bentuk mulut penusuk dan pengisap. Dengan mulut itu, nyamuk dapat mengisap makanan berupa darah manusia. Karena fungsinya sebagai penusuk, mulut nyamuk berbentuk tajam (runcing) dan panjang. Nyamuk menggunakan mulutnya untuk menusuk kulit manusia kemudian mengisap darah manusia.
d.   Burung
      Ada berbagai jenis burung seperti kakaktua, elang, pipit, merpati, pelican, kolibri, bebek, dan nuri. Bentuk paruh berbagai burung pun beraneka ragam. Keanekaragaman bentuk parug burung sesuai dengan jenis makanannya. Paruh burung pipit yang memakan biji-bijian berbeda dengan paruh burung elang yang memakan daging. Demikian pula, paruh burung pelikan dan bangau yang memakan ikan berbeda dengan paruh bebek yang memakan cacing dari dalam bubur. Paruh burung elang terlihat runcing (tajam) pada bagian ujungnya. Paruh yang runcing dan melengkung ini berguna untuk mengoyak tubuh mangsanya, misalnya tikus dan katak. Paruh burung kolibri panjang dan runcing. Bentuk paruh itu memudahkan burung kolibri menghisap nektar bunga.
e.   Unta
      Tempat hidup unta adalah di padang pasir yang kering dan gersang. Ciri khusus unta yaitu mempunyai punuk di punggungnya yang berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan dan air dalam waktu yang lama.
f.    Bunglon
      Ciri khusus bunglon yaitu dapat mengubah warna kulitnya sesuai dengan warna tempat bunglon berada. Perubahan warna aini merupakan penyamaran yang baik, sehingga menyulitkan msuh untuk menangkap bunglon.
g.   Walang sangit
      Ciri khusus walang sangit yaitu dapat mengeluarkan bau yang sangat menyengat, sehingga membuat musuh menjauhinya.
h.   Walang daun
      Walang daun mempunyai bentuk dan warna tubuh yang menyerupai daun. Keadaan tubuh yang seperti ini sangat mengutungkan walang daun. Hal ini akan menyulitkan musuh untuk mengetahui keberadaan walang daun.
i.    Harimau, anjing, dan singa
      Hewan ini mempunyai kuku dan gigi yang tajam. Kuku dan gigi yang tajam tersebut berguna untuk melindungi dirinya.
j.    Sapi, kambing, kerbau, dan kijang
      Sapi, kambing, kerbau, dan kijang mempunyai tanduk yang runcing. Hewan-hewan tersebut menggunakan tanduknya pada saat bertarung dengan musuh.
k.   Kalajengking, kelabang, dan lebah
      Kalajengking, kelabang, dan lebah menggunakan sengatnya untuk melindungi diri dari musuh. Hewan-hewan tersebut dapat mengeluarkan zat beracun bagi musuh melalui sengatnya. Racun itu digunakan untuk membunuh musuh.
l.    Cumi-cumi
      Cumi-cumi melindungi diri dari musuh dengan cara menyemburkan cairan seperti tinta ke dalam air, sehingga musuh tak dapat melihatnya.
m.  Siput
      Siput mempunyai pelindung tubuh yang keras yang biasa disebut rumah siput. Hewan ini melindungi diri dari musuh dengan cara memasukkan tubuh ke dalam rumahnya.     
18. Kaitkan antara ciri khusus tumbuhan dan tempat hidupnya!
Jawaban:
1). Sumber: Linda, dkk. Panduan Belajar Sains. halaman 4.
 Ciri khusus tumbuhan dengan tempat dengan tempat hidupnya, adalah sebagai berikut:
a.       Kaktus
      Kaktus tumbuh di daerah gurun. Kaktus memiliki batang yang mengandung air. Kaktus mempunyai daun kecil yang berbentuk duri untuk mengurangi penguapan.
b.      Kantong semar
      Kantong semar biasanya hidup di daerah yang miskin nitrogen. Kantong semar mempunyai kantong yang warnanya menarik serangga. Di dalam kantong tersebut terdapat lapisan yang lengket. Fungsinya untuk menangkap serangga yang masuk akan ke dalam kantong. Serangga ini akan dicerna oleh kantong semar untuk memenuhi kebutuhan nitrogen.
c.       Teratai
      Teratai banyak di jumpai di kolom. Teratai memiliki daun yang lebar dan tipis untuk memperbesar proses penguapan air. Teratai memiliki batang yangn berongga untuk jalan keluarnya udara.
d.      Pohon jati
      Pohon jati umumnya tumbuh di daerah yang kering. Oleh karena itu, pada musim kemarau pohon jati menggugurkan daunnya untuk mengurangi penguapan.
2).Sumber: Donny, dkk. Ilmu Pengetahuan Alam. Quadra, 2007. Halaman 11-12.

e.       Tumbuhan kejora
      Tumbuhan kejora adalah salah satu jenis tumbuhan ‘pemakan’ serangga. Seperti tumbuhan lainnya, tumbuhan kejora memperoleh nutrisi dari zat hara di dalam tanah. Namun terdapat zat hara seperti nitrogen yang keberadaanya dalam tanah tidak mencukupi. Oleh karena itu, tumbuhan kejora mencari sumber nitrogen lain, yaitu dari serangga.
f.       Rafflesia
      Tumbuhan ini berkembang biak melalui penyerbukan. Untuk melakukannya, Rafllesia arnoldii membutuhkan bantuan serangga. Caranya, dengan mengeluarkan bau yang menyengat seperti bau bangkai atau daging busuk. Serangga akan terpikat dengan bau ini dan hinggap pada bunga.
3). Sumber: Nurjanah, S. Sains BIOLOGI untuk SMP. Bandung: PT Sarana Panca Karya Nusa, 2005. Halaman 23-24
g.      Enceng gondok
      Eceng gondok termasuk tumbuhan hydrophyte. Mempunyai tangkai daun yang bergelembung (berongga), yang berfungsi untuk mengapung di permukaan air.
h.      Tumbuhan embun matahari
      Di tumbuhan embun matahari terdapat titik cairan yang bergemerlap bila terkena sinar matahari. Jika serangga menyentuh daub tersebut akan terjebak dalam cairan tersebut. Helai-helai daun akan mengakup untuk mencengkeram serangga dengan cairan pencerna.
4). Sumber: Rachmat, dkk. Sains Sahabatku. Jakarta: Ganeca Exact, 2004. Halaman 60.

i.        Tumbuhan bakau
      Ciri tumbuhan bakau diantaranya memiliki akar yang menyembul keluar dari tanah, fungsinya adalah untuk bernapas (disebut juga kar napas). Wajar, karena tumbuhan ini hidup di tepi pantai, dimana akar-akarnya yang di dalam tanah akan tergenang air sehingga minin O2.
j.        Pohon kelapa
      Tumbuhan kelapa memiliki buah yang khas yaitu serabut yang tebal serta tempurungnya yang keras. Fungsinya adalah agar saat buah kelapa jatuh di laut mampu bertahan lama dan terbawa arus laut hingga menemukan daratan yang cocok untuk berkecambah membentuk tunas dan tumbuh menjadi pohon kelapa.
k.      Pohon beringin
      Pohon beringin memiliki akar gantung yang cukup banyak dan besar. Fungsinya adalah untuk mendapatkan pasokan udara atau oksigen yang lebih banyak.
19. Kaitkan ciri khusus yang dimiliki hewan dengan lingkungan hidupnya!
Jawaban:
1). Sumber: buku Haryanto. SAINS UNTUK SD KELAS V. Jakarta: Erlangga, 2004. Halaman 57-63

Ciri khusus yang dimiliki hewan dengan lingkungan hidupnya, adalah sebagai berikut:
a.       Kupu-kupu
     Ciri khusus yang dimiliki oleh kupu-kupu yaitu mempunyai alat pengisap yang bentuknya panjang. Alat pengisap ini disebut probosis. Fungsinya yaitu untuk memudahkan kupu-kupu dalam mencari makanan. Makanan kupu-kupu adalah nektar. Nektar merupakan cairan manis sebagai bahan untuk membuat madu. Nektar terletak di bagian dasar bunga. Karena letak nektar di dasar bunga dan berbentuk cair, maka untuk memperolehnya, kupu-kupu mempunyai alat pengisap yang bentuknya panjang. Alat pengisap yang panjang memudahkan kupu-kupu untuk mengisap nektar.
b.      Lebah
      Bentuk penyesuaian diri pada lebah hampir sama dengan kupu-kupu. Lebah mempunyai ciri khusus yaitu bentuk mulut penjilat. Mulut ini mempunyai lidah yang panjang dan berguna umtuk menjilat makanan yang berupa nektar pada bunga.
c.       Nyamuk
     Nyamuk mempunyai bentuk mulut penusuk dan pengisap. Dengan mulut itu, nyamuk dapat mengisap makanan berupa darah manusia. Karena fungsinya sebagai penusuk, mulut nyamuk berbentuk tajam (runcing) dan panjang. Nyamuk menggunakan mulutnya untuk menusuk kulit manusia kemudian mengisap darah manusia.
d.      Burung
     Ada berbagai jenis burung seperti kakaktua, elang, pipit, merpati, pelican, kolibri, bebek, dan nuri. Bentuk paruh berbagai burung pun beraneka ragam. Keanekaragaman bentuk parug burung sesuai dengan jenis makanannya. Paruh burung pipit yang memakan biji-bijian berbeda dengan paruh burung elang yang memakan daging. Demikian pula, paruh burung pelikan dan bangau yang memakan ikan berbeda dengan paruh bebek yang memakan cacing dari dalam bubur. Paruh burung elang terlihat runcing (tajam) pada bagian ujungnya. Paruh yang runcing dan melengkung ini berguna untuk mengoyak tubuh mangsanya, misalnya tikus dan katak. Paruh burung kolibri panjang dan runcing. Bentuk paruh itu memudahkan burung kolibri menghisap nektar bunga.
e.       Unta
     Tempat hidup unta adalah di padang pasir yang kering dan gersang. Ciri khusus unta yaitu mempunyai punuk di punggungnya yang berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan dan air dalam waktu yang lama.
f.       Bunglon
     Ciri khusus bunglon yaitu dapat mengubah warna kulitnya sesuai dengan warna tempat bunglon berada. Perubahan warna aini merupakan penyamaran yang baik, sehingga menyulitkan musuh untuk menangkap bunglon.
g.      Walang sangit
     Ciri khusus walang sangit yaitu dapat mengeluarkan bau yang sangat menyengat, sehingga membuat musuh menjauhinya.
h.      Walang daun
     Walang daun mempunyai bentuk dan warna tubuh yang menyerupai daun. Keadaan tubuh yang seperti ini sangat mengutungkan walang daun. Hal ini akan menyulitkan musuh untuk mengetahui keberadaan walang daun.
i.        Harimau, anjing, dan singa
     Hewan ini mempunyai kuku dan gigi yang tajam. Kuku dan gigi yang tajam tersebut berguna untuk melindungi dirinya.
j.        Sapi, kambing, kerbau, dan kijang
     Sapi, kambing, kerbau, dan kijang mempunyai tanduk yang runcing. Hewan-hewan tersebut menggunakan tanduknya pada saat bertarung dengan musuh.
k.      Kalajengking, kelabang, dan lebah
     Kalajengking, kelabang, dan lebah menggunakan sengatnya untuk melindungi diri dari musuh. Hewan-hewan tersebut dapat mengeluarkan zat beracun bagi musuh melalui sengatnya. Racun itu digunakan untuk membunuh musuh.
l.        Cumi-cumi
     Cumi-cumi melindungi diri dari musuh dengan cara menyemburkan cairan seperti tinta ke dalam air, sehingga musuh tak dapat melihatnya.
m.    Siput
     Siput mempunyai pelindung tubuh yang keras yang biasa disebut rumah siput. Hewan ini melindungi diri dari musuh dengan cara memasukkan tubuh ke dalam rumahnya.
2).  Sumber: buku Nurjanah, S. Sains BIOLOGI untuk SMP. Bandung: PT Sarana Panca Karya Nusa, 2005. Halaman 25-27.

n.      Bebek
     Ciri khusus yang dimiliki bebek yaitu mempunyai paruh yang lebar. Bentuk paruh yang demikian berfungsi agar dapat memegang makananya yang licin seperti ikan. Kaki bebek mempunyai selaput di antara jari kakinya untuk memudahkan berenang.
3).  Sumber: Linda, dkk. Panduan Belajar Sains, halaman 3.
o.      Kelelawar
     Kelelawar memiliki kemampuan ekolokasi (kemampuan untuk mengetahui arah terbang dan keadaan lingkungannya dengan menggunakan bantuan gelombang bunyi). Oleh karena itu, kelelawar dapat terbang di dalam gua yang gelap.
p.      Cicak
     Cicak mempunyai telapak kaki dengan sistem pelekat sehingga cicak dapat merayap di dinding dan tidak jatuh. Cicak memiliki lidah yang panjang sehingga memudahkan cicak untuk menagkap serangga.
 20.  Identifikasi satuan dalam ekosistem dan menyatakan matahari merupakan sumber energi utama!
Jawaban:
1). Sumber: buku BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas X, Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam, Kurikulum 2013, disusun oleh Dra. Irnaningtyas. M.Pd., dicetak oleh PT Gelora Aksara Pratama, Penerbit Erlangga, halaman 411.
Energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja. Sifat energi di ekosistem sesuai dengan hukum termodinamika. Menurut hukum termodinamika, energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari satu bentuk energi ke energi lain. Energi cahaya dapat diubah oleh tumbuhan hijau menjadi energi potensial dalam bentuk karbohidrat melalui proses fotosintesis, kemudian diubah oleh hewan dan manusia menjadi energi panas dan energi gerak. Dalam sistem ekologi, suatu organisme merupakan komponen pengubah energi. Aliran energi dan siklus materi dalam ekosistem terjadi melalui rantai makanan dan jaring-jaring makanan.
2). Sumber: buku BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas X, Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam, Kurikulum 2013, disusun oleh Dra. Irnaningtyas. M.Pd., dicetak oleh PT Gelora Aksara Pratama, Penerbit Erlangga, halaman 405.
Sinar matahari merupakan sumber energi bagi seluruh kehidupan di bumi. Di dalam ekosistem, energi dialirkan dari suatu tingkat trofik ketingkat trofik berikutnta dalam bentuk transformasi energi. Sebagian kecil sinar matahari yang mencapai permukaan bumi dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis dan diubah menjadi energi potensial dalam bentuk karbohitdrat. Energi potensial yang dihasilkan oleh tumbuhan akan diubah menjadi energi kinetik oleh hewan dan manusia.
3). Sumber : buku IPA BIOLOGI untuk SMP/MTs kelas VII, Tim Abdi Guru, Penerbit Erlangga, tahun 2014, halaman 69.
Selain sebagai sumber energi dibumi, cahaya matahari juga mempunyai peranan mengatur tingkah laku organisme. Ada organisme yang aktif di siang hari dan ada organisme yang aktif di malam hari. Cahaya matahari juga dapat menghancurkan atau melapukkan batu-batuan sehingga memungkinkan organisme memanfaatkan mineral-mineral hasil pelapukan batuan tersebut.
21. Gambarkan hubungan makan dan dimakan antara makhluk hidup melalui rantai makanan sederhana!
Jawaban:
1). Sumber: buku BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas X, Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam, Kurikulum 2013, disusun oleh Dra. Irnaningtyas. M.Pd., dicetak oleh PT Gelora Aksara Pratama, Penerbit Erlangga, halaman 411.
            Rantai makanan adalah jalur pemindahan (transfer) energi dari satu tingkat trofik ke tingkat trofik berikutnya melalui makan dan dimakan. Herbivor mendapatkan energi dari memakan tanaman. Saat herbivor dimangsa karnivor, energi tersebut akan berpindah, dan seterusnya. Semakin pendek rantai makanan, semakin besar energi yang dapat disimpan oleh organisme di ujung rantai makanan.
            Berdasarkan tipe organisme (produsen) yang menjadi tingkatan trofik pertama, terdapat dua jenis rantai makanan, yaitu rantai makanan perumput dan rantai makanan detritus. Rantai makanan yang dimulai dari organisme produsen (tumbuhan hijau) disebut rantai makanan perumput. Contoh rantai makanan perumput yaitu:
katak
 
belalang
 
padi
 
ular
 
            padp

manusia
 
itik
 
Cacing tanah
 
Serpihan daun  ((xdhd(sampah
 
Rantai makanan yang dimulai dari detritus (serpihan organisme yang sudah mati) disebut rantai makanan detritus. Contoh makanan detritus yaitu:
 


           
2). Sumber : buku IPA BIOLOGI untuk SMP/MTs kelas VII, Tim Abdi Guru, Penerbit Erlangga, tahun 2014, halaman 74.
Konsumen puncak
 
Konsumen II
 
Konsumen I
 
produsen
 
            Proses perpindahan energi melalui peristiwa makan dan dimakan yang membentuk rangkaian tertentu disebut rantai makanan. Rantai makanan:
 



Contoh: tumbuhan dimakan kelinci, kelinci dimakan ular, dan ular dimakan elang.
 22. Jelaskan hubungan antara:
a.       Struktur akar tumbuhan dengan fungsinya
b.      Struktur batang tumbuhan dengan fungsinya
c.       Struktur daun tumbuhan dengan fungsinya
d.      Bunga dengan fungsinya
Jawaban:

1). Sumber: buku DUNIA TUMBUHAN, dicetak oleh PT Intan Sejati, tahun 2001, halaman 11.
a.       Struktur akar tumbuhan dengan fungsinya
Akar tumbuhan biasanya tumbuh ke bawah menuju tanah. Tujuan utamanya adalah menyerap air dan mineral dari tanah. Air dan mineral diserap melalui sel-sel yang sangat kecil dan berbentuk tabung yang disebut rambut-rambut akar. Akar juga bertindak sebagai jangkar untuk menahan tumbuhan dengan kuat dalam tanah. Akar tumbuh ketika sel-sel terdapat tepat di belakang ujungnya membelah. Daerah ini disebut titik tumbuh. Daerah penghasil sel-sel baru disebut  zona pemanjangan. Sel-sel baru mempunyai dinding sel yang lunak sehingga dapat memanjang ketika air diisap masuk ke akar. Ketika sel-sel baru mengalami perpanjangan, sel-sel tersebut mendorong ujung akar lebih jauh ke dalam tanah. Lapisan sel yang disebut tudung akar melindungi ujung akar di dorong
b.      Struktur batang tumbuhan dengan fungsinya
Batang adalah bagian utama tumbuhan yang ada diatas tumbuhan yang ada di atas tanah atau aerial. Batang yang menopang tumbuhan biasanya tumbuh ke atas. Batang berisi sistem jaringan pembuluh, yang membawa air dan mineralke seluruh tumbuhan. Taruk adalah batang baru yang tumbuh dari biji atau muncul dari batang utama tumbuhan. Kuncup  adalah tonjolan kecil pada batang yang berkembang menjadi taruk baru atau bunga. Ada dua macam kucup yang berbeda, yaitu  kuncup ujung (terminal) dan kuncup ketiak (aksilaris). Kuncup ketiak juga dikenal sebagai kuncup lateral atau kuncup skunder.
c.       Struktur daun tumbuhan dengan fungsinya
1.      Bagian daun dalam
Daun mempunyai jaringan pembuluh yang panjang disebut urat daun. Urat daun menyediakan air dan mineral bagi daun, dan memindahkan makanan yang dibuat di dalam daun ke bagian-bagian tumbuhan lainnya. Beberapa daun, seperti rumput-rumputan, mempunyai urat daun yang panjang dan sejajar, tetapi sebagian besar mempunyai satu tualng daun pusat yang disebut ibu tulang daun. ibu tulang daun ini adalah pemanjangan dari tangkai daun. ibu tulang daun bercabang-cabang menjadi sejumlah tulang cabang yang lebih kecil yang disebut urat daun samping. Keseluruhan sistem tulang daun disebut venasi (pertulangan daun).
2.      Sel-sel daun
Daun tersusun atas lapisan-lapisan berbagai jenis sel yang berbeda. Epidermis adalah lapisan sel-sel yang pipih berlilin di permukaan daun. Episermis untuk mencegah kehilangan atau mendapatkan air dalam jumlah yang berlebihan.
Lapisan palisade terdapat di bawah epidermis, pada sisi daun bagian atas. Lapisan ini tersusun oleh sel-sel palisade yang berbentuk kolom, yang mengandung banyak kloroplas hijau yang sangat kecil. Kandungan sel-sel palisade saling merapat, yang membantunya menyerap sinar matahari. Di bawah lapisan palisade terdapat lapisan bunga karang yang tersusun atas sel-sel bunga karang yang berbentuk tak beraturan, dan rongga-rongga udara. Rongga udara memungkinkan udara bergerak mengelilingi bagian dalam daun. Lapisan bunga karang dan lapisan palisade bersama-sama disebut mesofil.
3.      Tangkai daun
Tangkai daun atau petiole adalah struktur tipis yang menghubungkan helaian daun utama dengan batang. Bagian ini mengandung renutan daun. Ini adalah daerah jaringan pembuluh yang merupakan cabang-cabang dari jaringan pembuluh batang dan menjadi pusat urat daun. Urat tangkai daun ini memungkinkan mineral dibawa ke daun.
Sebelum daun mati, lapisan sel-sel yang disebut lapisan absisi, terbentuk pada pangkal tangkainya. Lapisan absisi memisahkan daun dari bagian tumbuhan lainnya. Daun kemudian gugur, membuat lampang daun pada batang.
4.      Permukaan daun
Pada sisi bawah daun terdapat lubang-lubang sangat kecil yang disebut stomata, setiap satu lobang disebut stoma. Stomata memungkinkan air dan udara bergerak masuk ke luar daun.
Pada sisi setiap stoma terdapat sel penjaga yang berbentuk bulan sabit. Pasangan sel ini dapat berubah bentuk untuk membuka dan menutup stoma, mengendalikan seberapa banyak udara dan air yang masuk dan meninggalkan daun.
d.      Bunga dengan fungsinya
Tumbuhan yang menghasilkan bunga disebut angiosperma. Bunga mengandung bagian-bagian yang  diperlukan oleh tumbuhan untuk berkembang biak. Bagian ini menghasilkan sel-sel kelamin jantan dan betiana disebut gamet, yang bergabung untuk menghasilkan tumbuhan baru dari jenis yang sama. Jenis perkembangbiakan ini disebut perkembangbiakan seksual.
23. Identifikasi berbagai cara hewan berkembang biak!
Jawaban:
1).Sumber: Suwanto, dkk. Ayo Belajar di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius, 2010. Halaman 30.

            Hewan melestarikan jenisnya dengan cara berkembang biak. Hewan berkembang biak dengan cara berbeda-beda. Berdasarkan cara berkembang biak, hewan digolongkan menjadi tiga macam, yaitu:
a.        Ovipar
      Ovipar adalah cara hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur. Ovipar berasal dari kata ovum (telur). Sel telur dari hewan betina dibuahi oleh sperma yang dihasilkan hewan jantan. Pembuahan dapat terjadi di dalam tubuh (internal) dan pembuahan di luar tubuh (eksternal). Contohnya adalah ayam dan burung.
b.       Vivipar
      Vivipar adalah hewan yang berkembang biak dengan melahirkan. Contohnya adalah seperti kambing dan sapi. Sebenarnya hewan yang melahirkan juga menhasilkan telur. Telur tersebut tidak dibungkus oleh cangkang dan tidak dikeluarkandari tubuh. Saat terjadi perkawinan, sperma hewan jantan akan membuahi telur di rahim hewan betina.
      Telur yang telah dibuahi disebut zigot. Zigot akan tumbuh menjadi calon individu baru (embrio). Selama itulah hewan betina mengalami kehamilan (mengandung). Setiap jenis hewan mengalami masa kehamilan yang berbeda-beda. Setelah dilahirkan, induk bayi hewan tersebut akan menyusui anaknya.
c.        Ovovivipar
      Ovovivipar adalah hewan yang berkembang biak dengan bertelur dan melahirkan. Hewan betina yang berkembang biak dengan cara ini juga akan mengeluarkan telur dari tubuhnya. Akan tetapi, telur yang dikeluarkan sudah tumbuh menjadi embrio. Perkembangbiakan ovovivipar diawali dengan bertelurnya hewan betina dalam tubuh. Telur tersebut akan dibuahi sel sperma yang dihasilkan oleh hewan jantan. Hal ini disebut pembuahan.
      Pembuahan menghasilkan zigot yang akan tumbuh menjadi embrio di dalam telur. Embrio tersebut akan menetas di dalam tubuh hewan betina. Selanjutnya, calon bayi dikeluarkan dari dalam tubuh hewan betina seperti proses melahirkan. Contohnya seperti platipus, ular boa, dan kadal.
2).Sumber: Nurjanah, S. Sains BIOLOGI untuk SMP, Bandung: PT Sarana Panca Karya Nusa, 2005, Halaman 72-82.

Perkembangbiakan hewan  dengan cara lainnya, adalah sebagai berikut:
a.       Perekembangbiakan Generatif pada Hewan
            Perkembangbiakan generatif pada hewan diawali dengan adanya peleburan antara sel spermatozoid atau sel sperma dari individu jantan dan sel telur atau ovum dari individu betina. Pada beberapa hewan biasanya mempunyai alat kelamin betina. Akan tetapi, ada pula hewan yang mempunyai kedua alat kelamin tersenut. Hewan semacam ini disebut hewan hermafrodit, misalnya cacing tanah, siput, dan hydra.        
            Perkembangbiakan generatif  pada hewan dapat dilakukan secara konyugasi ataupun onisogami. Pada hewan tingkat rendah seperti hewan yang tidak bertulang belakang atau invertebrate, perkembangbiakan generatif dilakukan dengan cara berikut ini:
1.      Isogami, yaitu peleburan antara dua buah sel gamet yang bentuk dan ukurannya sama. Konyugasi terjadi pada Paramecium caudatum.
2.      Anisogami,yaitu peleburan anatara dua buah sel gamet yang berbeda bentuk dan ukurannya. Dalam anisogami terjadi peleburan mikrogamet dan makrogamet pada Plasmodium.
            Pada hewan tingkat tinggi seperti hewan bertulang belakang atau vertebrata terjadi pula pembuahan, yaitu adanya peleburan antara sel spermatozoid dan sel telur atau ovum yang berbeda bentuk dan ukurannya. Alat perkembangbiakan generatif hewan yaitu testis pada individu jantan dan ovarium pada individu betina. Testis berfungsi sebagai alat penghasil spermatozoid, sedangkan ovarium sebagai alat untuk menghasilkan sel telur atau ovum.
            Berdasarkan tempat terjadinya proses pembuahan atau fertilisasi, pada hewan vertebrata dibedakan menjadi dua, yaitu fertilisasi eksternal dan fertilisasi internal, adalah sebagai berikut:
a.       Fertilisasi Eksternal
            Proses peleburan sel spermatozoid dan sel telur atau ovum yang terjadi di luar tubuh individu betina disebut fertilisasi eksternal. Pembuahan ini biasanya dilakukan pada hewan yang hidup di air, misalnya ikan dan katak. Hewan yang melakukan fertilisasi secara eksternal akan mengeluarkan sel kelaminnya, baik beupa sel spermatozoid maupun sel telur atau ovum dalam jumlahnya yang banyak. Hal ini disebabkan kemungkinan terjadinya pembuahan sangat kecil akibat adanya pengaruh luar, seperti arus air, adanya pemangsa, suhu sekitar, dan keadaan air yang tidak menguntungkan. Oleh karena itu, dengan menghasilkan sel spermatozoid dan sel telur atau ovum sebanyak-banyaknya maka dapat memperbesar kemungkinan terjadinya pembuahan atau fertilisasi.
b.      Fertilisasi Internal
            Fertilisasi internal adalah proses peleburan sel spermatozoid dan sel telur atau ovum yang terjadi di dalam tubuh individu betina. Pada fertilisasi internal kedua individu akan menggunakan alat kelamin luar untuk melakukan pembuatan. Alat kelamin luar pada individu jantan berupa hemipenis, seperti pada kadal dan pada kambing, sedangkan alat kelamin lauar pada individu betina berupa lubang vagina, seperti vagina pada kambing, kucing, dan marmot.
            Berbeda dengan fertilisasi eksternal, pada fertilisasi internal sel telur yang dikeluarkan oleh individu betina jumlahnya sangat terbatas, sedangkan jumlah sel sperma yang dikeluarkan individu jantan masih tetap banyak. Oleh karena itu, untuk melakukan proses fertilisasi sel sperma berlomba-lomna membuahi sel telur dari induk betina. Jadi tidak semua sel sperma yang dikeluarkan oleh individu jantan akan membuahi sel telur yang dikeluarkan individu betina.
b.   Perkembangbiakan Vegetatif Pada Hewan
            Pada umunya, hewan melakukan perkembangbiakan secara generative. Akan tetapi, pada beberapa hewan tidak bertulang belakang atau invertebrata dan hewan tingkat rendah, perkembangbiakan dilakukan secara vegetative.
            Beberapa cara perkembangbiakan vegetative pada hewan, di antaranya membelah diri, pertunasan, fragmentasi, regenerasi, dan pembentukan spora atau sporulasi. Cara perkembangbiakan vegetative dengan membelah diri atau pembelahan secara biner, yaitu pembelahan diri dari satu sel menajdi dua sel baru. Cara ini dilakukan pada kelompok protozoa. Mislanya, Amoeba proteus, Euglena viridis, dan Paramecium caudatum. Pembelahan biner dimulai dengan pembelahan inti sel. Kemudian, pembelahan inti sel tersebut diikuti dengan pembelahan sitoplasma dan akhirnya dihasilkan dua individu baru.
            Ada beberapa hewan yang melakukan perkembangbiakan seperti tumbuhan, yakni dengan petunasan atau munculnya atau muculnya tunas dari bagian tubuhnya. Cara perkembangbiakan vegetetatif ini terjadi pada Hydra viridis, Obelia, dan Porifera.
            Perkembangbiakan dengan fragmentasi adalah perkembangbiakan denagn cara pemisahan sebagian sel dari suatu individu, kemudian membentuk individu baru. Perkembangbiakan ini terjadi pada cacing pita dengan menggunakan bagian ruas atau proglotis. Selain itu, ada perkembangbiakan dengan regenarasi.
            Daya generasi pada hewan adalah kemampuan untuk bagian tubuh yang rusak atau hilang atau terpotong. Pada hewan yang mempunyai data regenerasi yang tinggi maka bagian yang terpotong dapat membentuk individu baru. Daya regenerasi dapat kita lihat pada cacing pipih atau Planaria. Misalnya, Planaria yang dipotong menjadi tiga bagian maka pada setiap potongannya akan membentuk individu baru, yaitu menjadi tiga individu.
            Perkembangbiakan dengan sporulasi atau pembentukan spora terjadi pada golongan sporozoa, misalnya Plasmodium. Plasmodium dibantu oleh nyamuk Anapheles. Pada tubuh nyamuk, ookista yang pecah akan menghasilkan banyak sporozoit. Sporozoit ini merupakan generasi selanjutnya dari Plasmodium.

24. Identifikasi berbagai cara tumbuhan berkembang biak!
Jawaban:
1.      Perkembangbiakan generative
pada tumbuhan generatif pada tumbuhan akan berbeda antara tumbuhan tingkat rendah (kriptogamea) dan tingkat tinggi (phanerogamea).Pada tumbuhan tingkat rendah, perkembangan generatif dilakukan dengan cara berikut ini:
a.       Peleburan antara dua sel gamet yang sama bentuk dan ukurannya disebut isogami.apabila kedua sel gamet tersebut belum diketahui sel kelamin jantan dan sel kelamin betinanya disebut konyugasi. Misalnya, terjadi pada spirogyra sp.
b.      Peleburan antara dua buah sel gamet yang berbeda bentuk dan ukurannya disebut anisogami .apabila kedua sel tersebut diketahui sel kelamin jantan dan sel kelamin betinanya disebut pembuahan atau fertilisasi.anisogami terjadi pada oedogonium dan ulva lactuca. Pada tumbuhan tingkat tinggi, umumnya terjadi pembuahan atau
Fertilisasi. Tumbuhan tingkat tinggi berkembang biak dengan biji sehingga disebut tumbuhan biji (spermatophyta).dilihat dari sifat bijinya, tumbuhan biji dibedakan menjadi tumbuhan biji terbuka (gymnospermae) dan tumbuhan biji tertutup (Angiospermea). Pada gymnospermea bakal biji tidak tertutup oleh bakal buah atau daun buah sedangkan pada Angiospermea bakal biji tertutup oleh bakal buah dan daun buah. Perkembanganbiakan vegetatif pada Gymnospermae dilakukan oleh alat perkembangbiakan berupa strobilus yang bentuknya seperti kerucus baik strobilus jantan maupun strobilus betina. Misalnya Strobilus pada tumbuhan pinus. Pada Gymnospermae terjadi pembuatan tunggal, sedangkan  pada Angiospermae terjadi pembuatan ganda. Untuk memahami perkembangan tumbuhan, berikut ini akan diuraikan alat perkembangbiakan tumbuhan, penyerbukan, pembuahan, dan sel pembelahan sel.
c.   Penyerbuakan pada tumbuhan biji tertutup, proses pembuahannya diawali dengan adanya peristiwa penyerbukan atau polinasi. Peristiwa jatuhnya dan menempelnya serbuk sari (polen) pada kepala putik (stigma). Proses penyerbukan dapat dilakukan secara alami dengan bantuan angin dan air . di samping itu, ada pula yang dibantu oleh makhluk hidup, misalnya serangga, burung, dan manusia. Proses penyerbukan yang dibantu oleh hewan dilakukan secara tidak sengaja. Misalnya, seekor lebah yang sedang mengisap madu dari kelenjar madu suatu bunga. Hal ini disebabkan secara tidak sengaja bagian tubuh lebah menyentuh serbuk sari dari bunga yang dihinggapinya.kemudian, lebah tersebut terbang dan hinggap pada bunga lain untuk mengisap madu  akibatnya, serbuk sari yang dikunjunginya sehingga terjadilah peristiwa penyerbukan.oleh karena beraneka ragamnya tumbuhan yang hidup pada suatu tempat maka ada kemungkinan serbuk sari dari bunga yang satu akan menempel pada kepala putik yang lain akibat adanya tiupan angin. Berdasarkan asal serbuk sarinya, proses penyerbukan dapat dibedakan menjadi penyerbukan sendiri (otogami), penyerbukan tetangga (geintonogrami), dan penyerbukan silang (alogami).penyerbukan sendiri terjadi apabila serbuk sari dan putik berasal dari satu bunga yang sama.Penyerbukan sendiri dapat pula terjadi pada bunga yang belum mekar disebut kleistogami. Pada peyerbukan sendiri biasanya tidak dapat berjalan dengan baik karena dalam satu bunga,serbuk sari dapat masak terlebih dahulu (protandri) daripada putik atau dapat pula putiknya masak terlebih dahulu (protogini) dari pada serbuk sari .selain it u, serbuk sari. Selain itu, serbuk sari tidak dapat menempel pada kepala putik tersembunyi sehingga sulit terjadi penyerbukan. Penyerbukan tetangga (geitonogami) ,terjadi apabila serbuk sari dan putik berasal dari bunga yang berlainan, namun masih dalam satu pohon. Penyerbukan silang (alogami) terjadi apabila serbuk sari dan kepala putik. Berbeda variestasnya ,namun masih dalam spesis yang sama disebut bastar. Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa penyerbukan dapat dilakukan secara sengaja atau tidak sengaja dengan bantuan perantara, yaitu angin, air, hewan, dan manusia. Penyerbukan dengan bantuan angin disebut anemongami. Penyerbukan  ini biasanya terjadi pada tumbuhan yang mempunyai mahkota bunga kecil ,dan tidak mencolok warnanya, serta serbuk sarinya kecil,kering, dan ringan . selain itu , benang sarinya mudah lepas tertiup oleh angin dan kepala putiknya menjulang tinggi ke atas. Penyerbukan dengan perantara air disebut hydrogami .penyerbukan ini terjadi pada tumbuhan yang hidup di air .selain itu ,penyerbukan dengan perantaraan hewan disebut zoidiogami. Penyerbukan ini dapat dilakukan oleh serangga (entonogami), burung (melakogami).Tumbuhan yang penyerbukaan dibantu oleh hewan mempunyai beberapa ciri , diantaranya bunga berukuran besar, mahkota bunga berwarna-warni, dan mengeluarkan aroma yang khas. Selain itu, bunganya memiliki kelenjar madu atau nektar, dan serbuk sarinya mudah menempel atau lengket. Adapun penyerbukan dengan perantaraan manusia disebut antropogami.
d.    Pembuahan: proses pembuahan terjadi jika dua inti generatif masuk ke dalam mikrofil.satu ini generatif membuahi inti sel telur dan membentuk zigot, sedangkan satu inti lainnya melembur bersama inti kandung lembaga sekunder untuk membentuk cadangan makanan (endosperm). Pembuahan pada tumbuhan biji tertutup terjadi dua kali sehingga disebut pembuahan ganda. Pembuahan pada tumbuhan biji terbuka merupakan pembuatan tunggal. Artinya, inti sel kelamin jantan atau inti generatif hanya membuahi inti sel telur atau ovum.setelah terjadi pembuahan akan terjadi ,perubahan-perubahan dalam bakal biji yang berada didalam bakal buah. Selanjutnya bakal biji akan berkembang menjadi biji dan bakal buah akan berkembang menjadi buah.
e.   Pembelahan sel: pada makhluk hidup , proses pembelahan sel dapat dibedakan menjadi amitosis, mitosis, dan meisos atau reduksi. Amitosis ialah pembelahan sel secara langsung yang dimulai dengan pembelahan inti (karyogami) dan diikuti pembelahan sitoplasma (plasmogami). Pembelahan ini terjadi pada makhluk hidup bersel satu .mitosis adalah pembelahan sel secara tidak langsung yang terjadi melalui fase pembelahan, yaitu interfase, profase, metafase, anafase, dan telofase. Pembelahan ini terjadi pada sel tubuh atau somatis , baik pada tumbuhan, hewan, maupun manusia . misalnya , sel anak sebagai hasil pembelahan mempunyai jumlah kromosom sama dengan sel induknya.

2.      Perkembangan vegetatif pada tumbuhan
a.       perkembangbiakan vegetatif alami
Perkembangbiakan vegetatif alami adalah perkembangbiakan vegetatif yang terjadi dengan sendirinya di alam, tanpa adanya campur tangan manusia. Perkembangbiakan vegetatif alami dapat dilakukan dengan berbagai cara berikut ini:
·         Melalukan pembelahan sel
·         Spora
·         Akar rimpang (rhizoma)
·         Geragih (stolon )
·         Umbi batang
·         Umbi lapis
·         Tunas adventif

b.      perkembangbiakan vegetatif buatan
Perkembangbiakan vegetatif buatan terjadi karena adanya campur tangan manusia dalam proses perkembangbiakannya. Teknik ini dilakukan dengan tujuan menghasilkan tanaman yang sesuai dengan keinginan unruk memperoleh tanaman yang tahan penyakit, buah yang besar, dan aroma yang lezat. Teknik perbanyakan vegetatif harus diupayakan dengan cara mencari bibit untuk tanaman pokokatau batang. Selai itu, pada bagian bawahnya harus tanaman yang memiliki ketahanan kuat terhadap penyakit. Bagiantumbuhan yang akan digabungkan, yaitu cabang muda atau calon tunas harus dipilihdari tanaman yag memiliki sifat unggul, baik dalam rasa, aroma,ukuran, maupun kualitas daging buah agar dapat dihasilkan tanaman yang bermutu. Perkembangbiakan vegetatif buatan dapat dilakukan dengan cara, di antaranya setek, mencangkok, okulasi, menyambung, dan merunduk.
25. Identifikasi bagian-bagian bunga dan biji sebagai alat perkembangbiakan tumbuhan!
Jawaban:
1). Sumber: buku DUNIA TUMBUHAN, dicetak oleh PT Intan Sejati, tahun 2001, halaman 28-32.
            Bunga terdiri atas banyak bagian khusus yang meliputi mahkota bunga, benang sari (bagian jantan), dan satu atau lebih putik (bagian betina).
a.       Mahkota bunga
Mahkota bunga biasanya lembut, sering berwarna cerah, dan mengelilingi bagian reproduksi tumbuhan. Banyak mahkota yang berbau atau berpola dan mempunyai daerah yang terdiri dari sel-sel yang disebut nektaria pada bagian pangkalnya. Nektaria menghasilkan cairan yang manis dan lengket disebut nektar, yang menarik serangga atau hewan-hewan lainnya yang dibutuhkan untuk penyerbukan.
b.      Bagian-bagian jantan
Bagian-bagian reproduksi jantan pada bunga disebut benang sari. Setiap benang sari terdiri atas kepala sari, pada bagian ujung tangkai yang panjang yang disebut tangkai sari. Kepala sari terdiri atas kantong-kantong serbuk sari yang membuka untuk melepaskan butiran-butiran serbuk sari,  sel-sel reproduksi jantan.Butiran- butiran serbuk sari dari tumbuhan yang berbeda bisa berbeda-beda ukuran dan bentuknya, tetapi mempunyai beberapa kenampakan yang sama.
c.       Bagian- bagian betina
Bagian- bagian reproduksi betina bunga disebut karpel atau putik, yang terdiri atas kepala putik , tangkai putik, dan bakal buah. Kepala putik adalah bagian atas putik. Kepala putik mempunyai permukaan yang lengket untuk menangkap butiran-butiran serbuk sari yang menyentuhnya. Kepala putik dihubungkan dengan bakal buah oleh bagian putik yang disebut tangkai putik. Setiap bakal biji yang merupakan sel-sel perkembangbiakan betina. Bakal-bakal biji ini berkembang menjadi biji setelah penyerbukan.
d.      Jantan dan betina
Hermaprodit adalah setiap bunga yang miliki bagian jantan dan betina. Beberapa tumbuhan seperti jagung, mempunyai dua jenis bunga pada satu tumbuhan: bunga bersari, yang hanya mempunyai bagian jantan, dan bunga berputik yang hanya mempunyai bagian betina. Tumbuhan dengan bunga-bunga jenis ini disebut sebagai berumah satu.
Agar tumbuhan berbunga dapat berkembang biak, sel jantan ( serbuk sari ) dan sel betina ( bakal buah ) harus bersatu. Ini disebut pembuahan.

            Pembuahan pada tumbuhan berbunga mengarah pada pembentukan biji. Setiap biji mengandung tumbuhan baru yang sedang berkembang dan cadangan makanan. Biji terdapat didalam tumbuhan yang disebut  buah. Didalam biji, biji dilindungi oleh selaput yang disebut selaput biji (testa). Setiap selaput biji mempunyai tanda yang disebut hilium pada permukaannya, yang menunjukkan tempat bakal biji bergabung dengan bakal buah. Lubang kecilnya (mikropil) yaitu tempat masuknya serbuk sari manuju bakal bijijuga masih dapat dilihat. Lubang ini menyebabkan air bisa masuk. Tumbuhan yang sedang tumbuh didalam biji disebut embrio. Embrio juga mempunyai dua bagian:  pucuk tembaga (plumula)  yang akan menjadi akar pertama dari tumbuhan baru.

Semoga bermanfaat yaa... mohon maaf bila msaih banyak kesalahan.