1.
Jelaskan hakikat Sains !
Jawaban
:
1).
Sumber: “Pembelajaran IPA di SEKOLAH
DASAR” penulis Drs. H. Usman Samatowa,
penerbit PT. Indeks
Secara singkat IPA atau sains adalah
ilmu pengetahuan yang rasional dan objektif tentang alam semestadengan segala isinya
(Hendro Darmojo,1992:3) selain itu, Nash 1993 dalam bukunya The Nature Of
Science menyatakan bahwa IPA adalah suatu cara atau metode untuk mengamati
alam. Nash juga menjelaskan bahwa vara IPA mengamati dunia ini bersifat analis,
lengkap, cermat serta menghubungkan antara suatu fenomena dengan fenomena lain,
sehingga keseluhannya membentuk suatu perspektif yang baru tentang objek yang diamatinya.
IPA membahas tentang gejala-gejala alam
yang disusun secara sistematis yang di dasarkan pada hasil percobaan dan
pengamatan yang dilakukan oleh manusia. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Fawler
(dalam Winaputra 1992:122) bahwa IPA merupakan ilmu yang berhubungan dengan
gejala alam dan kebendaan yang sistematis yang tersusun secara teratur, berlaku
umum yang merupakan kumpulan dari hasil observasi dan eksperimen (teratur)
artinya pengetahuan itu tersusun dalam suatu sistem, tidak berdiri sendiri, satu
dengan lainya saling berkaitan, saling menjelaskan sehingga seluruhnya
merupakan satu kesatuan yang utuh, sedangkan berlaku umum artinya pengetahuan
itu tidak hanya berlaku oleh seorang atau beberapa orang dengan cara
eksperimentasi yang sama akan memperoleh hasil yang sama atau konsisten.
Selanjutnya ( Winaputra 1992 : 123 ) mengemukakan bahwa tidak hanya merupakan
kumpulan pengetahuan tentang benda atau makhluk hidup tetapi memerlukan kerja,
cara berfikir, dan cara memecahkan masalah. Kesimpulan:
Bahwa
Sains adalah ilmu pengetahuan yang: mempunyai objek dan menggunakan metode
ilmiah.
2)
Sumber buku: “ Ilmu Alamiah Dasar” oleh Drs. Abdullah Aly dan Ir. Eni Rahma,
penerbit PT. Bumi Aksara
“ IPA merupakan ilmu yang sistematis dan
dirumuskan, yang dirumuskan dengan gejala-gejala kebendaan dan didasarkan atas
pengamatan dan induksi”: ( Fowler et-al, 1952 ). Sedangkan Nokes dalam bukunya
“Science In Education” menyatakan IPA adalah pengetahuaan teoritis yang
diperoleh dengan metode khusus.
Kedua pendapat diatas sebenarnya tidak
berbeda. Memang benar bahwa IPA merupakan suatu ilmu teoritis, tetapi teori
tersebut didasarkana atas pengamatan, percobaan terhadap gejala alam. Betapapun
indahnya teori dirumuskan tidaklah dapat dipertahankan bila tidak sesuai dengan
hasil pengamatan. Teori tidak dapat berdiri sendiri karena harus didasari hasil
pengamatan. Contonya: Maxwell tidak akan sampai menyusun teori gelombang
elektromagnetik bila seandainya Faraday tidak berhasil dalam percobaanya
mengenai induksi elektromagnetik.
Jadi dapat disetujui bahwa Ilmu
Pengetahuan Alam atau Sains adalah suatu pengetahuan teoritis yang diperoleh
atau disusun dengan cara khas/khusus, yaitu merupakan observasi ,
eksperimentasi, penyimpulan, penyusunan, observasi dan demikian seterusnya
saling kait-mengait antara cara satu dengan cara yang lainnya.
3).
Sumber buku: BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas X, Kelompok Peminatan Matematika dan
Ilmu Alam, Kurikulum 2013, disusun oleh Dra. Irnaningtyas. M.Pd., dicetak oleh
PT Gelora Aksara Pratama, Penerbit Erlangga, halaman 6.
Sains (science) berasal dari
kata latin scientia yang artinya pengetahuan. Sains merujuk pada sistem untuk
mendapatkan pengetahuan melalui pengamatan dan eksperimen serta berbagai bidang
ilmu yang bersifat ilmiah. Bidang ilmu sains biasanya dibedakan menjadi 2,
yaitu ilmu alam dan ilmu sains sosial. Sains memiliki beberapa karakteristik,
yaitu:
a. Rasional, atrinya sains merupakan hasil kegiatan berpikir secara
logis dengan menggunakan nalar (rasio) yang hasilnya dapat diterima nalar
manusia. Sains bukan takhayul.
b. Objektif, sains merupakan kebenaran apa adanya karena didasarkan
atas data-data dan tanpa pengaruh pendapat atau pandangan pribadi.
c. Empiris, sains dapat dibuktikan dengan pengamatan, penelitian
atau eksperimen.
d. Akumulatif, sains dapat dibentuk berdasarkan teori lama yang
disempurnakan, ditambah, atau diperbaiki sehingga makin sempurna.
2. Berikan contoh produk ilmiah, proses ilmiah,
keterampilan kerja ilmiah, dan sikap pada
permasalahan IPA !
Jawaban
:
- Produk ilmiah
1)Sumber: 1). Sumber buku:
BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas X, Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam,
Kurikulum 2013, disusun oleh Dra. Irnaningtyas. M.Pd., dicetak oleh PT Gelora
Aksara Pratama, Penerbit Erlangga, halaman 9.
Hakikat IPA sebagai produk
adalah hasil yang diperoleh setelah melakukan pengamatan atau observasi yang
tersusun secara sistematis dan lebih sederhana sesuai dengan pemahaman dan
kemampuan anak. Produk IPA meliputi:
a.
Fakta
Fakta adalah pernyataan tentang benda yang benar-benar
ada atau terjadi. Contoh: Kupang adalah ibu kota provinsi NTT.
b.
Konsep
Konsep adalah
kumpulan dari beberapa fakta yang saling berhubungan. Contoh: manusia.
c.
Prinsip
Prinsip adalah kumpulan
beberapa konsep. Contoh: tumbuhan akan tumbuh keatas.
d.
Teori dan hukum
Teori dan
hukum adalah prinsip-prinsip yang sudah diterima. Contoh: teori Jean Peaget.
- Proses ilmiah dan keterampilan
kerja ilmiah
1). Sumber buku:
BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas X, Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam,
Kurikulum 2013, disusun oleh Dra. Irnaningtyas. M.Pd., dicetak oleh PT Gelora
Aksara Pratama, Penerbit Erlangga, halaman 10-15.
Pendekatan keterampilan proses (Inquiry
approach) adalah suatu cara yang diterapkan agar dapat menemukan sendiri fakta dan konsep ilmiah
dengan melibatkan secara maksimal seluuk menembuhkan ruh kemampuannya.
Pendekatan keterampilan proses saling tepat digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangkan jiwa ilmiah
seseorang. Dengan keterampilan kerja ilmiah ini, seseorang menjadi lebih aktif,
kreatif, inovatif dalam memecahkan madalah dan menghasilkan suatu produk sains.
Ketermpilan proses kerja ilmiah antara lain mencakup:
a.
Klasifikasi objek
Klasifikasi
adalah kegiatan mengelompokkan objek berdasarkan kriteria tertentu yang
ditetapakn. Klasifikasi bertujuan untuk menyederhanakan objek sehingga akan
memudahkan dalam melakukan penelitian. Sebasgai contoh, bila kita akan
mengadakan penelitian tentang pengaruh tentang penggunaan formalin terhadap
mamalia, maka kita tidak perlu melakukan uji coba pada semua jenis mamalia,
tetapi cukup menggunakan salah satu jenis mamalia yang mewakilinya, misalnya
tikus putih.
b.
Mengajukan
pertanyaan
Ide penelitian
bisa muncul dari rasa ingin tahu yang tinggi. Pertanyaan yang muncul ketika
anda melihat suatu kejadian yang aneh dapat diangkat sebagai suatu masalah yang
diselesaikan melalui serangkaian penelitiaan. Sejumlah pertanyaan dengan
menggunakan 5W+1H dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan merumuskan
masalah yang merupakan langkah awal dalam penelitian ilmiah. Masalah-masalah
yang menarik untuk diteliti dapat ditemukan secara sengaja maupun tidak.
Contohnya:
Setiap hari
Minggu, Amir pergi memancing ikan ke danau Telaga Warna. Amir mengamati adanya
keanehan pada danau tersebut, yaitu warna air danau yang berubah-ubah. Kemudian
timbul beberapa pertanyaan dalam dirinya:
·
Mengapa warna air
danau berubah-ubah?
·
Warna apa saja yang
terlihat di danau itu?
·
Apa yang
menyebabkan timbulnya perubahan warna pada air danau tersebut?
Untuk dapat
menemukan jawaban dari sejumlah pertanyaan yang muncul, maka diperlukan
pengkajian teori dan pengumpulan informasi dari berbagai sumber. Bila
informasiyang diperoleh belum memuaskan, maka perlu dilanjutkan ke tahap
penelitian selanjutnya.
Selain untuk
merumuskan masalah dalam penelitian, pertanyaan-pertanyaan juga diperlukan
dalam rangka merancang percobaan. Beberapa pertanyaan yang akan timbul, antara
lain sebagai berikut:
·
Dimana percobaan
akan dilakukan?
·
Berapa lama
percobaan akan dilakukan?
·
Bahan dan alat apa
saja yang diperlukan?
·
Bagaimana cara
kerjanya?
·
Variabel-variabel
apa saja yang harus ada dalam eksperimen tersebut?
c.
Melakukan
pengamatan (observasi)
Pengamatan (observasi) adalah kegiatan untuk memperoleh
data atau informasi yang berhungan dengan objek penelitian dengan menggunakan
pancaindra maupun dengan bantuan alat. Pengamatan dengan pancaindra bisa
dilakukan dengan cara melihat, mendengar, meraba, membaui, mengecap sesuai
dengan jenis data yang diambil. Pengamatan dengan alat, misalnya dengan
menggunakan penggaris atau meteran untuk mengukur panjang objek, termometer
untuk mengatur suhu, lup atau mikroskop untuk melihat benda mikro, dll. Data
yang diperoleh dari kegiatan pengamatan dapat berupa data kualitatif dan data
kuantitatif.
a) Data kualitatif
Data
kualitatif adalah data yang tidak dapat dinyatakan dengan angka. Data
kualitatif biasanya diperoleh dari pengamatan dengan menggunakan pancaindra.
Contoh data kualitatif:
·
Warna air danau ke
abu-abuan.
·
Bunga mawar merah
lebih harum dari bunga mawar putih.
b) Data kuantitatif
Data
kuantitatif adalah data yang dapat dinyatakan dengan angka. Data kuantitatif
biasanya diperoleh dari pengamatan yang menggunakan alat bantu, misalnya
penggaris, timbangan, termometer atau alat lain. Namun, ada pula data
kuantitatif yang di peroleh tanpa memerlukan bantuan alat, misalnya umur
seseorang yang dapat dihitung berdasarkan tahun kelahiran. Berikut data
kuantitatif:
·
Sampel air dari
sebuah sungai memiliki pH 4,0.
·
Suhu udara dilokasi
percobaan 25o C.
Data
kualitatif kurang tepat dan cenderung subjektif (tergantung pengamat)
dibandingkan dengan fata kuantitatif
d.
Menyajikan data
Agar lebih
mudah dimengerti orang lain, data hasil pengamatan (observasi) sebaliknya disajikan
secara ringkas dan sistematis. Data dapat disajikan dalam bentuk tabel, grafik,
skema, atau gambar.
e.
Menafsirkan data
Menafsirkan
data adalah memberikan arti atau makna pada data hasil pengamatan. Dalam
menafsirkan data diperlukan suatu acuan, misalnya teori yang sudah ada atau
kejadian lainnya.
f.
Memprediksi dan
memprakirakan data
a)
Memprediksi
Memprediksi
adalah membuat dugaan berdasarkan logika. Contohnya: ada seorang anak yang
sudah berusia 18 tahun, tetapi badannya pendek seperti anak berusia 8 tahun.
Kedua orang tua anak tersebut terlihat normal. Prediksi yang dapat dibuat
misalnya saat masih kecil, anak tersebut mungkin kekurangan gizi dan sering
menderita sakit.
b)
Memprakirakan
Memprakirakan
adalah membuat dugaan mengenai suatu kejadian yang tidak diketahui berdasarkan
data yang ada. Contohnya prakiraan cuaca. Prakiraan dapat dibedakan menjadi dua
macam, yaitu prakiraan intrapolasi dan prakiraan ekstrapolasi. Prakiraan intrapolasi adalah membuat dugaan terhadap kejadian yang sudah
pernah terhadi, tetapi tidak diketahui. Sementara prakiraan ekstrapolasi
adalah membuat dugaan terhadap kejadian yang belum terjadi dan kemungkinan akan
terjadi.
g.
Identifikasi
variabel dalam percobaan
Dalam
percobaan, terdapat dua kelompok perangkat percobaan, yaitu kelompok kontrol
dan kelompok eksperimen. Kelompok
kontrol merupakan perangkat percobaan yang tidak diberi perlakuan, gunanya
adalah sebagai pembanding. Sementara kelompok
eksperimen merupakan perangkat percobaan yang diberi perlakuan tertentu.
Perlakuan tersebut dapat bervariasi sehingga disebut variabel. Variabel merupakan faktor penentu atau faktor yang
berpengaruh; dapat berubah maupun diubah. Dalam merancang suatu percobaan, anda
perlu memilih variabel yang sesuai dengan tujuan percobaan dan alat atau
bahanyang tersedia. Selanjutnya, variabel yang terpilih dikaji dan diteliti
pengaruhnya.
Berikut ini
contoh identifikasi variabel pada percobaan tentang pengaruh limbah kimiawi
rumah tangga (detergen) terhadap pertumbuhan tumbuhan air Hydrilla sp.
Variabel pada
percobaan tersebut, yaitu sebagai berikut:
·
Variabel kontrol:
tumbuha air, air, cahaya matahari, udara, wadah.
·
Variabel bebas:
penambahan detergen yang berbeda-beda pada masing-masing kelompok eksperimen (1
g, 2 g, 3 g).
·
Variabel terikat: pertumbuhan
tumbuhan air (berat dan panjang tumbuhan setelah 2 minggu)
·
Variabel pengganggu
yang mungkin terjadi: kesegaran tumbuhan air yang digunakan kemungkinan tidak
sama.
- Sikap
ilmiah
1). Sumber buku:
BIOLOGI SMP / MTs VII karya Agung Wijaya, penerbit Grasindo,
Sikap ilmiahmerupakan sikap-sikap yang
harus dimiliki seorang pada saat melakukan keterampilan proses ilmiah untuk
menghasilkan produk ilmu, baik konsep, prinsip, teori atau hukum. Jika sikap
ilmiah seorang ilmuan rendah atau tidak baik, maka ilmunya tidak akan
berkembang karena ia enggan untuk terus berkarya. Dan sebaliknya, jika sikap
ilmiah seorang ilmuan tinggi, maka ilmunya dapat berkembang pesat dan maju.
Adapun
sikap ilmiah yang penting dan harus dimiliki dan dikembangkan , yaitu :
a. Peka
dan kritis terhadap keadaan dan lingkungan sekitar.
b. Objektif: bersikap apaadanya, sesuai dengan gejala yang
ditemukan dan tidak memihak kepada siapapun.
c. Cermat:
teliti, tidak menganggap sepele sesuatu yang diamati atau dikemukakan.
d. Terbuka:
berkenan untuk menerima kritik, saran atau pendapat, serta segala perubahan
atau keadaan yang mungkin terjadi.
e. Jujur:
menyampaikan apaadanya, tidak memanipulasi data.
f. Tidak
skeptis: tidak mudah puas atas apa yang sudah diperolehnya.
2). Sumber buku:
BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas X, Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam,
Kurikulum 2013, disusun oleh Dra. Irnaningtyas. M.Pd., dicetak oleh PT Gelora
Aksara Pratama, Penerbit Erlangga, halaman 9-10.
Bagaimana
cara ilmuawan menghasilkan produk sains? Mungkinkah kita dapat mengikuti cara
mereka?. Agar dapat menghasilkan produk sains baru, para ilmuwan harus peka dan
berpikir kritis terhadap gejala yang ada di alam. Mereka juga harus bekerja
dengan tekun dan teliti ( didalam
maupun diluar laboratorium )
dan melakukan diskusi untuk bertukar pendapat dengan ilmuwan lainnya tentang
penemuan-penemuannya.
Kita
pun dapat menjadi seperti mereka, asalkan kita memiliki sikap ilmiah seperti
yang dimiliki ilmuwan, antara lain sebagai berikut:
a. Peka
dan kritis terhadap fenomena atau kejadian di alam.
b. Tidak
percaya pada takhayul, yang kebenarannya tidak dapat dibuktikan.
c. Memiliki
rasa ingin tahu yang tinggi.
d. Memiliki
minat yang besar untuk dapat menghasilkan suatu produk sains.
e. Berpikir
logis, terbuka, serta mau menerima kritik dan pendapat orang lain.
f. Jujur
dan objektif terhadap hasil penelitian yang dilakukan.
g. Teliti,
tekun, dan tidak mudah putus asa ketika melakukan penelitian.
h. Optimis
terhadap keberhasilan penelitian.
i.
Bersikap hormat
terhadap peneliti lain atau pun orang lain.
j.
Menghargai hasil
penelitian dan penemuan orang lain.
3.
Sebutkan urutan logis prosedur ilmiah/metode ilmiah!
Jawaban
:
1). Sumber: buku
BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas X, Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam,
Kurikulum 2013, disusun oleh Dra. Irnaningtyas. M.Pd., dicetak oleh PT Gelora
Aksara Pratama, Penerbit Erlangga, halaman 15.
Langkah-langkah
dalam metode ilmiah adalah sebagai berikut:
a. Menemukan
dan merumuskan masalah.
b. Mengumpulkan
informasi (data-data).
c. Menyusun
hipotesis atau dugaan sementara.
d. Melakukan
percobaan untuk menguji kebenaran hipotesis.
e. Mengolah
hasil percobaan (analisis data)
f. Membuat
kesimpulan.
g. Mengomunikasikan
hasil penelitian kepada khalayak.
2). Sumber: buku ILMU
ALAMIAH DASAR karya Drs. Abdullah Aly dan Ir. Eny Rahma, penerbit PT Bumi
Aksara.
Berikut
langkah-langkah dalam metode ilmiah, yaitu:
a. Penemuan
masalah.
b. Perumusan
kerangka masalah.
c. Pengajuan
hipotesis.
d. Deduksi
hipotesis.
e. Pengujian
hipotesis.
3).
sumber: buku Pitoyo, A. Biologi untuk SMA/MA kelas X. Sidoarjo: Masmedia, 2013, halaman
13.
Urutan logis prosedur ilmiah/metode
ilmiah adalah sebagai berikut:
a. Merumuskan
masalah.
b. Pengumpulan
data.
c. Penyusunan
hipotesis.
d. Eksperimen.
e. Kesimpulan.
f. Uji
kesimpulan.
4.
Identifikasi ciri-ciri makhluk hidup
(bedakan ciri-ciri hewan dan tumbuhan) !
Jawaban
:
1). Sumber : buku IPA
BIOLOGI untuk SMP/MTs kelas VII, Tim Abdi Guru, Penerbit Erlangga, tahun 2014,
halaman 3-13.
Ciri-ciri
makhluk hidup serta perbedaan antara
hewan dan tumbuhan pada setiap ciri tersebut, yaitu:
a. Bergerak
Semua makhluk hidup
dapat bergerak. Manusia dan hewan dapat bergerak dengan bebas atau berpindah
tempat. Untuk bergerak, manusia dan hewan memerlukan sarana untuk bergerak yang
disebut alat gerak. Alat gerak dapat berupa kaki untuk berlari, sirip untuk
berenang, dan sayap untuk berenang.
Sebaliknya pada
tumbuhan, pergerakan pada tumbuhan dilakukan oleh sebagian tubuhnya sehingga
tidak terlihat adanya perpindahan tempat. Contoh gerak pada tumbuhan adalah
ujung batang bergerak ke arah datangnya cahaya, akar bergerak ke bawah menembus
tanah, dan daun putri malu akan menguncup ketika disentuh.
b. Memerlukan
makanan
Makanan dan air
merupakan kebutuhan bagi semua makhluk hidup. Makanan berfungsi untuk menghasilkan
energi, pertumbuhan, dan mengganti sel tubuh yang rusak. Air berfungsi sebagai
zat pelarut di dalam tubuh.Setiap makhluk hidupmempunyai cara yang berbeda–beda
untuk mendapatkan makanan.
Tumbuhan hijau dapat
menyusun makanannya sediri dari air (H2O) dan juga dari karbon
dioksida (CO2) dengan bantuan sinar matahari melalui proses yang
disebut fotosintesis. Hasil
fotosintesis berupa zat tepung. Fotosintesis juga menghasilkan oksigen. Karena
kemampuannya membuat makanannya sendiri berupa bahan organik, tumbuhan disebut
sebagai makhluk hidup autotrof.
Sedangkan hewan dan
manusia disebut sebagai makhluk hidup heterotrof,
yaitu makhlukhidup yang menggunakan bahan organik sebagai sumber makanannya.
Hewan ada yang memakan tumbuhan, memakan hewan, dan memakan tumbuhan dan hewan.
c. Peka
terhadap ransangan
Semua makhluk hidup
dapat bereaksi terhadap perubahan yang terjadi disekitarnya. Reaksi ini timbul
jika ada ransangan dari lingkungan. Ransangan dapat berupa cahaya, panas,
dingin, bau, sentuhan, gravitasi, rasa, dan lain-lain.
Manusia dan hewan
menggunakan indra untuk mengenali adanya ransangan tersebut. Misalnya, mata
peka terhadap ransangan cahaya, telinga peka terhadap adaya getaran suara,
hidung peka terhadap bau, kulit peka terhap sentuhan, dan lidah peka terhadap
rasa zat.
Tumbuhan tidak memiliki
indra seperti manusia dan hewan, tetapi tumbuhan juga peka terhadap ransangan.
Misalnya, ujung batang selalu mengarah ke arah datangnya cahaya, ujung akar
tumbuh ke bawah karena gaya gravitasi, dan putri malu akan mengatupkan daunnya
jika disentuh. Sifat mampu menggapi ransangan yang datang dari lingkungan
disebut iritabilita.
d. Bernapas
bernapas
(respirasi) merupakan proses mengambil oksigen (O2) lingkungan dan
mengeluarkan gas karbon dioksida (CO2) dari tubuh. Oksigen digunakan
untuk mengubah zat makanan menjadi energi secara kimiawi. Energi yang
dihasilkan digunakan untuk berbagai aktivitas tubuh.
Hewan
yang hidup di darat juga bernapas dengan paru-paru, misalnya kucing, kelinci,
ayam,dan sapi. Hewan air umumnya bernapas dengan insang, misalnya ikan gurami,
ikan tuna, dan ikan hiu. Ada pula hewan air yang bernafas dengan paru-paru
namun dapat bertahan lama di dalam air, misalnya penyu, paus, lumba-lumba, yang
merupakan kelompok hewan mamalia air. Beberapa kelompok hewan memiliki alat
pernapasan yang sederhana, misalnya cacing tanah bernapas dengan kulit, dan
serangga bernapas dengan trakea.
Bagaimana
pernapasan pada tumbuhan? Tumbuhan bernafas dengan mengambil oksigen melalui
lubang-lubang kecil pada daun yang di sebut stomata. Selain itu, udara
pernapasan juga keluar masuk melalui lubang-lubang kecil pada batang yang
disebut lentisel.
e. Tumbuh
Semua makhluk hidup
mengalami pertumbuhan, mulai dari kecil hingga menjadi besar. Bayi yang kecil
waktu lahir, akan tumbuh menjadi remaja, kemudian dewasa dan tua. Pada hewan, anak hewan yang semula
kecil lambat laun mejadi besar seperti induknya.
Bagi tumbuhan, biji
yang ditanam akan tumbuh menjadi kecambah dan kemudian menjadi tanaman yang
lebih besar. Dengan kata lain, tumbuh
merupakan pertambahan ukuran tubuh yang tidak dapat kembali lagi ke ukuran
semula. Pertambahan ukuran tersebut terjadi karena adanya penambahan jumlah dan
pembesaran sel-sel penyusun tubuh.
f. Mengeluarkan
zat sisa (Eksresi)
Pengeluaran zat sisa oleh
makhluk hidup disebut ekskresi. Ekskresi sangat diperlukan karena zat sisa
bersifat racun sehingga jika tidak dikeluarkan akan mengganggu kinerja tubuh.
Makhluk hidup memiliki alat ekskresi yang berbeda-beda. Tumbuhan mengeluarkan
karbon dioksida dan uap air melalui stomata dan lentisel. Hewan mengeluarkan
urine melalui ginjal.
g. Berkembang
biak
Induk kucing melahirkan
anak kucing. Induk kuda melahirkan anak kuda. Dari individu berkembang menjadi
banyak individu, itulah yang disebut berkembang biak (reproduksi). Semua
makhluk hidup berkembang biak , tujuannya adalah melestarikan jenisnya.
Cara berkembang biak
berbeda-beda ada yang terjadi secara
kawain ( seksual, generatif) dan tak kawin (aseksual, vegetatif).
Reproduksi genetatif merupakan reprodukdi dengan cara meleburkan sel telur
dangan sel sperma. Reproduksi vegetatif
merupakan reproduksi tanpa adanya peleburan sel telur dangan sel sperma.
Manusia berkembang biak
secara genetatif, hewan dan tumbuhan ada yang berkembang biak secara genetatif
dan vegetatif. Reproduksi vegetatif dapat terjadi melalui, antara lain
pertunasan, contohnya pohon pisang; setek, contohnya pohon mangga; dan umbi.
h. Beradaptasi
Pernahkah kamu memerhatikan bagaimana
kucing tidur? Mereka menggulungkan badannya, bukan? Apakah hewan itu
menggulungkan badannya pada hari panas? Perhatikan bahwa unta menyimpan lemak
sebagai cadangan makanan di punuknya. Kaktus memiliki daun berbentuk duri untuk
mengurangi penguapan air di lingkungannya yang panas. Teratai memiliki daun
yang lebar untuk mempercepat penguapan air di lingkungannya yang berair. Semua
cotoh tersebut adalah bukti bahwa makhluk hidup dapat menyesuaikan diri atau
dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Kemampuan beradaptasi membuat makhluk
hidup dapat bertahan hidup di lingkungannya.
5.
Jelaskan proses respirasi yang terjadi pada sel !
Jawaban:
1). Sumber : buku Panduan Latihan UN Biologi
untuk SMA, penyunting Anisyah Fitriana, S.Si,dkk, penerbit dan penyunting CV.
HaKa MJ, halaman 72.
Respirasi yaitu reaksi oksidasi senyawa
organik untuk menghasilkan energi dalam bentuk ATP atau senyawa berenergi
tinggi lainnya, yang digunakan untuk aktivitas sel dan kehidupan makhluk hidup.
Berdasarkan kebutuhannya akan oksigen, respirasi dibagi menjadi dua yaitu
respirasi aerob dan respirasi anaerob (fermentasi). Respirasi aerob merupakan respirasi yang
memerlukan oksigen secara sederhana, reaksi respirasinya adalah:
|
|
Proses
respirasi aerob terjadi melalui empat tahapan, yaitu sebagai berikut:
a. Glikolisis
Glikolisis, yaitu
tahapan pengubahan glukosa menjadi dua molekul asam piruvat (beratom C3), peristiwa ini berlangsung di sintosol. Asam
piruvat yang dihasilkan selanjutnya akan diproses dalam tahap dekarboksilasi
oksidatif. Selain itu glikolisis juga menghasilkan 2 molekul ATP sebagai
energi, dan 2 molekul NADH yang akan digunakan dalam tahap transpor elektron.
b. Reaksi
Antara ( Dekarboksilasi Oksidatif )
Setelah glikolisis,
terjadilah reaksi antara (dekarboksilasi oksidatif), yaitu pengubahan asam
piruvat (beratom C3) menjadi
Asetil KoA (beratom C2) dengan melepaskan CO2, peristiwa ini berlangsung di sitosol. Asetil
KoA yang dihasilkan akan diproses dalam siklus asam sitrat. Hasil lainnya yaitu
NADH yang akan digunakan dalam transpor elektron.
c. Siklus
Krebs
Siklus krebs disebut
juga daur asam sitrat karena asam sitrat merupakan senyawa antara yang penting,
disebut juga daur trikarboksilat (TCA). Siklus krebs terjadi di dalam matriks
dan membran dalam mitokondria, yaitutahapan pengolahan asetil KoA dengan
senyawa asam sitrat sebagai senyawa yang pertama kali terbentuk. Beberapa
senyawa dihasilkan dalam tahapan ini, diantaranya adalah 2 ATP sebagai energi,
2 FADH2, dan 6 NADH yang akan
digunakan dalam transfer elektron, serta 4 CO2.
d. Sistem
Transpor Elektron
Sitem transpor
elektron, yaitu serangkaian reaksi yang melibatkan sistem karier elektron
(pembawa elektron). Proses ini terjadi di dalam membran dalam mitokondria.
Dalam reaksi ini elektron ditransfer dalam serangkaian reaksi redoks dan
dibantu oleh enzim sitokrom,quinon, piridoksin, dan plavoprotein. Reaksi
transfer elektron ini nantinya akan menghasilkan H2O. Setiap NADH
akan menghasilkan 3 ATP, sedangkan FADH 2 menghasilkan 2 ATP. NADH yang masuk ke sistem transpor elektron sebanyak 10
molekul dan FADH2 sebanyak 2 molekul sehingga seharusnya dihasilkan
34 ATP. Namun, pada kenyataannya NADH berasal dari glikolisis hanya dapat
menghasilkan 2 ATP karena berada di sitosol sehingga total ATP yang dihasilkan
pada sistem transpor elektron hanya 32ATP.
Hasil ATP bersih pada
respirasi aerob jika 1 molekul glukosa yang memasuki siklus adalah 36 ATP (2
dari gliklisis, 2 dari siklus krebs, dan 32 dari sistem transpor elektron).
6.
identifikasi berbagai kelainan dan penyakit pada sistem pernafasan!
Jawaban
:
1). Sumber : buku Panduan Latihan UN Biologi
untuk SMA, penyunting Anisyah Fitriana, S.Si,dkk, penerbit dan penyunting CV.
HaKa MJ, halaman 54.
Gangguan kelainan dan penyakit yang
terjadi pada sistem pernafasan antara lain sebagai berikut:
a. Faringhitis
faringhitis adalah
terjadinya peradangan pada faring yang di sebabkan oleh bakteri atau pun virus.
b. Rhinitis
Rhinitis adalah
terjadinya peradangan pada membran mukosa rongga hidung, hingga menyebabkan bengkak
dan banyak mengeluarkan lendir yang disebabkan oleh alergi.
c. Bronkitis
Bronkitis adalah
peradangan yang terjadi pada trakea dan bronkus hingga dapat menyebabkan demam
dan batuk-batuk.
d. Pneumonia
Pneumonia adalah
terjadinya radang pada dinding alveolus akibat infeksi dari bakteri Diplococcus Pneumonia.
e. Asfiksi
Asfiksi adalah gangguan
pengangkutan oksigen ke jaringan maupun gangguan penggunaan oksigen oleh
jaringan. Asfiksi pada keracunan gas karbon manoksida (CO) dan asam sianida
disebabkan kedua zat tersebut memiliki daya afinitas yang lebih tinggi terhadap Hb (hemoglobin)
dibandingkan dengan oksigen.
f. Asma
Asma adalah
gangguan pernapasan dengan gejala sukar
bernafas, bunyi mendesah, dan batuk-batuk yang disebabkan oleh alergi, psikis
ataupun karena penyakit menurun.
g. SARS
( Severe Acute Respiratory Syndrome)
SARS adalah penyakit
saluran respirasi akut yang disebabkan
oleh virus. Yaitu virus SARS associated
coronavirus (SARS-CoV). Gejala penyakit ini adalah sakit kepala, demam
tinggi, batuk, sesak napas, tenggorokan gatal, lesu dan nyeri tubuh.
h. Difteri
Difteri adalah penyakit
yang diakibatkan oleh bakteri Corynobacterium
diphtheriae yang mempengaruhi pernapasan bagian
atas.
i.
Tuberkulosis
(TBC)
Penyakit ini memiliki
gejala seperti timbulnya bintik-bintik pada alveolus akibat infeksi
bakteri Mycobacterium tuberkulosis.keadaan ini dapat menyebabkan proses
difusi oksigen terganggu karena adanya bintik-bintik kecil pada dinding
alveolus.
2). Sumber buku :
Ensiklopedia Tubuh Manusia,terjemahan dengan izin dari Dorling Kindersley,
Penerbit Erlangga, tahun 2008, halaman 138-140.
j.
Tonsilitis
Tonsilitis terjadi didalam tenggorokan atas,
dengan terlihat tonsil di kedua sisi membesar, menjadi kemerahan, dan meradang.
Selaput putih biasanya menyertai infeksi ini.
k. Penyakit
Legionnaires
Penyakit Legionnaires
adalah bentuk infeksi paru-paru yang mirip Pneumonia ini disebabkan oleh bakteri Legionella
pneumophilia.
l.
Efusi pleura
Efusi pleura adalah
terdapatnya cairan berlebih di dalam mambran berlapis ganda yang mengelilingi
paru-paru.
n. Flu
( common cold)
Flu
adalah salah satu penyakit yang paling sering diderita tapi juga salah satu
penyakit yang tidak berbahaya. Ditemukan sekitar 200 jenis virus
penyebab flu yang berbeda dan sangat menular.
Virus-viris ini menyebar melalui cairan yang berterbangan di udara, dalam
buti-butir kecil lendir yang keluar dari batuk atau bersin si penderita. Gejala
flu antara lain bersin-bersin, hidung tersumbat, pertama-tama berupa cairan
bening dan encer, lalu berubah menjadi lebih kental dan berwarna kuning
kehijauan, sakit kepala,sedikit demam, dan kadang disertai nyeri dan memerah.
3). Sumber: Maryati, S, dkk. Biologi SMA Jilid 2 kelas XI.
Jakarta:Erlangga, 2004. Halaman 132-133.
o. Keracunan
gas CN (Sianida) dan CO (karbon dioksida)
Keracunan
gas-gas ini menganggu proses pengikatan O2 oleh darah karena gas CO
memiliki daya ikat jauh lebih tinggi terhadap hemoglobin daripada daya ikat
hemoglobin terhadap O2. Bila 70%-80% hemoglobin dalam darah mengikat
CO dan membentuk HbCO maka dapat menyebabkan kematian. Gangguan pengangkutan
oksigen ke sel-sel tubuh atau jaringan
tubuh disebut asfiksi.
p. Emfisema
Penyakit
paru-paru degeneratif ini terjadi karena jaringan paru kehilangan
elastisitasnya sebagai akibat gangguan jaringan elastik dan kerusakan dinding
antara alveoli. Pada stadium lanjut penyakit ini, inspirasi dan ekspirasi
terganggu dan beban pernapasan
meningkat, timbul komplikasi seperti hipertensi pulmonal, atau pembesaran
jantung yang diikuti gagal jantung. Emfisema paling sering disebabkan merokok
sigaret berat, polusi asap rokok dan dapat disebabkan karena polusi udara.
q. Polip dan amandel
Pembengkakan
kelenjar limfa di daerah hidung (polip) dan di daerah tekak (amandel) akan
menyebabkan penyempitan saluran pernapasan yang dapat menimbulkan kesan wajah
bodoh yang disebut wajah adenoid. Untuk mengatasi polip dan amandel dilakukan
operasi.
7. Mengkaji proses pencernaan secara
mekanik dan kimiawi !
Jawaban :
1).
Sumber : buku ENSIKLOPEDIA Ilmu Pengetahuan Alam BIOLOGI, penyusun Tim
Redixta, Penerbit Aneka Ilmu, halaman 98.
Pencernaan
makanan terjadi secara mekanik dan dan kimiawi. Pada pencernaan mekanik
terjadinya perubahan
bentuk makanan dari yang kasar menjadi halus. Proses ini terjadi di dalam
mulut. Pada proses pencernaan secara kimiawi terjadinya perubahan dari bahan
makananyang telah halus akan menjadi zat-zat makanan yang dapat diserap oleh
darah. Pencernaan kimiawi membutuhkan bantuan zat kimiawi yang disebut enzim pencernaan.
2).
Sumber: buku “ Yuk Kebut Semalam Kuasai BIOLOGI SMA kelas 10,11,12., penulis
Husnul Hayati dan Rissa Marissa, penerbit e-prim, halaman 108-109.
Secara
kimiawi selain dengan gerakan peristaltik, makananan dicerna dengan getah
lambung yang terdiri atas: pepsin; enzim
yang memecah protein menjadi asam amino. Renin; enzim yang mengubah kaseinogen
menjadi kasein. Lipase; enzim yang menghidrolisa lemak menjadi asam lemak dan
gliserol, HCL (asam lambung) mempunyai fungsi mengaktifkan pepsin, mengubah
pepsinogen menjadi pepsin, dan bakteri yang masuk lambung bersama makanan.
Di
dalam usus halus makanan mengalami proses pencernaan dan absorpsi. Usus halus
terdiri atas 3 bagian: usus duabelas jari (duodenum), usus kosong (jejenum),
dan usus penyerapan (ileum). Pankreas menghasilkan enzim yang membantu
percernaan , yaitu lipase dan enterokinase yang berperan dalam menghidrolisis
protein, lemak, dan karbohidrat. Di dalam jejenum makananan mengalami proses pencernaan secara kimiawi
yang dibantu oleh enzim-enzim pencernaan. Laktase, enzim yang mengubah laktosa
menjadi glukosa. Dipeptidase, mengubah
pepton menjadi asam amino.
Enterokinase: mengaktifkan tripsinogen, maltase mengubah maltosa menjadi glukosa
disanakase, mengubah sakarida menjadi monosakarida, sukrase mencerna
sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Lipase mengubah trigliserida menjadi
gliserol dan asam lemak, peptidase mengubah polipeptida menjadi asam amino.
Di
dalam illeum terjadi proses penyerapan (absorpsi) zat-zat makanan. Permukaan
dinding dalam illeum terdapat vili
sehingga proses penyerapan zat makanan lebih luas dan sempurna. Setelah usus
halus dilanjutkan oleh usus besar atau kolon. Kolon terdiri atas sekum yaitu
suatu bentukan seperti kantong lebar batas antara kolon dan usus halus. Pada
bagian bawah sekum terdapat bentukan tambahan usus yang disebut dengan umbai
cacing atau apendiks. Didalam kolon hanya terjadi penyerapan air dan elektrolit
dan terjadi pembusukan
sisa makanan yang dibantu oleh bakteri E-coli.
Apabila fases terkumpul cukup banyak,
maka akan terjadi gerakan mendorong fases ke arah rektum sehingga timbul
keinginan defakasi.
8. Identifikasi berbagai macam penyakit
pada pencernaan!
Jawaban :
1). Sumber buku :
Ensiklopedia Tubuh Manusia,terjemahan dengan izin dari Dorling Kindersley,
Penerbit Erlangga, tahun 2008, halaman 187.
a. Gastritis
Peradangan pada lapisan
lambung, yang disebut gastritis, menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri, mual
dan muntah. Gastritis yang timbul tiba-tiba (akut) bisa disebabkan oleh masukan
berlebihan, khususnya alkohol, atau obat yang diketahui memiliki efek pada
lapisan lambung, seperti aspirin. Gastritis kronis berkembang dalam jangka
waktu yang lebih lama dan dapat disebabkan oleh gangguan berulang pada lapisan
lambung akibat alkohol, tembakau, atau obat. Gasrtitis biasanya akan membaik
dengan obat dan menghilangkan penyebab dasarnya.
b. Ulkus
peptik
Ulkus
peptik adalah daerah yang mengalami erosi dan peradangan baik dilapisan lambung
atau bagian pertama usus halus (duodenum) yang menimbulkan rasa nyeri. Sebagian
besar Ulkus peptik dihubungkan dengan bakteri Helicobacter pylory, bakteri ini merusak selaput lendir yang
melindungi lambung dan bagian pertaman duodenum terhadap getah asam kuat.
Penyebab lainnya meliputi alkohol, rokok,obat tertentu, riwayat keluarga dan
pola makan. Nyeri perut atas adalah gejala yang sering ditemukan, pada ulkus
duodenum nyeri lebih berat terasa sebelum makan dan hilang setelah makan; pada
ulkus lambung, makan menimbulkan rasa nyeri.
c. Hernia
hiatus
Hernia hiatus adalah lemahnya celah diafragma pada tempat
lewatnya esophagus menimbulkan sebagian lambung menonjol ke dalam rongga dada.
Diafragma adalah lapisan otot yang memisahkan perut dengan rongga dada. Umumnya
seluruh bagian lambung terletak dibawah diafragma, tetapi pada penderita hernia
hiatus lambung bagian atas menonjol ke atas memalui lubang atau celah ( hiatus)
tempat lewatnya esophagus (cincin otot di ujung bawah esophagus) mencegah isi
lambung yang asam keluar menuju bagian bawah esophagus sehingga setiap gejala
hernia serupa dengan gejala refluks gastrik. Ada dua jenis hernia hiatus yaitu,
bergeser dan para- esophagus. Hernia bergeser biasanya tidak bergejala dan
diperkirakan hernia ini temukan pada sepertiga dari seluruh orang berusia 50
tahun. Pada kasus yang jarang, hernia para- esophagus menimbulkan nyeri berat
dan membutuhkan tindakan bedah.
2). Sumber : buku Panduan Latihan UN Biologi
untuk SMA, penyunting Anisyah Fitriana, S.Si,dkk, penerbit dan penyunting CV.
HaKa MJ, halaman 51.
d. Stomatitis
Stomatitis adalah
radang jaringan-jaringan halus dalam rongga mulut.
e. Aspendistis
Aspendistis atau radang usus buntu, yaitu usus buntu mengalami
peradangan dan pembengkakan yang disebabkan oleh infeksi.
f. Sembelit
Sembelit atau konstipasi adalah defakasi terlalu lambat karena
usus besar mengabsorpsi air secara berlebihan sehingga fases menjadi kering dan
keras.
3). Sumber: buku “ Yuk
Kebut Semalam Kuasai BIOLOGI SMA kelas 10,11,12., penulis Husnul Hayati dan
Rissa Marissa, penerbit e-prim, halaman 110.
g. Diare
Diare adalah suatu kondisi sering buang air besar dan fases
terlalu lunak. Makanan terlalu cepat melalui usus halus dan kolon sehingga air
tidak banyak diabsorpsi. Diare dapat merupakan gejala tipus, kanker, kolera,
atau infeksi.
h. Disentri
Disentri disebabkan karena infeksi bakteri atau amuba. Gejala
penyakit ini adalah buang air besar bercampur darah.
i.
Kanker usus besar
Kanker usus besar terjadi karena pola makan yang tidak sehat.
Gejala yang timbul adalah adanya darah pada fases.
4).
Sumber: buku Maryati, S, dkk. Biologi SMA Jilid 2 kelas
XI. Jakarta:Erlangga, 2004. Hal 110-111.
j. Kolik
Kolik adalah rasa nyeri pada perut karena makan makanan yang
mengandung zat merangsang, misalnya cabe, lada, jahe dan lain-lain.
k. Malabsorpsi
Malabsorpsi adalah kelainan kemampuan lambung dan usus untuk
menyerap sari makanan (tidak sebaik yang seharusnya).
l. Malnutrisi
Malnutrisi yang ekstrim (misal kwashiorkor) dapat menyebabkan
sel-sel pankreas atropi dan kehilangan banyak retikulum endoplasma, akibatnya
pembentukan enzim pencernaan terganggu.
m. Keracunan
makanan
Keracunan makanan dapat terjadi karena alergi terhadap makanan
tertentu atau zat laditif yang terkandung di dalamnya; atau karena makanan
mengandung virus, jamur, dan mikroorganisme parasit lainnya. Keracunan makanan
dapat berakibat gatal-gatal, kelumpuhan, mual-mual, sakit kepala, bahkan
kematian mendadak.
n. Karies gigi
Yaitu
penyakit infeksi yang merusak sruktur gigi, atau gigi menjadi berlubang.
Disebabkan oleh bakteri penghasil asam.
o. Xerostomis
Yaitu gejala mulut kering akibat berkurangnya produksi ludah.
Berkurangnya produksi ludah terjadi akibat adanya gangguan saraf pusat, saraf
kelenjar ludah, dan perubahan elektrolit ludah. Disebabkan oleh tumor otak,
radang selaput otak, obat-obatan tertentu, penyakit ginjal dan kencing manis,
rasa takut/cemas, serta depresi.
p.
Muntah (emesis/vomitus)
muntah adalah yaitu pengeluaran
paksa isi lambung dan keluar dari mulut.
q. Muntah psikogenik
Muntah psikogenik yaitu muntah akibat faktor emosi, termasuk
yang menyertai pemandangan atau bau yang memualkan atau pada situasi stress
lainnya.
r. Flatus
Flatus yaitu keluarnya
gas dalam saluran pencernaan melalui anus. Gas berasal dari udara yang
tertelan, atau hasil produksi dari bakteri di saluran pencernaan/kolon berupa
gas hydrogen dan metana akibat banyak mengkonsumsi gula dan polisakarida.
5).
Haryanto. SAINS UNTUK SD KELAS V. Jakarta; Erlangga, 2004. Hal 18-19.
s. Maag
Maag adalah penyakit yang mengganggu lambung dan usus 12 jari.
Gejala yang timbul antara lain sebagai berikut:
·
Perut terasa perih dan
mulas bila terlambat makan.
·
Saat makan pun terasa
sakit, kadang terasa mual bahkan muntah.
Penyakit ini timbul karena adanya produksi asam klorida yang
berlebihan di lambung. Sakit maag sering disebabkan oleh rasa lelah akibat
kerja dan rasa tegang yang berlebihan.
t. Tifus
Tifus adalah suatu penyakit peradangan pada usus. Penyakit ini
dapat menular dengan cepat. Tifus juga dapat timbul akibat kebersihan makanan
dan minuman tidak terjaga dengan benar. Gejala yang dialami penderita tifus
antara lain sebagai berikut:
·
Tubuh menggigil, lemah,
dan disertai mual.
·
Akibat demam tinggi,
penderita dapat mengigau.
·
Punggung terasa sakit,
kadang disertai mencret atau sembelit (sulit buang air besar).
9. Analisis sitem pencernaan pada hewan!
Jawaban:
1). Sumber: Abdulullah, M. IPA TERPADU SMP. Jakarta:Erlangga, 2007. Hal
93-96 dan Herlina, R. Imtisari IPA (Biologi) SMP.
Jakarta selatan:Erlangga, 2008. Halaman 82-83.
Sistem
makanan yang akan di bahas meliputi: sistem pencernaan ikan, amfibi, reptil,
burung, dan mamalia.
a. Sistem pencernaan ikan
Salah satu contoh ikan adalah ikan mas (Cyprinus carpio). Saluran pencernaan ikan mas terdiri dari mulut,
kerongkongan, lambung, usus, dan anus. Kelenjar pencernaan terdiri dari hati
dan pankreas.
Di dalam rongga mulut ikan ikan terdapat gigi-gigi dan lidah.
Ikan mas tidak memiliki kelenjar ludah, tetapi memiliki kelenjar lendir yang
berguna untuk membantu menelan makanan.
Pada proses pencernaan, makanan dari rongga mulut masuk ke
kerongkongan dan selanjutnya ke lambung. Dari lambung makanan masuk ke usus. Di
usus bermuara cairan empedu yang membantu proses pencernaan. Di usus halus,
sari-sari makanan diserap dan selanjutnya diedarkan oleh darah ke seluruh
bagian tubuh. Sisa-sisa makanan yang tidak diserap dikeluarkan kembali melalui anus.
b. Sistem
pencernaan pada Amfibi
Salah satu
contoh amfibi yaitu katak. Saluran pencernaan katak terdiri dari mulut,
kerongkongan, lambung, usus, dan kloaka. Kelenjar pencernaan terdiri dari hati
dan pankreas. Hati menghasilkan empedu.
Di dalam rongga mulut katak terdapat gigi dan lidah. Katak
memiliki lidah yang ujungnya bercabang dua dan berpangkal di rahang bawah.
Lidah katak dapat dijulurkan keluar untuk menangkap mangsa, yaitu serangga. Di
dalam rongga mulut juga terdapat kelenjar ludah
yang menhasilkan ludah. Ludah berfungsi untuk memepermudah menelan
makanan.
Pada proses
pencernaan, makanan dari rongga mulut masuk ke kerongkongan kemudian ke
lambung. Di dalam lambung makanan dicerna Selanjutnya, makanan menuju ke usus
halus dan mengalami pencernaan kimiawi dengan bantuan enzim pencernaan yang
bersal dari hati dan pankreas. Di usus halus, sari-sari makanan di serap.
Sisa-sisa makanan yang tidak diserap akan dikeluarkan melalui kloaka.
c. Sistem
pencernaan Reptil
Salah satu contoh reptil adalah buaya. Saluran pencernaan terdiri
dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan kloaka. Kelenjar pencernaan
terdiri dari hati dan pankreas. Hati menghasilkan empedu.
Di dalam mulut buaya terdapat lidah, gigi, dan
kelenjar ludah. Kelenjar ludah mennghasilkan lendir yang berfungsi untuk
mempermudah menelan makanan.
Pada proses
pencernaan, makanan dari mulut menuju
kerongkongan dan selanjutnya ke lambung. Dari lambung makanan menuju usus. Di
usus, bermuara dua saluran kelenjar pencernaan, yaitu hati dan pankreas. Di
usus terjadi pencernaan kimiawi oleh enzim-enzim pencernaan dan terjadi proses
penyerapan sari-sari makanan. Sisa-sisa makanan yang tidak diserap akan
dikeluakan melaui kloaka.
d.
Sistem pencernaan
pada burung
Salah satu
contoh burung adalah burung merpati (Columba
livia). Saluran pencernaan terdiri dari paruh, rongga mulut, kerongkongan,
tembolok, lambung kelenjar, lambung pengunyah, usus halus, dan kloaka.
Di dalam rongga mulut burung tidak terdapat gigi sehingga
makanan tidak dikunyah dan lansung masuk menujun kerongkongan. Tembolok
merupakan pelebaran ujung bawah kerongkongan. Tembolok berbentuk kantung.
Tembolok berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan sementara. Lambung
kelenjar memiliki dinding otot yang
tipis dan mengandung banyak kelenjar pencernaan. Kelenjar pencernaan ini
menghasilkan enzim-enzim pencernaan untuk mencerna makanan secara kimiawi.
Lambung pengunyah (lambung otot tau empeda) seing pula disebut ampela.
Kontraksi otot lambung pengunyah ini mencerna makanan secara mekanik. Di dalam
lambung penguyah burung pemakan biji-bijian, sering terdapat batu-batu kecil
atau pasir. Batu-batu kecil atau pasir. Batu-batu kecil atau pasir ini sengaja di telan untuk membantu proses
pencernaan.
Dari lambung, makanan hasil pencernaan menuju usus halus. Di
dalam usus halus terjadi pencernaan secara kimiawi oleh enzim-enzim pencernaan
yang dihasilkan oleh pankreas, dan empedu yang dihasilkan oleh hati. Sari-sari
makanan hasil pencernaan diserap oleh pembuluh-pembuluh darah si usus halus.
Selanjutnya, sari-sari makanan diedarkan ke seluruh tubuh oleh darah. Sisa-sisa
makanan yang tidak diserap akan masuk ke usus besar menjadi feses (kotoran).
Feses akan menuju rectum dan dikelurakan melalui kloaka. Kloaka merupakan muara
tiga saluran, yaitu saluran pencernaan,
saluran urin, dan saluran kelamin (saluran perkembangbiakan).
e.
Sistem pencernaan
mamalia
Salah satu
contoh mamalia adalah hewan memabah biak, misalnya kambing. Saluran pencernaan
mamalia terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan
anus. Perbedaan antara sistem pencernaan hewan memamah biak dengan manusia
terutama pada susunan dan fungsi gigi serta lambung.
Hewan memamah biak memiliki gigi seri dan dan gigi geraham. Gigi seri berfungsi untuk
menjepit makanan. Hewan memamah biak memiliki lambung besar yang berfungsi
untuk menyimpan makanan sementara. Lambung tersebut terbagi menjadi empat,
yaitu perut besar (rumen), peut jala (retikulum), perut kitab (omasum), dan
perut masam (abomasum).
Pada proses pencernaan, makanan dari mulut akan masuk ke
kerongkongan. Dari kerongkongan, makanan masuk ke perut besardan perut jala. Di
dalam perut besar dan perut jala, makanan dicampur sehingga terjadi proses
fermentasi selulosa oleh adanya enzim selulosa. Enzim selulosa dihasilkan oleh
bakteri dan jenis protozoa tertentu yang terdapat di dalam lambung hewan
tersebut. Makanan yang belum dikunyah dengan sempurna tau masih kasar akan di
muntahkan kembali ke dalam mulut untuk di kunyah kedua kalinya. Selanjutnya
makanan masuk melalui perut besar, perut jala, dan seterusnya masuk ke perut
kitab. Di dalam perut kitab makanan dicerna secara mekanik. Selanjutnya,
makanan masuk ke perut masam. Di dalam perut masam dihasilkan asam dan enzim
pencernaan. Pencernaan di perut masam menghasilkan bentuk makanan seperti bubur
yang disebut kim. Kim selanjutnya masuk ke usus halus. Di usus halus terjadi
penyerapan zat-zat makanan. Sisa-sisa makanan menuju usus besar untuk
dikeluarkan melalui anus sebagai feses.
10. Identifikasi
alat gerak aktif dan alat gerak pasif pada manusia!
Jawaban :
1). Sumber : buku Panduan Latihan UN Biologi
untuk SMA, penyunting Anisyah Fitriana, S.Si,dkk, penerbit dan penyunting CV.
HaKa MJ, halaman 44-45.
Gerakan
yang terjadi disebabkan oleh adanya kerja sama antara tulang dab otot. Tulang
tidak dapat bergerak jika tidak digerakkan oleh otot. Adapun otot dapat
menggerakkan tulang karena mempunyai daya kontraksi.
a. Tulang
sebagai alat gerak pasif
Dalam tubuh, tulang-tulang tersususun sedemikian rupa dengan
sistem tertentu membentuk rangka. Rangka manusia dikatakan sebagai rangka dalam
(endoskeleton). Tulang rawan (kartilago) dan tulang sejati (osteon) berperan
sebagai alat gerak pasif.
Tulang rawan dibedakan
menjadi tiga macam, yaitu:
1. Rawan
hialin: terdapat pada rangka janin, trakea, dan bronkus.
2. Rawan
serabut: terdapat diantara tulang pubis.
3. Rawan
elastis: terdapat pada serabut telinga.
Berdasarkan
bentuknya tulang sejati dibedakan menjadi :
1. Tulang
pipa, misalnya tulang paha.
2. Tulang
pipih, misalnya tulang belikat.
3. Tulang
pendek, misalnya ruas-ruas
tulang belakang.
Hubungan
antara tulang dengan tulang disebut persendian. Mekanisme gerak antar tulang :
a. Sinartrosis
( sendi mati)
Hubungan antar tulang yang
direkatkan oleh jaringan ikat, kemudian mengalami penulangan sehingga tidak
dapat digerakan. Sinkondrosis: antara tulang dihubungkan melalui tulang rawan
sehingga memungkinkan sedikit gerak akibat elastisitas tulang rawan. Contoh:
hubungan tulang rusuk dengan tulang dada, hubungan ruas-ruas tulang belakang.
Sinfribrosis adalah kedua ujung
tulang dihubungkan dengan jaringan ikat
fribrosis yang pada akhirnya mengalami penulangan dan tidak memungkinkan adanya
gerak. Contohnya: hubungan antara tulang-tulang tengkorak.
b. Amfiartrosis
(sendi kaku)
Hubungan antara dua ujung tulang
yang direkatkan oleh tulang rawan, sehingga memungkinkan terjadinya sedikit
gerakan. Jaringan berupa diskus fibrocartilage yang lebar dan pipih
menghubungkan antara dua tulang. Umumnya bagian tulang berada pada sisi
persendian dilapisi oleh tulang rawan hialin dan struktur keseluruhan berada
dalam kapsul. Bra, dan simfisis pubis.
c. Diartrosis
(sendi gerak)
Hubungan antara kedua ujung tulang yang
memungkinkan tulang bebas bergerak. Meliputi:
a) Sendi
engsel
Pada sendi ini kedua ujung tulang
berbentuk engsel dan berporos satu. Gerakannya hanya satu arah seperti gerak
engsel pintu. Terdapat pada hubungan antara: ruas-ruas jari, siku, lutut.
b) Sendi
putar
Pada sendi ini, ujung tulang yang satu
dapat mengitar ujung tulang yang lain. Bentuk seperti ini memungkinkan gerakan
rotasi dengan satu poros. Terdapat pada hubungan antara; tulang hasta dengan
pengumpil tulang kepala dengan tulang atlas hubungan antara tulang betis dengan
tulang kering.
c) Sendi
pelana
Kedua ujung tulang membentuk sendi seperti
pelana dan berporos dua, yang memungkinkan gerakan kedua arah. Terdapat pada
hubungana antara pergelanagan kaki dengan telapak kaki, pergelanagn tangan
dengan telapak tangan, serta persendian pada ibu jari, metakarpal dan karpal.
d) Sendi
peluru
Pada sendi ini, kedua ujung berbentuk
lekuk dan bongkol. Bentuk ini memungkinkan gerakan bebas ke segala arah dan
berporos tiga. Terdapat pada hubungan antara: tulang lengan dengan gelang bahu,
tulang paha dengan gelang panggul.
e) Sendi
luncur/geser
Pada sendi ini kedua ujung tulang aga rata
sehingga menimbulkan gerakan menggeser dan tidak berporos. Terdapat pada
hubungan antara tulang-tulang pergelangan kaki, antar tulang-tulang pergelangan
tangan, dan antar tulang selakang tulang belakang.
f) Sendi
kondiloid/ellipsoid
Sendi
ini memungkinkan gerakan berporos dua dengan gerakan ke kiri dan ke kanan, ke
depan ke belakang. Ujung tulang yang satu berbentuk oval dan masuk ke dalam
suatu lekuk berbentuk elips. Terdapat pada hubungan antara tulang pengumpil dan
tulang pergelangan tangan.
b. Otot
sebagai alat gerak aktif
Berdasarkan
jenisnya, otot dibedakan menjadi 3, yaitu:
|
|
Otot lurik
|
Otot polos
|
Otot jantung
|
|
Struktur
|
Serabut
banyak, inti banyak pada lapisan sarkoplasma
|
Sel tunggal,
inti banyak di tengah, serabut tidak bercabang
|
Sel bercabang,
inti tunggal di tengah
|
|
Fisiologi
|
Kontraksi
cepat namun cepat letih
|
Kontraksi
lambat dan terus menerus
|
Kontraksi
lebih cepat dari pada otot polos, ritmis dan otomatis
|
|
Saraf
|
Kontraksi
dikendalikan saraf motoris
|
Saraf otonom
|
Saraf otonom
|
|
Lokasi
|
Menempel pada
tulang dan bawah kulit, diafragma
|
Otot
pencernaan, respirasi, pembuluh darah
|
Hanya pada
jantung
|
Sifat kerja otot ada dua yaitu sinergis dan
antagonis. Sinergis terjadi apabila otot-otot bekerja sama untuk menghasilkan
suatu gerakan, contoh gerak rotasi. Sedangkan antagonis, jika tujuan kerjanya
berlawanan, contoh: abduktor dan
adduktor, supinator dan pronator.
2).
Sumber : buku ENSIKLOPEDIA Ilmu Pengetahuan Alam BIOLOGI, penyusun Tim
Redixta, Penerbit Aneka Ilmu,halaman
119.
Otot-otot
adalah penggerak tubuh. Tiap gerakan darikedipan mata sampaiberlarikencang,
dilakukan oleh sistem otot tubuh. Otot disebut alat gerak aktif. Sedangkan
tulang disebut alat gerak pasif. Otot bekerja sama dengan tulang sehingga kita
dapat bergerak. Otot-otot terikat pada tulang oleh tali-tali yang disebut tendon. Ada tiga tipe otot, sebagai
berikut:
a. Otot
kerangka atau otot lurik atau otot serat lintang
Otot kerangka yaitu otot yang bereaksi
terhadap kemauan otak. Otak ini untuk melakukan gerakan-gerakan yang kita
sadari. Otot ini terdapat pada anggota gerak tubuh.
b. Otot
polos
Otot polos yaitu otot-otot yang tidak
memiliki garis-garis dan bekerja tanpa kita sadari. Otot ini terdapat pada
alat-alat dalam tubuh.
c. Otot
jantung
Otot jantung yaitu otot yang memiliki
bentuk seperti otot lurik tetapi cara kerjanya seperti otot polos. Otot ini
hanya terdaoat di jantung sehingga disebut juga otot miokardium.
11. Jelaskan fisiologi
dan kimiawi kontraksi otot!
Jawaban:
1). Sumber: Faal Sel, Biofisika, Cair tubuh, Saraf Tepid
an Otot, Laboratorium Ilmu Faal Universitas Airlangga, effendi C,ed.2, 2005,
halaman 34-58
2). Sumber: Anatomi dan Fisiologi Untuk Pemula, Sloane E,
penerbit buku kesokteran ECG, halaman 119-131
Myofibril adalah unit penting dalam otot
rangka sebab mengandung elemen protein kontrakif yang menyebabkan otot
berkontraksi. Terdapat ratusan sampai ribuan myofibril pada setiap serabut
otot, sementara setiap myofibrilterdiri atas 1500 myosin dan 3000 aktin.
Dibawah mikroskop myofibril merupakan filament tebal akan nampak gelap
(A-band), sementara aktin yang merupakan filament tipis terlihat terang
(I-band). Aktin selalu terhubung dengan protein lainnya membentuk kompleks
aktrin-triponin-tropomyosin yang saat kontraksi terjadi akan berkaitsn dengan
protein myosin. Bagian akhir aktin melekat pada suatu proteinlain yang disebut
Z disk, dan daerah antar kedua Z disk disebut sarkomer yang merupakan suatu
unit kontraksi otot, bila otot berkontraksi ukuran sarkomer sekitar 2
mikrometer. Agar terjadi kontraksi diperlukan ion Ca2+
2). Sumber : buku Panduan Latihan UN Biologi
untuk SMA, penyunting Anisyah Fitriana, S.Si,dkk, penerbit dan penyunting CV.
HaKa MJ, halaman 45.
Kontraksi fisiologi pada otot:
|
Otot lurik
|
Otot polos
|
Otot jantung
|
|
Kontraksi cepat namun mudah merasa cepat letih
|
Kontraksi lambat namun terus-menerus
|
Kontraksi
lebih cepat dari pada otot polos, ritmis dan otomatis
|
12. Jelaskan proses perkembangan
tulang!
Jawaban:
1). Sumber buku :
Ensiklopedia Tubuh Manusia,terjemahan dengan izin dari Dorling Kindersley,
Penerbit Erlangga, tahun 2008, halaman
216.
Pertumbuhan
tubuh tergantung pada pertambahan ukuran kerangka didalamnya, yaitu tulang
rangka. Tulang panjang pada kaki berperan besar dalam pertambahan tinggi dan
mengubah proposisi tubuh selama masa kanak-kanak. Sebagian besar tulang panjang
terbentuk dari perintis tulang rawan, dengan melalui serangkaian perubahan (
osofikasi). Proses ini dimulai sebelum bayi lahir, pusat osifikasi sekunder
berkembang di dekat ujung tulang. Pertumbuhan berhenti jika osifikasi telah sempurna, di usia 18-20
tahun. Berikut penjelasnnya:
a. Tulang
panjang bayi baru lahir
Batang atau diafisis berubah menjadi tulang tulang keras dari
pusat osifikasi primer dan memiliki rongga sumsum. Seluruh ujung bulat atau
kepala disebut epifisis. Efisis adalah ujung tulang terbuat dari tulang rawan
dan relatif lunak.
b. Tulang
panjang anak
Pusat osifikasi skunder dalam ujung tulang
mulai mengubah tulang rawan di sekitarnya menjadi keras, membentuk jaringan
tulang bermineral. Daerah pertumbuhan memanjang (cakram pertumbuhan epifisis)
terbentuk diantara batang dan ujung tulang.
c. Tulang
panjang dewasa
Di usia sekitar 18-20 tahun, seluruh
daerah telah mengeras menjadi tulang sejati, dengan cakram pertumbuhan epifisis
tampak sebagai garis jaringan tulang padat. Tulang raawan yang tersisa hanya
tulang persendian yang lembut dan licin, yang menyelubungi ujung tulang dalam sendiri.
2). Sumber: buku Maryati, S, dkk. Biologi SMA Jilid 2untuk Kelas XI, Jakarta:Elangga, 2004.
Halaman
41-42
Osifikasi
adalah sebuah proses pembentukan tulang. Pembentukan tulang dimulai dari
perkembangan jaringan penyambung seperti tulang rawan (kartilago) yang
berkembang menjadi tulang keras. Pertumbuhan tulang bermula sejak umur embrio
6-7 minggu dan berlangsung sampai dewasa. Pertumbuhan tulang ini akan lengkap
pada bulan ketiga kehamilan. Pertumbuhan tulang pada bayi di dalam rahim di
pengaruhi oleh hormon plasenta dan kalsium. Setelah anak lahir, proses
pertumbuhan tulangnya di atur oleh hormon pertumbuhan, kalsium, dan aktivitas
sehari-hari. Osteoblas dan osteoklas berperan dalam proses pembentukan tulang,
dimana keduanya bekerja secara bertolak belakang (osteoblas memicu pertumbuhan
tulang, osteoklas menghambat pertumbuhan tulang) agar mencapai proses
pembentukan tulang yang seimbang.
Osifikasi
di mulai dari sel-sel masenkim memasuki daerah osifikasi, bila daerah tersebut
banyak mengandung pembuluh darah akan membentuk osteoblast, bila tidak
mengandung pembuluh darah akan membentuk kondroblas.
Pada
awalnya pembuluh darah menembus perichondrium di bagian tengah batang tulang
rawan, meransang sel-sel perichondrium berubah menjadi osteoblast. Osteoblas
ini akan membentuk suatu lapisan tulang kompakta, perichondrium berubah menjadi
periosteum. Bersamaan dengan proses ini pada bagian dalam tulang rawan di
daerah diafisis yang di sebut juga pusat osifikasi primer, sel-sel tulang rawan
membesar kemudian pecah sehingga terjadi kenaikan pH (menjadi basa) akibatnya zat
kapur di depositkan, dengan demikian terganggulah nutrisi semua sel-sel tulang rawan
dan menyebabkan kematian pada sel-sel tulang rawan ini. Kemudian akan terjadi
degenerasi (kemunduran bentuk dan fungsi) dan peralutan dari zat-zat
interseluler (termasuk zat kapur) bersamaan dengan masuknya pembuluh darah ke
daerah ini, sehingga terbentuklah rongga untuk sumsum tulang.
Pada
tahap selanjutnya pembuluh darah akan memasuki daerah epifise sehingga terjadi
pusat osifikasi sekunder, terbentuklah tulang spongiosa. Dengan demikian masih
tersisa tulang rawan di kedua ujung epifise yang berperan penting dalam
pergerakan sendi dan sati tulang rawan di antara epifise dan diafise yang
disebut dengan cakram epifise.
Selama
pertumbuhan, sel-sel tulang rawan pada cakram epifise terus-menerus membelah
kemudian hancur dan tulang rawan diganti dengan tulang di daerah diafise,
dengan demikian tebal cakram epifise tetap sedangkan tulang akan tumbuh
memanjang. Pada pertumbuhan diameter (lebar) tulang, tulang di daerah rongga
sumsum membesar, dan pada saat yang bersamaan osteoblast di periosteum membentuk
lapisan-lapisan tulang baru di daerah permukaan.
Jadi
pembentukan tulang keras berasal dari tulang rawan (kartilago). Kartilago
memiliki rongga yang akan terisi osteoblas (sel-sel pemebntuk tulang).
Osteoblas membentuk osteosit (sel-sel tulang). Setiap satuan sel-sel tulang
akan melingkari pembuluh darah dan serabut saraf membentuk sistem havers.
Matriks akan mengeluarkan kapur dan fosfor yang menyebabkan tulang menjadi
keras.
13. Jelaskan kelainan pada otot dan
tulang!
Jawaban:
1). Sumber : buku Panduan Latihan UN Biologi
untuk SMA, penyunting Anisyah Fitriana, S.Si,dkk, penerbit dan penyunting CV.
HaKa MJ, halaman 46.
Berikut
dalah beberapa kelainan yang terjadi pada sisrem gerak, yaitu:
a. Fraktura
Fraktura atau patah tulang, umumnya
terjadi pada tulang pipa. Apabila tulang yang patah sampai keluar kulit disebut
patah tulang terbuka, sedangkan jika tidak sampai keluar kulit disebut patah
tulang tertutup.
b. Artritis
eksudatif
Artritis eksudatif adalah terjadinya
peradangan pada sendi dan terisi cairan nanah.
c. Artritis
sika
Artritis sika adalah terjadinya peradangan
pada sendi sehingga rongga sendi menjadi kering (kekurangan minyak sinoval).
d. Nekrosis
Nekrosis adalah kerusakan pada cakra
epifisis tulang hingga sebagian tulang mati dan mengering.
e. Kifosis
Kiposis adalah kondisi dimana bagian leher
dan panggul terlalu membengkok ke depan.
f. Skoliosis
Skoliosis adalah keadaan dimana bagian
punggung membengkok ke kanan atau ke kiri.
g. Ankilosis
Ankilosis adalah keadaan dimana persendian
tidak dapat digerakkan karena seolah-olah kedua tangan menyatu.
h. Rakhitis
Rakhitis adalah gangguan tulang karena
kekurangan vitamin D, biasanya terjadi pada anak-anak dalam masa pertumbuhan.
Akibatnya pertumbuhan tulang terganggu sehingga bentuk kaki membengkok keluar
(berbentuk huruf X) atau membentuk kedalam (berbentuk huruf O).
2). Sumber buku :
Ensiklopedia Tubuh Manusia,terjemahan dengan izin dari Dorling Kindersley,
Penerbit Erlangga, tahun 2008, halaman
46-49.
i.
Osteomielitis
Osteomielitis adalah
infeksi tulang, biasanya disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini dapat
menimbulkan tulang yang nyeri, lemah, dan jaringan yang rusak. Osteomielitis
umumnya menyerang usia remaja dan tua.
j.
Osteoporosis
Osteoporosis adalah
hilangnya atau menipisnya jaringan tulang yang menyebabkan tulang melemah,
rapuh dan mudah patah. Penyakit ini sering ditemukakan pada usia tua.
k. Skiata
Skiata adalah tekanan
yang terjadi pada akar saraf skiatikum yang menyebabkan rasa nyeri di daerah
pantat dan belakang paha.
l.
Kanker tulang
Kanker tulang dapat berupa
kanker primer dan kanker skunder. Kanker primer terjadi di tulang itu sendiri,
sedangkan kanker tulang skunder adalah yang disebarkan oleh anggota tubuh yang
lain.
m. Penyakit
paget
Penyakit paget atau
osteitis deformans yaitu terjadinya keseimbangan yang tidak normal diantara
pembentukan dan perusakan tulang dapat menyebabkan perubahan pada bentuk
tulang. Penyakit ini ditemukan pada orang yang muda , kelainan meningkat pada
usia lebih dari 50 tahun.
3). Sumber buku :
Ensiklopedia Tubuh Manusia,terjemahan dengan izin dari Dorling Kindersley,
Penerbit Erlangga, tahun 2008, halaman
64-65.
Kelainan
otot dan tendon antara lain:
a. Kram
dan robekan otot
Cedera ringan akibat otot yang terlalu
tertarik, disebut kram. Jika kerusakan lebih parah maka disebut robekan.
b. Tennis
elbow
Tennis dan golfer’s elbow adalah nama
lazim untuk kerusakan tenton yang terjadi di daerah perlekatan otot lengan ke
tulang dekat sendi siku.
c. Distrofi
muskuler
Distrofi muskuler adalah kelompok kelainan
bawaan yang menyebabkan degenerasi otot, menimbulkan gerakan yang lemah dan
terganggu. Gejala umumnya yaitu kerusakan otot progresif dan kehilangan gerakan.
d. Sindrom
terowongan kapral
Sindrom terowongan kapral adalah takanan
pada saraf di pergelangan tangan menimbulkan gejala kesemutan dan nyeri
ditangan, pergelangan tangan, dan lengan bawah serta genggaman yang melemah.
e. Miastenia
gravis
Miastenia gravis adalah kelainan autoimun
ini menyebabkan kelemahan otot kronik, otot mata dan wajah paling sering
terkena. Gejala awalnya berupa turunnya kelopak mata (atas) karena melemahnya
otot wajah.
14. Jelaskan proses peredaran darah
yang terjadi pada manusia!
Jawaban:
1). Sumber : buku Panduan Latihan UN Biologi
untuk SMA, penyunting Anisyah Fitriana, S.Si,dkk, penerbit dan penyunting CV. HaKa
MJ, halaman 47-48.
Darah berfungsi untuk mengedarkan
oksigen dari sari-sari makanan ke seluruh tubuh. Darah manusia tersusun atas
45% sel darah dan 55% plasma darah. Sel-sel darah terdiri atas eritrosit
(bentuk bikinkaf, tidak berinti, 4-5 juta/mm3), leukosit ( bentuk
bervariasi, inti bulat dan cekung, 4,5-10 ribu/mm3), dan trombosit (
bentuknya oval, tidak berinti, 150-300 ribu/ mm3).
Alat-alat peredaran darah pada
manusia terdiri atas jantung dan pembuluh darah. Jantung berfungsi untuk
memompa darah. Jantung mempunyai empat ruang
yaitu: serabi kiri, serabi kanan, bilik kiri dan bilik kanan. Perdaran
darah pada manusia dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
a. Peredaran
darah kecil:
b. Peredaran
darah besar:
Jantungn bekerja dengan cara berkontraksi dan
berelaksasi,. Proses pengedaran darah pada manusia sebagai berikut:
a. Saat
serambi berelaksasi, darah kaya O2 dari paru-paru masuk ke serambi
kiri melalui vena pulmonalis, adapun darah yang kaya CO2 dari
seluruh tubuh ke serambi kanan.
b. Serambi
berkontraksi sehingga bilik berelaksasidan darah dari serambi masuk ke bilik.
c. Bilik
berkontraksi, darah dari bilik kiri di pompa ke seluruh tubuh dan darah dari
bilik kanan dipompa ke paru-paru.
15.
Identifikasi berbagai kelainan dan penyakit pada sistem peredaran darah!
Jawaban:
1).Sumber:
buku Maryati, S, dkk. Biologi SMA Jilid 2untuk Kelas XI. Jakarta:Elangga, 2004.
Halaman
82-83
Kelainan
dan penyakit pada system peredaran darah dapat terjadi karena pewarisan
(keturunan), rusak nya peralatan akibat kecelakaan maupun akibat dari makanan
yang dikonsumsi banyak mengandung zat kapur dan bahan-bahan lemak. Zat tersebut
dapat menyebabkan pembuluh darah tersumbat atau elastisitas otot jantung
berkurang untuk memompa darah.
Berbagai kelainan dan penyakit pada
sistem peredaran darah adalah sebagai berikut:
a.
Anemia (kurang darah)
Anemia
dikarenakan kurangnya kdar Hb dalam darah atau kurangnya jumlah eritrosit dalam
darah.
b.
Varises
Varises yaitu pelebaran pembuluh darah di betis.
c.
Hemeroid (ambeien)
Hemeroid yaitu pelebaran pembuluh darah di sekitar dubur(anus).
d.
Arteriosclerosis
Arteriosklerosis yaitu pengerasan pembuluh nadi karena
timbunan/endapan kapur.
e.
Artherosklerosis
Yaitu pengerasan
pembuluh nadi karena endapan lemak.
f.
Embolus
Embolus yaitu tersumbatnya
pembuluh darah karena benda yang bergerak.
g.
Trombus
Trombus yaitu tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang
tidak bergerak.
h.
Hemofili
Hemofili yaitu kelainan
darah sukar membeku karena faktor hereditas/menurun.
i.
Leukemia (kanker darah)
Leukemia (kanker darah)
yaitu bertambahnya jumlah leukosit secara tak terkendali.
j.
Penyakit kuning pada
bayi (erythroblastosis faetalis)
Yaitu rusaknya eritrosit bayi akibat aglutinasi dari antibody
ibu, bila ibu bergolongan darah Rh- dan embrio Rh+, terjadi pada kandungan
kedua, kandungan pertama embrio Rh+.
k.
Thalassemia
Thalassemia yaitu merupakan anemia akibat rusaknya gen
pembentuk Hemoglobin yang bersifat menurun.
2).Sumber:
buku Haryanto. SAINS UNTUK SD KELAS V. Jakarta; Erlangga, 2004. Halaman 32-34
l.
Hipertensi (tekanan
darah tinggi)
Penyakit ini ditunjukkan dengan tingginya tekanan darah bila
diukur dengan alat pengukur tekanan darah (tensimeter). Penyakit ini dapat
mengakibatkan timbulnya penyakit lain seperti penyakit jantung, pembuluh darah
otak, dan ginjal.
Gejala yang timbul antara lain sebagai berikut:
a) Terasa
nyeri di kepala.
b) Jantung
berdebar-debar.
c) Sesak
napas saat melakukan pekerjaan berat.
d) Badan
lemah dan kepala pusing.
Orang yang terkena penyakit ini tidak boleh mengkonsumsi garam.
Selain itu, penderita perlu pergi ke dokter untuk mendapat pengobatan.
m.
Penyakit jantung bawaan
Penyakit ini sudah diderita sejak bayi masih dalam kandungan.
Penyakit ini biasanya berupa kelainan pada katup jantung. Akibatnya, darah dari
serambi kiri mengalir ke serambi kanan.
Gejalanya antara lain penderita sering menderita infeksi pasa
saluran pernapasan. Selain itu, perumbuhan fisiknya terganggu, yaitu tubuhnya
lebih kecil dari orang sehat. Penyakit ini biasanya diatasi dengan melakukan
operasi.
3).Sumber:
buku Karmana, O. Cerdas Belajar Biologi. Jakarta:Grafindo, 2004.
n.
Sickle Cell Anemia
(SCA)
Sickle Cell Anemia merupakan
suatu penyakit keturunan berupa kelainan pada bentuk sel darah merah. Sel darah
merahnya berbentuk bulan sabit. Akibatnya, kemampuan sel darah merah untuk
mengikat oksigen dan karbon dioksida menjadi berkurang.
o.
Jantung koroner
Jantung koroner merupakan gangguan pada jantung yang disebabkan
oleh timbunan lemak darah (kolesterol) pada arteri koroner.
p.
Elefantiasis
Elefantiasis adalah penyumbatan aliran pembuluh limfa akibat
infeksi cacing Filaria.
16.
Sebutkan dan jelaskan gangguan yang mungkin dan terjadi pada alat indra!
Jawaban:
1). Sumber: Ensiklopedia Tubuh
Manusia,terjemahan dengan izin dari Dorling Kindersley, Penerbit Erlangga,
tahun 2008, halaman 100-153
.
a. Kanker kulit
beberapa penyakit ganas,dengan berbagai
tingkat keparahan ,menyerang
kulit. Sebagian besar berkaitan
dengan paparan radiasi
sinar matahari yang berlebihan .
b.
Ruam
Ruam
adalah daerah kulit yang merandang sebagian
merupakan kelainan kulit sendiri, sedang yang lain adalah bagian dari kelinan umum
yang menyerang organ internal .
c. Noda
pada kulit
Noda, bengkak, dari ruam pada
kulit termasuk di dalamnya
bintik-bintik kecil berisi nanah yang disebut pustul, yang lebih besar yaitu bisul, dan
jerawat ,yang sering terjadi di usia remaj jenis noda kulit lain atau
pembesaran pada kulit bisa disebabkan oleh pertambahan
jumlah sel setempat, contohnya kutil dan tahi lalat. Bengkak juga dapat
disebabkan oleh kista noda
pada kulit dapat disebabkan
oleh berbagai faktor eksternal seperti paparan sinar matahari atau akibat infeksi
virus.
d. Jerawat
kumpulan bintik yang biasanya terdapat
di wajah , akibat sumbatan
dan radang kelenjar dalam kulit .
e. tahi
lalat
tahi lalat adalah noda
yang sama rata atau lebih tinggi di permukaan
kulit ,dalam berbagai bentuk , warna, dan tekstur , berjumlah satu atau banyak.
f. Kista
Kista
adalah pembengkakan tak berbahaya menyerupai kantong di bawah kulit yang berisi
cairan atau zat agak padat.
g. Bisul
Bisul
adalah daerah kulit yang berwarna merah,
merandang, berisi
nanah, dan nyeri akibat infeksi bakteri.
h. Kutil
Kutil
adalah pertumbuhan kulit setempat akibat infeksi virus; kulit bisa rata atau meninggi
dan bisa halus atau kasar .
i.
Luka
Jika
permukaan kulit dirusak oleh luka, penyembuhan dapat dilakukan oleh kulit
sendiri atau dengan bantuan medis .
j.
luka bakar , memar ,
lepuh ,dan terbakar matahari
Berbagai
jenis cedera dan
dapat membahayakan kulit dan menyembabkan kelainan , seperti lepuh akibat gesekan
atau tekanan berlebihan, dan
luka bakar .
k. ketombe
dan alopesia
Ketombe
adalah lepasnya sisik kulit kepala secara berlebihan.
l.
Alopesia
Alopesia adalah kehilangan rambut, kadang permanen.
m. kuku
tubuh ke dala
Kuku
melengkung ke dalam di sepanjang satu isi
atau keduanya, merondong daging jari tangan atau kaki .
n. Tuli
Tuli adalah gangguan
pendegaran dapat disebabkan oleh penyakit atau cedera atau sudah ada sejak
lahir ; sebagian besar orang mengalami penurunan pendegaran dengan penuaan.
o. Vertigo
Vertigo adalah
sensasi gerakan palsu dan rasa berputar sering
disertai mual dan
kadang muntah berat .
p. mabuk
berjalan
mual dan gejala lain
yang terjadi saat berpergian jika informasi visual
berlawanan dengan informasi keseimbangan yang diterima otak.
q. Tintus
Tintus adalah sensasi
bunyi yang berasal dalam telinga sendiri meliputi deringan , dengung,
siulan, auman, atau bisikan .
r.
penyakit meniere
Rasa
pusing berat mendadak, disertai
hilang pendegaran, tintus, dan
rasa tekanan di telinga dapat berlangsung selama
beberapa menit atau beberapa menit atau beberapa hari .
s. Gangguan focus
Gangguan focus
disebut juga kesalahan refraksi, kelainan
penglihatan yang
paling sering ditemukan adalah gangguan focus. Berbagai penyebab kebutaan: hilang
penglihatan berat sampai menyeluruh
yang tidak dapat dikoreksi oleh lensa dapat disebabkan oleh berbagai factor.
17. Jelaskan fungsi ciri khusus hewan
sebagai bentuk penyesuaian terhadap lingkungannya! Jawaban:
1).Sumber: SAINS UNTUK SD KELAS V, Haryanto, Jakarta; Erlangga, 2004. Halaman 57-63.
a. Kupu-kupu
Ciri khusus yang dimiliki oleh kupu-kupu yaitu mempunyai alat
pengisap yang bentuknya panjang. Alat pengisap ini disebut probosis. Fungsinya yaitu untuk memudahkan kupu-kupu dalam mencari
makanan. Makanan kupu-kupu adalah nektar.
Nektar merupakan cairan manis sebagai bahan untuk membuat madu. Nektar terletak
di bagian dasar bunga. Karena letak nektar di dasar bunga dan berbentuk cair,
maka untuk memperolehnya, kupu-kupu mempunyai alat pengisap yang bentuknya
panjang. Alat pengisap yang panjang memudahkan kupu-kupu untuk mengisap nektar.
b. Lebah
Bentuk penyesuaian diri pada lebah hampir sama dengan
kupu-kupu. Lebah mempunyai ciri khusus yaitu bentuk mulut penjilat. Mulut ini
mempunyai lidah yang panjang dan berguna umtuk menjilat makanan yang berupa
nektar pada bunga.
c. Nyamuk
Nyamuk mempunyai bentuk mulut penusuk dan pengisap. Dengan
mulut itu, nyamuk dapat mengisap makanan berupa darah manusia. Karena fungsinya
sebagai penusuk, mulut nyamuk berbentuk tajam (runcing) dan panjang. Nyamuk
menggunakan mulutnya untuk menusuk kulit manusia kemudian mengisap darah
manusia.
d. Burung
Ada berbagai jenis burung seperti kakaktua, elang, pipit,
merpati, pelican, kolibri, bebek, dan nuri. Bentuk paruh berbagai burung pun
beraneka ragam. Keanekaragaman bentuk parug burung sesuai dengan jenis
makanannya. Paruh burung pipit yang memakan biji-bijian berbeda dengan paruh
burung elang yang memakan daging. Demikian pula, paruh burung pelikan dan
bangau yang memakan ikan berbeda dengan paruh bebek yang memakan cacing dari
dalam bubur. Paruh burung elang terlihat runcing (tajam) pada bagian ujungnya.
Paruh yang runcing dan melengkung ini berguna untuk mengoyak tubuh mangsanya,
misalnya tikus dan katak. Paruh burung kolibri panjang dan runcing. Bentuk
paruh itu memudahkan burung kolibri menghisap nektar bunga.
e. Unta
Tempat hidup unta adalah di padang pasir yang kering dan
gersang. Ciri khusus unta yaitu mempunyai punuk di punggungnya yang berfungsi
untuk menyimpan cadangan makanan dan air dalam waktu yang lama.
f. Bunglon
Ciri khusus bunglon yaitu dapat mengubah warna kulitnya sesuai
dengan warna tempat bunglon berada. Perubahan warna aini merupakan penyamaran
yang baik, sehingga menyulitkan msuh untuk menangkap bunglon.
g. Walang sangit
Ciri khusus walang sangit yaitu dapat mengeluarkan bau yang
sangat menyengat, sehingga membuat musuh menjauhinya.
h. Walang daun
Walang daun mempunyai bentuk dan warna tubuh yang menyerupai
daun. Keadaan tubuh yang seperti ini sangat mengutungkan walang daun. Hal ini
akan menyulitkan musuh untuk mengetahui keberadaan walang daun.
i. Harimau, anjing,
dan singa
Hewan ini mempunyai kuku dan gigi yang tajam. Kuku dan gigi
yang tajam tersebut berguna untuk melindungi dirinya.
j. Sapi, kambing,
kerbau, dan kijang
Sapi, kambing, kerbau, dan kijang mempunyai tanduk yang
runcing. Hewan-hewan tersebut menggunakan tanduknya pada saat bertarung dengan
musuh.
k. Kalajengking,
kelabang, dan lebah
Kalajengking, kelabang, dan lebah menggunakan sengatnya untuk
melindungi diri dari musuh. Hewan-hewan tersebut dapat mengeluarkan zat beracun
bagi musuh melalui sengatnya. Racun itu digunakan untuk membunuh musuh.
l. Cumi-cumi
Cumi-cumi melindungi diri dari musuh dengan cara menyemburkan
cairan seperti tinta ke dalam air, sehingga musuh tak dapat melihatnya.
m. Siput
Siput mempunyai pelindung tubuh yang keras yang biasa disebut
rumah siput. Hewan ini melindungi diri dari musuh dengan cara memasukkan tubuh
ke dalam rumahnya.
18.
Kaitkan antara ciri khusus tumbuhan dan tempat hidupnya!
Jawaban:
1). Sumber: Linda, dkk. Panduan Belajar Sains. halaman 4.
Ciri khusus tumbuhan dengan tempat dengan
tempat hidupnya, adalah sebagai berikut:
a.
Kaktus
Kaktus tumbuh di
daerah gurun. Kaktus memiliki batang yang mengandung air. Kaktus mempunyai daun
kecil yang berbentuk duri untuk mengurangi penguapan.
b. Kantong
semar
Kantong semar biasanya hidup di daerah yang miskin nitrogen.
Kantong semar mempunyai kantong yang warnanya menarik serangga. Di dalam
kantong tersebut terdapat lapisan yang lengket. Fungsinya untuk menangkap
serangga yang masuk akan ke dalam kantong. Serangga ini akan dicerna oleh
kantong semar untuk memenuhi kebutuhan nitrogen.
c. Teratai
Teratai banyak di jumpai di kolom. Teratai memiliki daun yang
lebar dan tipis untuk memperbesar proses penguapan air. Teratai memiliki batang
yangn berongga untuk jalan keluarnya udara.
d. Pohon
jati
Pohon jati umumnya tumbuh di daerah yang kering. Oleh karena
itu, pada musim kemarau pohon jati menggugurkan daunnya untuk mengurangi
penguapan.
2).Sumber: Donny, dkk. Ilmu Pengetahuan Alam. Quadra, 2007. Halaman 11-12.
e. Tumbuhan
kejora
Tumbuhan kejora adalah salah satu jenis tumbuhan ‘pemakan’
serangga. Seperti tumbuhan lainnya, tumbuhan kejora memperoleh nutrisi dari zat
hara di dalam tanah. Namun terdapat zat hara seperti nitrogen yang keberadaanya
dalam tanah tidak mencukupi. Oleh karena itu, tumbuhan kejora mencari sumber
nitrogen lain, yaitu dari serangga.
f. Rafflesia
Tumbuhan ini berkembang biak melalui penyerbukan. Untuk
melakukannya, Rafllesia arnoldii membutuhkan
bantuan serangga. Caranya, dengan mengeluarkan bau yang menyengat seperti bau
bangkai atau daging busuk. Serangga akan terpikat dengan bau ini dan hinggap
pada bunga.
3). Sumber: Nurjanah, S. Sains BIOLOGI untuk SMP. Bandung: PT Sarana
Panca Karya Nusa, 2005. Halaman
23-24
g.
Enceng gondok
Eceng gondok
termasuk tumbuhan hydrophyte. Mempunyai tangkai daun yang bergelembung
(berongga), yang berfungsi untuk mengapung di permukaan air.
h.
Tumbuhan embun
matahari
Di tumbuhan
embun matahari terdapat titik cairan yang bergemerlap bila terkena sinar
matahari. Jika serangga menyentuh daub tersebut akan terjebak dalam cairan
tersebut. Helai-helai daun akan mengakup untuk mencengkeram serangga dengan
cairan pencerna.
4). Sumber: Rachmat, dkk. Sains Sahabatku. Jakarta: Ganeca Exact, 2004.
Halaman
60.
i.
Tumbuhan bakau
Ciri tumbuhan bakau diantaranya memiliki akar yang menyembul
keluar dari tanah, fungsinya adalah untuk bernapas (disebut juga kar napas).
Wajar, karena tumbuhan ini hidup di tepi pantai, dimana akar-akarnya yang di
dalam tanah akan tergenang air sehingga minin O2.
j.
Pohon kelapa
Tumbuhan kelapa memiliki buah yang khas yaitu serabut yang
tebal serta tempurungnya yang keras. Fungsinya adalah agar saat buah kelapa
jatuh di laut mampu bertahan lama dan terbawa arus laut hingga menemukan
daratan yang cocok untuk berkecambah membentuk tunas dan tumbuh menjadi pohon
kelapa.
k. Pohon
beringin
Pohon beringin memiliki akar gantung yang cukup banyak dan
besar. Fungsinya adalah untuk mendapatkan pasokan udara atau oksigen yang lebih
banyak.
19.
Kaitkan ciri khusus yang dimiliki hewan dengan lingkungan hidupnya!
Jawaban:
1). Sumber: buku Haryanto. SAINS UNTUK SD KELAS V. Jakarta: Erlangga, 2004.
Halaman
57-63
Ciri khusus yang dimiliki hewan dengan
lingkungan hidupnya, adalah sebagai berikut:
a.
Kupu-kupu
Ciri khusus yang dimiliki oleh kupu-kupu yaitu mempunyai alat
pengisap yang bentuknya panjang. Alat pengisap ini disebut probosis. Fungsinya yaitu untuk memudahkan kupu-kupu dalam mencari
makanan. Makanan kupu-kupu adalah nektar.
Nektar merupakan cairan manis sebagai bahan untuk membuat madu. Nektar terletak
di bagian dasar bunga. Karena letak nektar di dasar bunga dan berbentuk cair,
maka untuk memperolehnya, kupu-kupu mempunyai alat pengisap yang bentuknya
panjang. Alat pengisap yang panjang memudahkan kupu-kupu untuk mengisap nektar.
b.
Lebah
Bentuk penyesuaian diri pada lebah hampir sama dengan kupu-kupu.
Lebah mempunyai ciri khusus yaitu bentuk mulut penjilat. Mulut ini mempunyai
lidah yang panjang dan berguna umtuk menjilat makanan yang berupa nektar pada
bunga.
c.
Nyamuk
Nyamuk mempunyai bentuk mulut penusuk dan pengisap. Dengan mulut
itu, nyamuk dapat mengisap makanan berupa darah manusia. Karena fungsinya
sebagai penusuk, mulut nyamuk berbentuk tajam (runcing) dan panjang. Nyamuk
menggunakan mulutnya untuk menusuk kulit manusia kemudian mengisap darah
manusia.
d.
Burung
Ada berbagai jenis burung seperti kakaktua, elang, pipit,
merpati, pelican, kolibri, bebek, dan nuri. Bentuk paruh berbagai burung pun
beraneka ragam. Keanekaragaman bentuk parug burung sesuai dengan jenis
makanannya. Paruh burung pipit yang memakan biji-bijian berbeda dengan paruh
burung elang yang memakan daging. Demikian pula, paruh burung pelikan dan
bangau yang memakan ikan berbeda dengan paruh bebek yang memakan cacing dari
dalam bubur. Paruh burung elang terlihat runcing (tajam) pada bagian ujungnya.
Paruh yang runcing dan melengkung ini berguna untuk mengoyak tubuh mangsanya,
misalnya tikus dan katak. Paruh burung kolibri panjang dan runcing. Bentuk
paruh itu memudahkan burung kolibri menghisap nektar bunga.
e.
Unta
Tempat hidup unta adalah di padang pasir yang kering dan gersang.
Ciri khusus unta yaitu mempunyai punuk di punggungnya yang berfungsi untuk
menyimpan cadangan makanan dan air dalam waktu yang lama.
f.
Bunglon
Ciri khusus bunglon yaitu dapat mengubah warna kulitnya sesuai
dengan warna tempat bunglon berada. Perubahan warna aini merupakan penyamaran
yang baik, sehingga menyulitkan musuh
untuk menangkap bunglon.
g.
Walang sangit
Ciri khusus walang sangit yaitu dapat mengeluarkan bau yang
sangat menyengat, sehingga membuat musuh menjauhinya.
h.
Walang daun
Walang daun mempunyai bentuk dan warna tubuh yang menyerupai
daun. Keadaan tubuh yang seperti ini sangat mengutungkan walang daun. Hal ini
akan menyulitkan musuh untuk mengetahui keberadaan walang daun.
i.
Harimau, anjing, dan
singa
Hewan ini mempunyai kuku dan gigi yang tajam. Kuku dan gigi yang
tajam tersebut berguna untuk melindungi dirinya.
j.
Sapi, kambing, kerbau,
dan kijang
Sapi, kambing, kerbau, dan kijang mempunyai tanduk yang runcing.
Hewan-hewan tersebut menggunakan tanduknya pada saat bertarung dengan musuh.
k.
Kalajengking, kelabang,
dan lebah
Kalajengking, kelabang, dan lebah menggunakan sengatnya untuk
melindungi diri dari musuh. Hewan-hewan tersebut dapat mengeluarkan zat beracun
bagi musuh melalui sengatnya. Racun itu digunakan untuk membunuh musuh.
l.
Cumi-cumi
Cumi-cumi melindungi diri dari musuh dengan cara menyemburkan
cairan seperti tinta ke dalam air, sehingga musuh tak dapat melihatnya.
m.
Siput
Siput mempunyai pelindung tubuh yang keras yang biasa disebut
rumah siput. Hewan ini melindungi diri dari musuh dengan cara memasukkan tubuh
ke dalam rumahnya.
2). Sumber: buku Nurjanah, S. Sains
BIOLOGI untuk SMP. Bandung: PT Sarana Panca Karya Nusa, 2005. Halaman 25-27.
n.
Bebek
Ciri khusus yang dimiliki bebek yaitu mempunyai paruh yang
lebar. Bentuk paruh yang demikian berfungsi agar dapat memegang makananya yang
licin seperti ikan. Kaki bebek mempunyai selaput di antara jari kakinya untuk
memudahkan berenang.
3). Sumber: Linda, dkk. Panduan
Belajar Sains, halaman 3.
o.
Kelelawar
Kelelawar memiliki kemampuan ekolokasi (kemampuan untuk
mengetahui arah terbang dan keadaan lingkungannya dengan menggunakan bantuan
gelombang bunyi). Oleh karena itu, kelelawar dapat terbang di dalam gua yang
gelap.
p.
Cicak
Cicak mempunyai telapak kaki dengan sistem pelekat sehingga cicak
dapat merayap di dinding dan tidak jatuh. Cicak memiliki lidah yang panjang
sehingga memudahkan cicak untuk menagkap serangga.
20. Identifikasi satuan dalam ekosistem dan
menyatakan matahari merupakan sumber energi utama!
Jawaban:
1). Sumber: buku
BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas X, Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam,
Kurikulum 2013, disusun oleh Dra. Irnaningtyas. M.Pd., dicetak oleh PT Gelora
Aksara Pratama, Penerbit Erlangga, halaman 411.
Energi adalah kemampuan untuk melakukan
kerja. Sifat energi di ekosistem sesuai dengan hukum termodinamika. Menurut
hukum termodinamika, energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan,
tetapi dapat diubah dari satu bentuk energi ke energi lain. Energi cahaya dapat
diubah oleh tumbuhan hijau menjadi energi potensial dalam bentuk karbohidrat
melalui proses fotosintesis, kemudian diubah oleh hewan dan manusia menjadi
energi panas dan energi gerak. Dalam sistem ekologi, suatu organisme merupakan
komponen pengubah energi. Aliran energi dan siklus materi dalam ekosistem
terjadi melalui rantai makanan dan jaring-jaring makanan.
2). Sumber: buku
BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas X, Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam,
Kurikulum 2013, disusun oleh Dra. Irnaningtyas. M.Pd., dicetak oleh PT Gelora
Aksara Pratama, Penerbit Erlangga, halaman 405.
Sinar matahari merupakan sumber energi
bagi seluruh kehidupan di bumi. Di dalam ekosistem, energi dialirkan dari suatu
tingkat trofik ketingkat trofik berikutnta dalam bentuk transformasi energi. Sebagian
kecil sinar matahari yang mencapai permukaan bumi dimanfaatkan tumbuhan untuk
proses fotosintesis dan diubah menjadi energi potensial dalam bentuk
karbohitdrat. Energi potensial yang dihasilkan oleh tumbuhan akan diubah
menjadi energi kinetik oleh hewan dan manusia.
3). Sumber : buku IPA
BIOLOGI untuk SMP/MTs kelas VII, Tim Abdi Guru, Penerbit Erlangga, tahun 2014,
halaman 69.
Selain sebagai sumber energi dibumi,
cahaya matahari juga mempunyai peranan mengatur tingkah laku organisme. Ada
organisme yang aktif di siang hari dan ada organisme yang aktif di malam hari.
Cahaya matahari juga dapat menghancurkan atau melapukkan batu-batuan sehingga
memungkinkan organisme memanfaatkan mineral-mineral hasil pelapukan batuan
tersebut.
21.
Gambarkan hubungan makan dan dimakan antara makhluk hidup melalui rantai
makanan sederhana!
Jawaban:
1). Sumber: buku
BIOLOGI untuk SMA/MA Kelas X, Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam,
Kurikulum 2013, disusun oleh Dra. Irnaningtyas. M.Pd., dicetak oleh PT Gelora
Aksara Pratama, Penerbit Erlangga, halaman 411.
Rantai makanan adalah jalur
pemindahan (transfer) energi dari satu tingkat trofik ke tingkat trofik
berikutnya melalui makan dan dimakan. Herbivor mendapatkan energi dari memakan
tanaman. Saat herbivor dimangsa karnivor, energi tersebut akan berpindah, dan
seterusnya. Semakin pendek rantai makanan, semakin besar energi yang dapat
disimpan oleh organisme di ujung rantai makanan.
Berdasarkan tipe organisme
(produsen) yang menjadi tingkatan trofik pertama, terdapat dua jenis rantai
makanan, yaitu rantai makanan perumput dan rantai makanan detritus. Rantai
makanan yang dimulai dari organisme produsen (tumbuhan hijau) disebut rantai makanan perumput. Contoh rantai
makanan perumput yaitu:
|
|
|
|
padp
|
|
|
|
Rantai makanan yang dimulai dari
detritus (serpihan organisme yang sudah mati) disebut rantai makanan detritus. Contoh makanan detritus yaitu:
2). Sumber : buku IPA
BIOLOGI untuk SMP/MTs kelas VII, Tim Abdi Guru, Penerbit Erlangga, tahun 2014,
halaman 74.
|
|
|
|
Proses
perpindahan energi melalui peristiwa makan dan dimakan yang membentuk rangkaian
tertentu disebut rantai makanan. Rantai makanan:
Contoh:
tumbuhan dimakan kelinci, kelinci dimakan ular, dan ular dimakan elang.
22. Jelaskan
hubungan antara:
a. Struktur
akar tumbuhan dengan fungsinya
b. Struktur
batang tumbuhan dengan fungsinya
c. Struktur
daun tumbuhan dengan fungsinya
d. Bunga
dengan fungsinya
Jawaban:
1). Sumber: buku DUNIA
TUMBUHAN, dicetak oleh PT Intan Sejati, tahun 2001, halaman 11.
a. Struktur
akar tumbuhan dengan fungsinya
Akar tumbuhan biasanya
tumbuh ke bawah menuju tanah. Tujuan utamanya adalah menyerap air dan mineral
dari tanah. Air dan mineral diserap melalui sel-sel yang sangat kecil dan
berbentuk tabung yang disebut rambut-rambut akar. Akar juga bertindak sebagai jangkar untuk menahan tumbuhan
dengan kuat dalam tanah. Akar tumbuh ketika sel-sel terdapat tepat di belakang
ujungnya membelah. Daerah ini disebut titik
tumbuh. Daerah penghasil sel-sel
baru disebut zona pemanjangan. Sel-sel baru mempunyai
dinding sel yang lunak sehingga dapat memanjang ketika air diisap masuk ke
akar. Ketika sel-sel baru mengalami perpanjangan, sel-sel tersebut mendorong
ujung akar lebih jauh ke dalam tanah. Lapisan sel yang disebut tudung akar melindungi ujung akar di
dorong
b. Struktur
batang tumbuhan dengan fungsinya
Batang adalah bagian
utama tumbuhan yang ada diatas tumbuhan yang ada di atas tanah atau aerial. Batang yang menopang tumbuhan
biasanya tumbuh ke atas. Batang berisi sistem jaringan pembuluh, yang membawa air dan mineralke seluruh tumbuhan.
Taruk adalah batang baru yang tumbuh
dari biji atau muncul dari batang utama tumbuhan. Kuncup adalah tonjolan kecil
pada batang yang berkembang menjadi taruk baru atau bunga. Ada dua macam kucup
yang berbeda, yaitu kuncup ujung (terminal) dan kuncup ketiak (aksilaris). Kuncup
ketiak juga dikenal sebagai kuncup
lateral atau kuncup skunder.
c. Struktur
daun tumbuhan dengan fungsinya
1.
Bagian daun dalam
Daun mempunyai jaringan
pembuluh yang panjang disebut urat daun.
Urat daun menyediakan air dan mineral bagi daun, dan memindahkan makanan
yang dibuat di dalam daun ke bagian-bagian tumbuhan lainnya. Beberapa daun,
seperti rumput-rumputan, mempunyai urat daun yang panjang dan sejajar, tetapi
sebagian besar mempunyai satu tualng daun pusat yang disebut ibu tulang daun. ibu tulang daun ini adalah pemanjangan dari tangkai daun. ibu tulang daun bercabang-cabang menjadi sejumlah tulang cabang yang lebih
kecil yang disebut urat daun samping. Keseluruhan
sistem tulang daun disebut venasi
(pertulangan daun).
2.
Sel-sel daun
Daun tersusun atas
lapisan-lapisan berbagai jenis sel yang berbeda. Epidermis adalah lapisan sel-sel yang pipih berlilin di permukaan
daun. Episermis untuk mencegah kehilangan atau mendapatkan air dalam jumlah
yang berlebihan.
Lapisan
palisade terdapat di bawah epidermis, pada sisi
daun bagian atas. Lapisan ini tersusun oleh sel-sel palisade yang berbentuk kolom, yang mengandung banyak
kloroplas hijau yang sangat kecil. Kandungan sel-sel palisade saling merapat,
yang membantunya menyerap sinar matahari. Di bawah lapisan palisade terdapat lapisan bunga karang yang tersusun atas sel-sel bunga karang yang berbentuk tak beraturan, dan rongga-rongga udara. Rongga udara memungkinkan udara bergerak
mengelilingi bagian dalam daun. Lapisan bunga karang dan lapisan palisade
bersama-sama disebut mesofil.
3.
Tangkai daun
Tangkai daun atau
petiole adalah struktur tipis yang menghubungkan helaian daun utama dengan
batang. Bagian ini mengandung renutan
daun. Ini adalah daerah jaringan pembuluh yang merupakan cabang-cabang dari
jaringan pembuluh batang dan menjadi pusat urat daun. Urat tangkai daun ini
memungkinkan mineral dibawa ke daun.
Sebelum daun mati,
lapisan sel-sel yang disebut lapisan
absisi, terbentuk pada pangkal tangkainya. Lapisan absisi memisahkan daun
dari bagian tumbuhan lainnya. Daun kemudian gugur, membuat lampang daun pada batang.
4.
Permukaan daun
Pada sisi bawah daun
terdapat lubang-lubang sangat kecil yang disebut stomata, setiap satu lobang disebut stoma. Stomata memungkinkan air dan udara bergerak masuk ke luar
daun.
Pada sisi setiap stoma
terdapat sel penjaga yang berbentuk
bulan sabit. Pasangan sel ini dapat berubah bentuk untuk membuka dan menutup
stoma, mengendalikan seberapa banyak udara dan air yang masuk dan meninggalkan
daun.
d. Bunga
dengan fungsinya
Tumbuhan yang
menghasilkan bunga disebut angiosperma. Bunga
mengandung bagian-bagian yang diperlukan
oleh tumbuhan untuk berkembang biak. Bagian ini menghasilkan sel-sel kelamin
jantan dan betiana disebut gamet,
yang bergabung untuk menghasilkan tumbuhan baru dari jenis yang sama. Jenis
perkembangbiakan ini disebut perkembangbiakan
seksual.
23.
Identifikasi berbagai cara hewan berkembang biak!
Jawaban:
1).Sumber: Suwanto, dkk. Ayo Belajar di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius,
2010. Halaman
30.
Hewan
melestarikan jenisnya dengan cara berkembang biak. Hewan berkembang biak dengan
cara berbeda-beda. Berdasarkan cara berkembang biak, hewan digolongkan menjadi tiga macam, yaitu:
a. Ovipar
Ovipar adalah
cara hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur. Ovipar berasal dari kata
ovum (telur). Sel telur dari hewan betina dibuahi oleh sperma yang dihasilkan
hewan jantan. Pembuahan dapat terjadi di dalam tubuh (internal) dan pembuahan
di luar tubuh (eksternal). Contohnya adalah ayam dan burung.
b. Vivipar
Vivipar adalah hewan yang berkembang biak dengan melahirkan.
Contohnya adalah seperti kambing dan sapi. Sebenarnya hewan yang melahirkan
juga menhasilkan telur. Telur tersebut tidak dibungkus oleh cangkang dan tidak
dikeluarkandari tubuh. Saat terjadi perkawinan, sperma hewan jantan akan
membuahi telur di rahim hewan betina.
Telur yang telah dibuahi disebut zigot. Zigot akan tumbuh
menjadi calon individu baru (embrio). Selama itulah hewan betina mengalami
kehamilan (mengandung). Setiap jenis hewan mengalami masa kehamilan yang
berbeda-beda. Setelah dilahirkan, induk bayi hewan tersebut akan menyusui
anaknya.
c. Ovovivipar
Ovovivipar adalah hewan yang berkembang biak dengan bertelur
dan melahirkan. Hewan betina yang berkembang biak dengan cara ini juga akan
mengeluarkan telur dari tubuhnya. Akan tetapi, telur yang dikeluarkan sudah
tumbuh menjadi embrio. Perkembangbiakan ovovivipar diawali dengan bertelurnya
hewan betina dalam tubuh. Telur tersebut akan dibuahi sel sperma yang
dihasilkan oleh hewan jantan. Hal ini disebut pembuahan.
Pembuahan menghasilkan zigot yang akan tumbuh menjadi embrio di
dalam telur. Embrio tersebut akan menetas di dalam tubuh hewan betina.
Selanjutnya, calon bayi dikeluarkan dari dalam tubuh hewan betina seperti
proses melahirkan. Contohnya seperti platipus, ular boa, dan kadal.
2).Sumber: Nurjanah, S. Sains BIOLOGI untuk SMP, Bandung: PT Sarana
Panca Karya Nusa, 2005,
Halaman 72-82.
Perkembangbiakan hewan dengan cara lainnya, adalah sebagai berikut:
a. Perekembangbiakan
Generatif pada Hewan
Perkembangbiakan
generatif pada hewan diawali dengan adanya peleburan antara sel spermatozoid
atau sel sperma dari individu jantan dan sel telur atau ovum dari individu
betina. Pada beberapa hewan biasanya mempunyai alat kelamin betina. Akan
tetapi, ada pula hewan yang mempunyai kedua alat kelamin tersenut. Hewan
semacam ini disebut hewan hermafrodit,
misalnya cacing tanah, siput, dan hydra.
Perkembangbiakan
generatif pada hewan dapat dilakukan
secara konyugasi ataupun onisogami. Pada hewan tingkat rendah seperti hewan
yang tidak bertulang belakang atau invertebrate, perkembangbiakan generatif
dilakukan dengan cara berikut ini:
1. Isogami, yaitu
peleburan antara dua buah sel gamet yang bentuk dan ukurannya sama. Konyugasi
terjadi pada Paramecium caudatum.
2. Anisogami,yaitu
peleburan anatara dua buah sel gamet yang berbeda bentuk dan ukurannya. Dalam anisogami terjadi peleburan mikrogamet
dan makrogamet pada Plasmodium.
Pada
hewan tingkat tinggi seperti hewan bertulang belakang atau vertebrata terjadi
pula pembuahan, yaitu adanya peleburan antara sel spermatozoid dan sel telur atau ovum yang berbeda bentuk dan
ukurannya. Alat perkembangbiakan generatif hewan yaitu testis pada individu jantan dan ovarium
pada individu betina. Testis berfungsi sebagai alat penghasil spermatozoid, sedangkan ovarium sebagai
alat untuk menghasilkan sel telur atau ovum.
Berdasarkan
tempat terjadinya proses pembuahan atau fertilisasi, pada hewan vertebrata
dibedakan menjadi dua, yaitu fertilisasi eksternal dan fertilisasi internal,
adalah sebagai berikut:
a.
Fertilisasi Eksternal
Proses
peleburan sel spermatozoid dan sel telur atau ovum yang terjadi di luar tubuh
individu betina disebut fertilisasi
eksternal. Pembuahan ini biasanya dilakukan pada hewan yang hidup di air,
misalnya ikan dan katak. Hewan yang melakukan fertilisasi secara eksternal akan
mengeluarkan sel kelaminnya, baik beupa sel spermatozoid maupun sel telur atau
ovum dalam jumlahnya yang banyak. Hal ini disebabkan kemungkinan terjadinya
pembuahan sangat kecil akibat adanya pengaruh luar, seperti arus air, adanya
pemangsa, suhu sekitar, dan keadaan air yang tidak menguntungkan. Oleh karena
itu, dengan menghasilkan sel spermatozoid dan sel telur atau ovum
sebanyak-banyaknya maka dapat memperbesar kemungkinan terjadinya pembuahan atau
fertilisasi.
b.
Fertilisasi Internal
Fertilisasi internal adalah proses peleburan sel
spermatozoid dan sel telur atau ovum yang terjadi di dalam tubuh individu
betina. Pada fertilisasi internal kedua individu akan menggunakan alat kelamin
luar untuk melakukan pembuatan. Alat kelamin luar pada individu jantan berupa hemipenis, seperti pada kadal dan pada
kambing, sedangkan alat kelamin lauar pada individu betina berupa lubang
vagina, seperti vagina pada kambing, kucing, dan marmot.
Berbeda
dengan fertilisasi eksternal, pada fertilisasi internal sel telur yang
dikeluarkan oleh individu betina jumlahnya sangat terbatas, sedangkan jumlah
sel sperma yang dikeluarkan individu jantan masih tetap banyak. Oleh karena
itu, untuk melakukan proses fertilisasi sel sperma berlomba-lomna membuahi sel
telur dari induk betina. Jadi tidak semua sel sperma yang dikeluarkan oleh
individu jantan akan membuahi sel telur yang dikeluarkan individu betina.
b. Perkembangbiakan
Vegetatif Pada Hewan
Pada
umunya, hewan melakukan perkembangbiakan secara generative. Akan tetapi, pada
beberapa hewan tidak bertulang belakang atau invertebrata dan hewan tingkat
rendah, perkembangbiakan dilakukan secara vegetative.
Beberapa
cara perkembangbiakan vegetative pada hewan, di antaranya membelah diri,
pertunasan, fragmentasi, regenerasi, dan pembentukan spora atau sporulasi. Cara
perkembangbiakan vegetative dengan membelah diri atau pembelahan secara biner,
yaitu pembelahan diri dari satu sel menajdi dua sel baru. Cara ini dilakukan
pada kelompok protozoa. Mislanya, Amoeba
proteus, Euglena viridis, dan Paramecium
caudatum. Pembelahan biner dimulai dengan pembelahan inti sel. Kemudian,
pembelahan inti sel tersebut diikuti dengan pembelahan sitoplasma dan akhirnya
dihasilkan dua individu baru.
Ada
beberapa hewan yang melakukan perkembangbiakan seperti tumbuhan, yakni dengan
petunasan atau munculnya atau muculnya tunas dari bagian tubuhnya. Cara perkembangbiakan
vegetetatif ini terjadi pada Hydra
viridis, Obelia, dan Porifera.
Perkembangbiakan
dengan fragmentasi adalah perkembangbiakan denagn cara pemisahan sebagian sel
dari suatu individu, kemudian membentuk individu baru. Perkembangbiakan ini terjadi
pada cacing pita dengan menggunakan bagian ruas atau proglotis. Selain itu, ada perkembangbiakan dengan regenarasi.
Daya
generasi pada hewan adalah kemampuan untuk bagian tubuh yang rusak atau hilang
atau terpotong. Pada hewan yang mempunyai data regenerasi yang tinggi maka
bagian yang terpotong dapat membentuk individu baru. Daya regenerasi dapat kita
lihat pada cacing pipih atau Planaria.
Misalnya, Planaria yang dipotong
menjadi tiga bagian maka pada setiap potongannya akan membentuk individu baru,
yaitu menjadi tiga individu.
Perkembangbiakan
dengan sporulasi atau pembentukan spora terjadi pada golongan sporozoa,
misalnya Plasmodium. Plasmodium
dibantu oleh nyamuk Anapheles. Pada
tubuh nyamuk, ookista yang pecah akan menghasilkan banyak sporozoit. Sporozoit
ini merupakan generasi selanjutnya dari Plasmodium.
24.
Identifikasi berbagai cara tumbuhan berkembang biak!
Jawaban:
1.
Perkembangbiakan generative
pada tumbuhan generatif
pada tumbuhan akan
berbeda antara tumbuhan tingkat rendah (kriptogamea) dan tingkat tinggi
(phanerogamea).Pada tumbuhan tingkat rendah, perkembangan
generatif dilakukan dengan
cara berikut ini:
a. Peleburan
antara dua sel gamet yang sama bentuk dan ukurannya disebut isogami.apabila
kedua sel gamet tersebut belum diketahui sel kelamin jantan dan sel kelamin betinanya
disebut konyugasi. Misalnya, terjadi pada spirogyra
sp.
b. Peleburan
antara dua buah sel gamet yang berbeda bentuk dan ukurannya disebut
anisogami .apabila kedua sel tersebut diketahui sel kelamin jantan dan sel kelamin
betinanya disebut pembuahan atau fertilisasi.anisogami
terjadi pada oedogonium dan ulva lactuca. Pada
tumbuhan tingkat tinggi, umumnya
terjadi pembuahan atau
Fertilisasi. Tumbuhan tingkat tinggi
berkembang biak dengan biji sehingga
disebut tumbuhan biji (spermatophyta).dilihat dari sifat bijinya, tumbuhan biji dibedakan
menjadi tumbuhan biji terbuka (gymnospermae)
dan tumbuhan biji tertutup (Angiospermea). Pada gymnospermea bakal biji tidak tertutup
oleh bakal buah atau daun buah
sedangkan pada Angiospermea bakal biji tertutup oleh bakal buah dan daun buah. Perkembanganbiakan
vegetatif pada Gymnospermae dilakukan oleh alat
perkembangbiakan berupa strobilus yang bentuknya seperti kerucus baik strobilus jantan
maupun strobilus betina. Misalnya Strobilus pada tumbuhan
pinus. Pada Gymnospermae
terjadi pembuatan tunggal,
sedangkan pada Angiospermae terjadi
pembuatan ganda.
Untuk memahami
perkembangan tumbuhan, berikut
ini akan diuraikan
alat perkembangbiakan tumbuhan, penyerbukan, pembuahan, dan sel pembelahan sel.
c. Penyerbuakan pada tumbuhan biji
tertutup, proses pembuahannya diawali dengan adanya
peristiwa penyerbukan atau polinasi. Peristiwa jatuhnya dan menempelnya serbuk sari
(polen) pada kepala putik (stigma). Proses penyerbukan dapat dilakukan secara
alami dengan bantuan
angin dan air . di samping itu, ada pula yang dibantu oleh makhluk hidup, misalnya
serangga, burung, dan manusia. Proses
penyerbukan yang dibantu
oleh hewan dilakukan secara tidak sengaja.
Misalnya, seekor lebah yang sedang mengisap madu
dari kelenjar madu suatu
bunga. Hal ini disebabkan
secara tidak sengaja bagian tubuh lebah menyentuh
serbuk sari dari bunga yang dihinggapinya.kemudian, lebah tersebut terbang dan
hinggap pada bunga lain untuk mengisap madu akibatnya, serbuk sari yang
dikunjunginya sehingga terjadilah peristiwa penyerbukan.oleh
karena beraneka ragamnya tumbuhan yang hidup pada suatu tempat maka ada
kemungkinan serbuk sari dari bunga yang satu akan menempel pada kepala putik yang lain
akibat adanya tiupan angin. Berdasarkan
asal serbuk sarinya, proses penyerbukan dapat dibedakan menjadi penyerbukan
sendiri (otogami), penyerbukan tetangga (geintonogrami), dan penyerbukan silang
(alogami).penyerbukan sendiri terjadi
apabila serbuk sari dan putik berasal dari satu bunga yang sama.Penyerbukan
sendiri dapat pula terjadi pada bunga yang belum mekar disebut kleistogami.
Pada peyerbukan sendiri biasanya tidak dapat berjalan
dengan baik karena dalam satu bunga,serbuk sari dapat masak terlebih dahulu
(protandri) daripada putik atau dapat pula putiknya masak terlebih dahulu
(protogini) dari pada serbuk sari .selain it u, serbuk sari.
Selain itu, serbuk
sari tidak dapat menempel pada kepala putik tersembunyi
sehingga sulit terjadi penyerbukan. Penyerbukan
tetangga (geitonogami) ,terjadi apabila serbuk sari dan putik berasal dari bunga yang
berlainan, namun masih dalam satu pohon. Penyerbukan
silang (alogami) terjadi apabila serbuk sari dan kepala putik. Berbeda variestasnya
,namun masih dalam spesis yang sama disebut bastar. Seperti telah
dijelaskan sebelumnya bahwa penyerbukan dapat dilakukan secara sengaja atau
tidak sengaja dengan bantuan perantara,
yaitu angin, air,
hewan, dan manusia. Penyerbukan
dengan bantuan angin disebut anemongami. Penyerbukan ini biasanya terjadi pada tumbuhan yang mempunyai mahkota bunga
kecil ,dan tidak mencolok warnanya, serta serbuk
sarinya kecil,kering, dan ringan . selain itu , benang sarinya mudah lepas tertiup oleh
angin dan kepala putiknya menjulang tinggi ke
atas. Penyerbukan
dengan perantara air disebut hydrogami .penyerbukan ini terjadi pada tumbuhan
yang hidup di air .selain itu ,penyerbukan dengan perantaraan hewan disebut zoidiogami.
Penyerbukan ini dapat dilakukan oleh
serangga (entonogami), burung (melakogami).Tumbuhan yang penyerbukaan dibantu
oleh hewan mempunyai beberapa ciri
, diantaranya bunga berukuran besar, mahkota bunga berwarna-warni, dan mengeluarkan
aroma yang khas. Selain itu, bunganya memiliki
kelenjar madu atau nektar, dan serbuk sarinya mudah menempel atau lengket. Adapun penyerbukan
dengan perantaraan manusia disebut antropogami.
d. Pembuahan: proses
pembuahan terjadi jika dua inti generatif masuk ke dalam mikrofil.satu ini
generatif membuahi inti sel telur dan membentuk zigot, sedangkan satu inti lainnya
melembur bersama inti kandung lembaga
sekunder untuk membentuk cadangan makanan (endosperm). Pembuahan pada tumbuhan
biji tertutup terjadi dua kali sehingga disebut pembuahan ganda. Pembuahan pada tumbuhan
biji terbuka merupakan pembuatan tunggal. Artinya, inti sel
kelamin jantan atau inti generatif hanya membuahi inti sel telur atau ovum.setelah
terjadi pembuahan akan terjadi ,perubahan-perubahan
dalam bakal biji yang berada didalam bakal buah.
Selanjutnya bakal
biji akan berkembang menjadi biji dan bakal buah akan berkembang menjadi buah.
e. Pembelahan sel:
pada makhluk hidup , proses pembelahan sel dapat dibedakan menjadi amitosis, mitosis, dan
meisos atau reduksi. Amitosis
ialah pembelahan sel
secara langsung yang dimulai dengan pembelahan inti (karyogami) dan diikuti pembelahan
sitoplasma (plasmogami). Pembelahan
ini terjadi pada makhluk hidup bersel satu .mitosis adalah pembelahan sel secara
tidak langsung yang terjadi melalui fase pembelahan, yaitu interfase,
profase, metafase, anafase, dan telofase. Pembelahan ini terjadi
pada sel tubuh atau somatis , baik pada tumbuhan, hewan, maupun manusia . misalnya , sel
anak sebagai hasil pembelahan mempunyai
jumlah kromosom sama dengan sel induknya.
2. Perkembangan vegetatif
pada tumbuhan
a.
perkembangbiakan
vegetatif alami
Perkembangbiakan
vegetatif alami adalah perkembangbiakan vegetatif
yang terjadi
dengan sendirinya di alam, tanpa adanya campur
tangan manusia. Perkembangbiakan
vegetatif alami dapat dilakukan dengan berbagai cara berikut ini:
·
Melalukan
pembelahan sel
·
Spora
·
Akar
rimpang (rhizoma)
·
Geragih
(stolon )
·
Umbi
batang
·
Umbi
lapis
·
Tunas
adventif
b.
perkembangbiakan
vegetatif buatan
Perkembangbiakan
vegetatif buatan terjadi karena adanya campur tangan manusia dalam proses
perkembangbiakannya. Teknik ini dilakukan dengan tujuan menghasilkan tanaman
yang sesuai dengan keinginan unruk memperoleh tanaman yang tahan penyakit, buah
yang besar, dan aroma yang lezat. Teknik
perbanyakan vegetatif harus diupayakan dengan cara mencari bibit untuk tanaman
pokokatau batang. Selai itu, pada bagian bawahnya harus tanaman yang memiliki
ketahanan kuat terhadap penyakit. Bagiantumbuhan yang akan digabungkan, yaitu
cabang muda atau calon tunas harus dipilihdari tanaman yag memiliki sifat
unggul, baik dalam rasa, aroma,ukuran, maupun kualitas daging buah agar dapat
dihasilkan tanaman yang bermutu. Perkembangbiakan vegetatif buatan dapat
dilakukan dengan cara, di antaranya setek, mencangkok, okulasi, menyambung, dan
merunduk.
25. Identifikasi bagian-bagian bunga dan
biji sebagai alat perkembangbiakan tumbuhan!
Jawaban:
1). Sumber: buku DUNIA
TUMBUHAN, dicetak oleh PT Intan Sejati, tahun 2001, halaman 28-32.
Bunga terdiri atas banyak bagian
khusus yang meliputi mahkota bunga, benang sari (bagian jantan), dan satu atau
lebih putik (bagian betina).
a. Mahkota
bunga
Mahkota bunga biasanya
lembut, sering berwarna cerah, dan mengelilingi bagian reproduksi tumbuhan.
Banyak mahkota yang berbau atau berpola dan mempunyai daerah yang terdiri dari
sel-sel yang disebut nektaria pada
bagian pangkalnya. Nektaria menghasilkan cairan yang manis dan lengket disebut nektar, yang menarik serangga atau
hewan-hewan lainnya yang dibutuhkan untuk penyerbukan.
b. Bagian-bagian
jantan
Bagian-bagian
reproduksi jantan pada bunga disebut benang
sari. Setiap benang sari terdiri atas kepala
sari, pada bagian ujung tangkai yang panjang yang disebut tangkai sari. Kepala sari terdiri atas kantong-kantong serbuk sari yang
membuka untuk melepaskan butiran-butiran serbuk
sari, sel-sel reproduksi
jantan.Butiran- butiran serbuk sari dari tumbuhan yang berbeda bisa
berbeda-beda ukuran dan bentuknya, tetapi mempunyai beberapa kenampakan yang
sama.
c. Bagian-
bagian betina
Bagian- bagian
reproduksi betina bunga disebut karpel atau putik, yang terdiri atas kepala putik
, tangkai putik, dan bakal buah. Kepala
putik adalah bagian atas putik. Kepala putik mempunyai
permukaan yang lengket untuk menangkap butiran-butiran serbuk sari yang
menyentuhnya. Kepala putik dihubungkan dengan bakal buah oleh bagian putik yang
disebut tangkai putik. Setiap bakal biji yang merupakan sel-sel
perkembangbiakan betina. Bakal-bakal biji ini berkembang menjadi biji setelah
penyerbukan.
d. Jantan
dan betina
Hermaprodit adalah
setiap bunga yang miliki bagian jantan dan betina. Beberapa tumbuhan seperti
jagung, mempunyai dua jenis bunga pada satu tumbuhan: bunga bersari, yang hanya
mempunyai bagian jantan, dan bunga berputik yang hanya mempunyai bagian betina.
Tumbuhan dengan bunga-bunga jenis ini disebut sebagai berumah satu.
Agar
tumbuhan berbunga dapat berkembang biak, sel jantan ( serbuk sari ) dan sel
betina ( bakal buah ) harus bersatu. Ini disebut pembuahan.
Pembuahan pada tumbuhan berbunga
mengarah pada pembentukan biji. Setiap biji mengandung tumbuhan baru yang
sedang berkembang dan cadangan makanan. Biji terdapat didalam tumbuhan yang
disebut buah. Didalam biji, biji dilindungi oleh selaput
yang disebut selaput biji (testa). Setiap selaput biji mempunyai tanda yang disebut hilium pada permukaannya, yang
menunjukkan tempat bakal biji bergabung dengan bakal buah. Lubang kecilnya
(mikropil) yaitu tempat masuknya serbuk sari manuju bakal bijijuga masih dapat
dilihat. Lubang ini menyebabkan air bisa masuk. Tumbuhan yang sedang tumbuh
didalam biji disebut embrio. Embrio
juga mempunyai dua bagian: pucuk tembaga (plumula) yang akan menjadi akar pertama dari tumbuhan
baru.
Semoga bermanfaat yaa... mohon maaf bila msaih banyak kesalahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar