Kamis, 26 April 2018

cerpen kontemporer

Assamualaikum. Wr. wb guys..
pernah dengar cepen kontemporer? mungkin ada yang udah dan ada yang masih asing ya, hehehe..
Babak awal cerpen kontemporer dimulai dari munculnya cerpen-cerpen yang ‘nyeleneh’ atau cerpen yang tidak mengikuti pola-pola atau kaidah-kaidah penulisan cerpen pada umumnya, seperti harus memiliki tokoh, plot atau setting, dan tema. Jadi cerpen kontemporer muncul sebagai cerpen yang anti tokoh, anti plot atau setting, dan anti tema. Pada intinya, polanya sangat berbeda dari cerpen konvensional. Cerpen kontemporer juga berusaha menemukan pengucapan diri yang matang, terlepas dari kaidah-kaidah penulisan cerpen pada umumnya
Ciri-ciri cerpen kontemporer dapat diperikan sebagai berikut.
1.     Anti tokoh
Identitas tokoh dalam cerpen kontemporer menjadi tidak penting. Hal ini dibuktikan dengan penggunaan nama Tokoh Kita, Lelaki Setengah Baya, Penjaga Kuburan, dan lain-ain.
2.     Anti plot atau setting
Latar tempat dan lata waktu dalam cerpen kontemporer juga tidak mengacu pada waktu tertentu, sehingga dapat berlaku di mana saja dan kapan saja.
3.     Anti alur
Dalam cerpen konvensional, alur selalu didasari pada rangkaian peristiwa yang mempunyai pertalian hubungan sebab-akibat (kausalitas). Akan tetapi, dalam cerpen kontemporer, segala peristiwa yang terjadi bisa tumpang-tindih dan tidak menunjukkan adanya hubungan kausalitas (sebab-akibat). Peristiwa yang dihasilkan lakuan danpikiran disajikan seketika secara serempak, seolah-olah peristiwa itu datang saling menyergap. Akibatnya, peristiwa itu seperti tidak jelas lagi juntrungannya.
4.     Anti tema
Tema dalam cerpen kontemporer juga memiliki absurditas yang tinggi. Susah dipahami. Namun, amanatnya dapat dipetik.
Nah itu dia... jadi sekarang saya akan memberikan sebuah cerpen kontemporer karya saya, sebagai pemula masih banyak kekurangan yang terdapat dalam cerpen saya ini. Namun saya harap bisa bermanfaat untuk pembaca.


Lingkaran dibalik Segitiga Kenangan
            Malam ini begitu cerah secerah cuaca hati, dan kulihat bintang yang ramai berkedip menggodaku. Terlintas dibenakku betepa indahnya  Scandinavia, ombak menghantam pelan seolah memeluk erat tubuh ini, dan jalanan panjang menuntun naluriku bertemu dengan mu.
            Scandinavia adalah si tempat impian nan indah, jembatan pertemuan antara diriku dan si teman baru, teman yang kini melebihi sahabat yang sudah seperti kakak, adik, dan keluarga baru bagiku.
            “Hello, how are you?” sapanya ramah.
            “I’m fine, how about you?” jawabku santai.
            “I’m good, thank you”
“What is your name?”
            “My name is Selena Nugroho, and I come from Indonesia.”
            “Really?, oh my name is Neira Tomlinson”
(percakapan kami pun semakin seru)
            “Yeah, Indonesia is my country, do you know where is Indonesia?”
            “Ya, tentu saja saya tahu. Nenekku juga berasal dari Indonesia, tepatnya di Tangerang”
            “oh, itu kedengarannya sangat bagus, aku tinggil di daerah Bandung”
(percakapan terus berlanjut, sehingga maembuat aku dan Neira semakin akrab)
            Hari pertamaku menjadi salah satu siswa di Harvard University. Ku rasa seperti sedang menikmati shopping di kayangan dengan beberapa bidadari menjadi dayangku.
            Suprise.... terhentaknya diriku dari hayalan semu. Ternyata ada seorang yang menepuk manja pundak ku, dan Neira lah itu.
            Aaaaaaa.... Thanks God. Nei, you’re my best, eh btw kamu kuliah disini juga?
            Iya, kan ini juga kampus impianku.
            Otakku terhenti sejenak, angin mengiringi ku mengenang si lingkaran lalu, yang kini tlah menjadi sabit kusahku.
            Malam temaram hanya ditemani rembulan. Kusaksikan dengan mata kepala ku sendiri, tawa mereka begitu renyah, canda itu begitu hangat. Kupastikan mata ku tak salah melihat, itu karib dan orang yang ku cintai. Pengkhiantan kah itu? Mengapa ia lakukan itu pada ku?
            Lihatlah restoran itu, meski tak seluas lapangan bola tetapi betapa berbedanya restoran ini. Oh Belgia dan Belanda, dua negara indah yang menjadi saksi bisu betapa rapuhnya hati ini. My prince charming yang kini kau ganti menjadi Yor prince.
            Denting jemari beralun ritme pilu menumpahkan ribuan rasa yang ternodai pengkhianatan yang merobohkan tembok asa menjadi butiran runtuhan pecahan pasir yang terseret bringasnya hebusan topan, ku abadikan dalam  bait puisi.
            Namun Neira datang bak dewi kebahgian era millenial yang hadir menemani dalam memburu warna baru dalam hidup ini, ibu dan sosok itu mengajarkan arti melepaskan dan mengihklaskan apapun yang hadir dan pergi dalam hidup.
            Selena, apa kau tahu yang terjadi di taman tadi, kau tahu yang mereka katakan tadi?
            Memangnya apa yang terjadi ?  jawabku.
            “Hei lihatlah, ada manusia bodoh disana !!” ceplos Mawar.
            “Hei apa yang kau katakan untuk ku dan sahabatku?” Jawabku
            “Kalian itu tidak bersyukur dan tidak menerima apapun yang ada dalam hidup kalian,  apalagi untuk merelakan pasti akan lebih sulit lagi.”
            “Maksud mu?” Ujarku
           
            “Lihatlah kami, kami hidup untuk dimnafaatkan oleh makhluk lain. Dan apakah kami menyesalinya? Apakah kami bersedih” tambah Mangga.
            “Namun mengapa kalian berfikir bahwa hidup kalianlah yang sangat menderita” ujar Jati kesal.
            “Aku selalu diinjak oleh setiap makhluk yang lewat, aku selalu berada di bawah da diremehkan, dan saat aku sudah mulai tumbuh memanjang, maka dengan segera aku akan dipotong. Dan itulah yang selalu menjadi siklus hidupku” curhat Rumput.
            “Tapi kami selalu bersyukur dan menikmati hidup kami, kamu juga rela karena kami bisa bermanfaat ” tambah Rumput lagi.
Jeda sejenak...........
            Ya Nei, aku juga mendengarnya tadi, tapi aku tidak begitu menghiraukannya.
            Aku mulai sadar kalau aku harus bisa menerima semua ini, dan segala hal yang terjadi dalam hidupku tanpa harus banyak mengeluh dan bersedih lagi, agar aku juga mudah menjalani kehidupan ini.
            Senja mulai meninggalkan atap rumah yang mulai tersenyum padaku, ia bahagia karena aku mulai menegerti hal baru yang kini kujadikan falsafah hidup.
            Neira adalah teman yang selalu ada dalam dalam suka duka ku. Aku tahu bahwa jika kehilangan sesuatu, maka Tuhan akan menggantikannya dengan yang lebih baik, dan kini secercah asa lingkaran mulai hidup kembali.
            Sel.......
            Mengapa kamu melamun?...
“I Love You Nei “ ucapku dengan mata berbinar...
            “I Love You Too my Selena” sahut Neira sambil tersenyum.
            Terima kasih Tuhan kau tlah hadirkan dia dalam hidupku yang menjadikan si lingkaran ku sempurna....